UT Bukan Mitra Baru”: Undana dan UT Kupang Perkuat Kolaborasi untuk Pendidikan Tinggi di NTT

Di Nusa Tenggara Timur, pendidikan tinggi tidak cukup hanya hadir lewat gedung kampus dan ruang kuliah. Di wilayah dengan tantangan geografis yang beragam, kualitas layanan akademik, dukungan tenaga pengajar, fasilitas pembelajaran, hingga tata kelola kampus menjadi bagian penting agar akses pendidikan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Semangat inilah yang mendorong Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Universitas Terbuka (UT) Kupang memperbarui komitmen kerja sama dalam memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi di NTT.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., dan Direktur UT Kupang, Dr. Albert Gamot Malau, S.Si., M.Si., bersama jajaran kedua institusi di ruang rapat rektor Undana, Kamis (18/6/2026). Pertemuan itu membahas kelanjutan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang selama ini menjadi payung kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Bagi kedua perguruan tinggi, kerja sama ini bukan sekadar agenda administratif. Hubungan Undana dan UT Kupang telah terjalin sejak lama dan melahirkan berbagai bentuk dukungan akademik yang saling menguatkan. Rektor Undana Prof. Jefri Bale mengatakan, kolaborasi yang sudah berjalan perlu terus dirawat agar mampu menjawab kebutuhan pendidikan tinggi yang semakin kompleks.

“UT bukan mitra baru bagi Undana. Banyak aktivitas dan kerja sama yang telah kita lakukan bersama. Karena itu, komunikasi dan koordinasi harus terus dibangun agar kolaborasi ini semakin memberi manfaat bagi kedua institusi,” kata Prof. Jefri.

Hubungan panjang itu tampak dalam berbagai praktik kerja sama. Selama ini, dosen-dosen Undana turut berkontribusi sebagai tutor pada berbagai program pembelajaran yang diselenggarakan UT. Selain itu, kedua kampus juga menjalin kolaborasi dalam pengembangan sistem informasi, tata kelola perguruan tinggi, serta berbagai kegiatan akademik lainnya.

Tidak hanya dalam aspek pembelajaran, Undana juga melihat pengalaman UT sebagai rujukan dalam penguatan kelembagaan. Prof. Jefri menyebut, pengalaman UT dalam tata kelola perguruan tinggi berbasis Badan Layanan Umum (BLU) menjadi referensi penting bagi Undana yang tengah mempersiapkan diri menuju status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

“UT memiliki pengalaman dan kesiapan yang baik dalam tata kelola perguruan tinggi. Itu menjadi salah satu referensi penting bagi kami dalam proses penguatan kelembagaan menuju PTNBH,” ujarnya.

Prof. Jefri juga menegaskan, Undana membuka ruang seluas-luasnya bagi UT untuk memanfaatkan sumber daya yang dimiliki kampus, baik tenaga ahli maupun fasilitas pendukung. Menurut dia, semangat kerja sama kedua institusi bertumpu pada prinsip saling mendukung dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi.

“Tidak ada yang tertutup di Undana untuk UT. Jika ada sumber daya yang dapat dimanfaatkan bersama, baik tenaga ahli maupun fasilitas, tentu kami sangat terbuka. Semangatnya adalah saling mendukung dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi,” katanya.

Sementara itu, Direktur UT Kupang Albert Gamot Malau menyampaikan apresiasi atas sambutan pimpinan Undana. Ia menilai, Undana memiliki peran penting dalam perjalanan UT Kupang sejak awal kehadirannya di daerah tersebut.

“Hubungan ini sudah terjalin sejak lama. Karena itu, kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus membicarakan langkah-langkah kerja sama berikutnya,” ujarnya.

Albert menjelaskan, sebagai perguruan tinggi terbuka, UT sangat bergantung pada kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan. Kerja sama tersebut mencakup pemanfaatan laboratorium, dukungan tenaga tutor, hingga pelaksanaan berbagai program akademik.

“Banyak tutor yang mendukung proses pembelajaran di UT berasal dari Undana. Karena itu, kemitraan ini memiliki nilai yang sangat strategis bagi kami,” katanya.

Melalui pembaruan MoU dan PKS, UT Kupang berharap ruang kolaborasi dengan Undana dapat semakin luas dan adaptif terhadap kebutuhan pengembangan perguruan tinggi saat ini. Kemitraan tersebut juga sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, terutama dalam mendorong pendidikan berkualitas dan memperkuat kemitraan strategis.

“Kami berharap kerja sama yang telah berjalan baik ini terus berlanjut dan semakin berkembang, sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Albert.

Dari ruang rapat Rektor Undana, pesan kerja sama itu terasa jelas. Pendidikan tinggi di NTT tidak bisa dibangun dengan langkah yang berjalan sendiri-sendiri. Ia membutuhkan jejaring yang saling percaya, saling membuka ruang, dan saling menguatkan. Karena itu, sinergi Undana dan UT Kupang menjadi penting, bukan hanya untuk memperbarui dokumen kerja sama, tetapi untuk memastikan pendidikan tinggi di NTT tumbuh lebih dekat, lebih adaptif, dan lebih terasa manfaatnya bagi masyarakat.