Di ruang kerja Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajudin, sebuah pertemuan berlangsung pada Rabu, 22 April 2026. Audiensi tersebut mempertemukan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan dengan civitas akademika Universitas Terbuka (UT) Bengkulu, dengan satu fokus utama: memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
Pertemuan ini membahas rencana kolaborasi strategis yang diarahkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi, meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah, serta mendorong peningkatan kompetensi masyarakat melalui model pendidikan yang fleksibel. Skema ini dinilai penting agar pendidikan bisa menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, termasuk mereka yang selama ini terkendala jarak, waktu, maupun aktivitas kerja.
Universitas Terbuka dalam hal ini menawarkan pendekatan pembelajaran yang memungkinkan masyarakat tetap dapat menempuh pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau aktivitas utama. Konsep ini menjadi salah satu opsi yang relevan untuk menjawab kebutuhan pengembangan SDM di daerah, terutama dalam konteks pembangunan yang semakin menuntut peningkatan kompetensi.
Bupati Rifai menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan dalam mempercepat peningkatan kualitas SDM.
“Peningkatan kualitas SDM merupakan kunci utama kemajuan sebuah daerah. Kami sangat mendukung rencana kerja sama ini sebagai langkah konkret dalam menciptakan generasi yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing, baik di tingkat lokal maupun nasional,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan SDM tidak hanya berkaitan dengan pendidikan formal semata, tetapi juga bagaimana pendidikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan begitu, peningkatan kapasitas yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi pembangunan daerah.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak juga menyoroti pentingnya sinkronisasi antara program pendidikan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Hal ini mencakup peningkatan kompetensi aparatur, penguatan keterampilan masyarakat, serta perluasan akses pendidikan tinggi sebagai bagian dari upaya pemerataan kesempatan belajar.
Pendekatan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas dan inklusif. Peningkatan akses pendidikan diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan kapasitas individu yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas dan daya saing daerah.
Audiensi ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama yang diharapkan tidak berhenti pada tataran diskusi, tetapi berlanjut pada implementasi program yang terukur. Pemerintah daerah dan Universitas Terbuka sama-sama melihat bahwa penguatan SDM merupakan fondasi penting dalam mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan peluang pendidikan dapat semakin terbuka luas bagi masyarakat Bengkulu Selatan, sekaligus mendukung upaya pembangunan daerah yang lebih adaptif terhadap tantangan ke depan.



