Profil Pimpinan

Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si.

Bersama Kesulitan Ada Kemudahan

Ikhtiar dan berdoa, mungkin dua kata itu cocok menggambarkan bagaimana perjuangan Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., Rektor Universitas Terbuka Periode 2025-2030. Pria yang akrab disapa Pak Ali ini berangkat dari keluarga sarat dengan pendidikan agama yang kuat. Pendidikan seperti inilah yang membuat ia selalu mengiringi usahanya dengan berdoa. “Bersama kesulitan ada kemudahan. Maksimalkan ikhtiar. Berdoa sebelum, saat, dan setelah ikhtiar.” jawabnya ketika ditanya soal moto hidupnya. Ia telah melalui banyak lika liku kehidupan sebelum menduduki posisinya yang sekarang.

Pak Ali atau Gus Ali biasa ia dipanggil oleh sahabat-sahabat dekatnya, mengawali kariernya di UT pada tahun 2000 sebagai dosen di FE. Di tahun-tahun berikutnya, kariernya di UT pun mulai merangkak naik. Pada tahun 2007, ia dipilih menjadi Ketua Program Studi Akuntansi pada Jurusan Akuntansi FE-UT. Setelah 3 tahun menempati jabatan tersebut, ia diberi tugas untuk melanjutkan pendidikannya ke gelar doktoral di Universitas Indonesia, Selanjutnya beliau melanjutkan karir sebagai Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum sampa dengan tahun 2025.

Sejak kecil, anak bungsu dari 11 bersaudara ini selalu dididik secara disiplin dalam tradisi keagamaan yang kuat. Pendidikan seperti ini membuatnya selalu memaksimalkan usahanya hingga ia selalu meraih prestasi sedari kecil. Di UT sendiri, track record-nya juga cemerlang. Selain sering terlibat dalam berbagai tim pengembangan UT, ia pernah meraih penghargaan sebagai dosen berprestasi dan Ketua Program Studi Berprestasi. Ia juga kerap mengikuti berbagai pelatihan peningkatan kompetensi diri selama menjabat di UT. Pengalaman organisasi di luar UT pun juga tak kalah, hingga saat ini ia kerap kali menduduki posisi sebagai ketua di berbagai organisasi, terutama yang berkaitan dengan bidang sosial keagamaan.

Latar belakang dan berbagai prestasi tersebut menjadikan Pak Ali sebagai sosok yang dapat dipercaya untuk menduduki jabatan-jabatan strategis. Setahun setelah menyelesaikan gelar doktoralnya, ia dipilih menjadi Asisten Direktur Bidang Kemahasiswaan pada Program Pascasarjana UT. Hanya 1 tahun menduduki posisi tersebut, ia lantas diberi mandat untuk memimpin Fakultas Ekonomi UT hingga tahun 2021, lalu  Wakil Rektor Bidang Keuangan UT (WR II).

Dalam kesehariannya, selain memainkan peran penting di UT, pria kelahiran Demak yang menyelesaikan SMP dan SMA di Kudus serta Sarjana dan Magister di Bandung ini hampir tak pernah menolak ketika diminta mengisi ceramah di acara-acara pengajian. “Hidup itu sebenarnya menjalankan titah pengabdian saja, apa yang Allah kehendaki itulah yang kita ikuti.” tuturnya saat berbicara pandangannya tentang hidup.

Ketika ditanya harapannya tentang UT, ia melihat UT dengan PTJJ-nya saat ini tengah menjadi perhatian masyarakat. Menurutnya mandat menjadi Cyber University bukanlah hal yang ringan. Ini merupakan peluang sekaligus tantangan yang harus ditaklukkan. Oleh karena itu, kompetensi dan kualitas UT menjadi Cyber University harus terus ditingkatkan. “Kita semua mesti berpikir out of the box kalau ingin bertahan, dan one step ahead, harus melangkah lebih” pesannya. Ia menambahkan “Orang yang terbaik itu adalah orang yang paling manfaat buat orang lain.”

Prof. Rahmat Budiman, S.S., M. Hum., Ph.D.

Tahun 2025 menandai babak penting dalam perjalanan karier akademik Prof. Rahmat Budiman. Pada tahun yang sama, beliau secara resmi meraih jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar/ Profesor dan diamanahkan untuk mengemban tugas sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Terbuka (UT). Pencapaian yang luar biasa ini merupakan bukti nyata dari dedikasi panjang beliau dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi terbuka, serta komitmennya untuk memperkuat tata kelola akademik di lingkungan UT. 

Prof. Rahmat Budiman lahir di Bogor pada tanggal 16 Januari 1971. Perjalanan akademiknya menunjukkan semangat yang tinggi dalam memperdalam ilmu pengetahuan, Beliau menamatkan pendidikan sarjana di Universitas Pakuan dengan mengambil Jurusan Sastra Inggris. Studi magister dilanjutkan di Universitas Indonesia dengan fokus pada Ilmu Linguistik. Beliau lulus dengan predikat Cum Laude. Semangat keilmuan membawanya meraih gelar Doktor di University of Dundee, Inggris. Gelar ini diperoleh melalui beasiswa bergengsi dari Bank Dunia, sebuah pencapaian yang menegaskan wawasan globalnya sebagai akademisi. 

Sejak bergabung dengan Universitas Terbuka pada tahun 1999, Prof. Rahmat telah melalui perjalanan panjang dan menduduki berbagai posisi strategis. Beliau pernah menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Bahasa dan Sastra, Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra FHISIP (Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik), Koordinator Protokoler dan Urusan Kerja Sama Internasional, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FHISIP.  Sebelum dipercaya memegang tanggung jawab di bidang akademik, beliau menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis untuk periode 2021–2025

Kiprah Prof. Rahmat tidak terbatas di dalam negeri. Beliau juga aktif berperan di kancah internasional, di antaranya pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal The Asian Association of Open Universities (AAOU) untuk periode 2020–2022 dan 2023-2025. Peran ini menegaskan komitmen beliau dalam memperkuat kolaborasi pendidikan jarak jauh di kawasan Asia dan mendukung misi Universitas Terbuka menuju institusi pendidikan tinggi terbuka berkelas dunia. 

Bagi Prof. Rahmat, pengabdian di Universitas Terbuka adalah wujud nyata kontribusi untuk masyarakat. Beliau memiliki keyakinan mendalam terhadap peran pendidikan: 

“Saya pernah ke Sabang sampai Sorong, bahkan ke pulau terluar seperti Tahuna. Saya percaya pendidikan adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.” 

Sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Rahmat Budiman memegang peran krusial dalam memastikan seluruh proses akademik di Universitas Terbuka berjalan selaras dengan prinsip mutu, inovasi, dan inklusivitas. Dengan berbekal pengalaman yang luas dan kepemimpinan yang visioner, beliau terus mendorong transformasi akademik UT agar menjadi universitas terbuka yang adaptif, unggul, dan berdaya saing global


Dr. Adrian Sutawijaya, S.E., M.Si.
 

Memberi kemudahan pada orang lain, memudahkan jalan kita sendiri 

Dr. Adrian Sutawijaya, S.E., M.Si. saat ini mengemban amanah sebagai Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum Universitas Terbuka berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Terbuka Nomor 2719 Tahun 2025 tanggal 14 Oktober 2025. Sebelum menjabat posisi tersebut, beliau dipercaya sebagai Direktur Manajemen Aset, Umum, Pengadaan Barang/Jasa sejak Mei 2023. Rekam jejak kepemimpinannya di Universitas Terbuka terbilang panjang dan konsisten, dengan berbagai posisi strategis yang telah ia emban, antara lain sebagai Sekretaris Jurusan IESP FE, Pembantu Dekan I FE, Kepala UPBJJ-UT Pangkalpinang, Kepala Unit Layanan Pengadaan, serta Kepala Unit Pengadaan Barang/Jasa. 

Lahir di Jentian, 3 Mei 1977, Adrian Sutawijaya menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang, dan meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) pada tahun 2000. Dua tahun kemudian, ia menyelesaikan Magister Sains (M.Si.) di bidang Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan di universitas yang sama. 

Sejak bergabung sebagai dosen di UT pada tahun 2002, Adrian Sutawijaya menunjukkan dedikasi tinggi terhadap pengembangan produk akademik dan kegiatan operasional di UT. Perjalanan panjang di berbagai posisi strategis mengantarkan Adrian menjadi bagian penting dalam transformasi tata kelola pengadaan barang/jasa di Universitas Terbuka. Salah satu inovasi penting dalam transformasi ini adalah pengembangan aplikasi pengadaan barang/jasa berbasis digital bernama PROMISE (Procurement Management Information System), sebuah platform pengadaan barang/jasa yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi dan ekonomis (Value for Money) dalam Pengadaan barang/jasa serta menjadi pengawal governansi di setiap tahapan pengadaan barang/jasa di UT. Inovasi ini menjadi tonggak penting dalam transformasi tata kelola pengadaan barang/jasa. Aplikasi ini sudah mendapatkan penghargaan internasional dan banyak HAKI selain itu juga Aplikasi sudah di adopsi pada perguruan tinggi negeri/Departemen lainnya di Indonesia. 

Pengalaman bekerja di Universitas Terbuka bagi Adrian merupakan perjalanan yang sarat nilai dan pembelajaran. UT memberikan kesempatan untuk berkembang, berinovasi, dan berkontribusi nyata dalam dunia pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh. Melalui budaya kerja yang profesional, disiplin, dan penuh kekeluargaan, saya belajar bahwa keberhasilan bukan hanya hasil kerja keras pribadi, tetapi buah dari kolaborasi dan semangat melayani. Menjadi bagian dari Universitas Terbuka adalah kehormatan sekaligus kebanggaan 

tersendiri. Dalam menjalankan tugas, ia selalu bersikap tegas, konsisten pada prinsip. Namun di balik ketegasannya, tersimpan pribadi yang homuris, rendah hati dan helpful.

Prof. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si.

Dikenal sebagai sosok yang disiplin, rendah hati, dan memiliki semangat belajar tanpa henti, Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si. adalah salah satu figur penting di balik transformasi digital dan penguatan layanan kemahasiswaan Universitas Terbuka (UT). Lahir di Tapanuli Utara pada 20 Agustus 1970, Prof. Paken tumbuh dengan rasa ingin tahu yang besar terhadap alam semesta—minat yang terus terjaga hingga kini lewat hobinya membaca buku-buku tentang pembentukan jagat raya. 

Prinsip hidupnya sederhana namun kuat: “Tak ada yang sulit dilakukan asalkan mau berusaha dan kerja keras.” Prinsip inilah yang mengantarnya meniti karier panjang di UT sejak pertama kali bergabung sebagai dosen Pendidikan Fisika FKIP pada tahun 1997. Dari ruang kuliah hingga ruang kebijakan, Prof. Paken telah melewati berbagai peran strategis: Ketua Program Studi S1 Pendidikan Fisika (2003–2007), Direktur UT Batam selama dua periode (2008–2016), Direktur UT Ambon (2018–2022), Kepala Pusat Pengelolaan Bahan Ajar (2009–2021), serta Ketua Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (2021–2023)

Pada tahun 2023, di awal masa jabatannya sebagai Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan (Wakil Rektor III), Prof. Paken juga sempat merangkap sebagai Direktur Sistem Informasi UT, menunjukkan kapasitasnya dalam mengintegrasikan kebijakan akademik dan transformasi digital. Di tahun yang sama, beliau juga sempat menjabat sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana UT, sebelum akhirnya dipercaya mengemban tanggung jawab strategis sebagai Wakil Rektor III pada 31 Juli 2023

Rekam jejak akademiknya pun tak kalah gemilang. Lulusan tercepat Program S1 Fisika Murni Universitas Gadjah Mada (1995) ini meraih gelar Magister Fisika Teoretis dan Komputasi dari Institut Teknologi Bandung (2003) dengan predikat terbaik, serta menuntaskan studi doktoralnya di Universitas Negeri Surabaya (2017) dengan predikat Cum Laude. Ketekunan dan dedikasinya pada dunia pendidikan membuahkan berbagai penghargaan, termasuk Satyalancana Karya Satya 10 dan 20 Tahun dari Presiden Republik Indonesia serta Dosen Berprestasi dari Rektor UT. 

Salah satu capaian penting Prof. Paken selama menjabat sebagai Wakil Rektor III adalah keberhasilannya mentransformasikan lebih dari 1.000 Kelompok Belajar (Pokjar) di seluruh Indonesia menjadi sekitar 700 Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT). Langkah besar ini menjadi tonggak baru dalam penguatan tata kelola layanan mahasiswa. Melalui SALUT, UT kini memiliki sistem layanan yang lebih modern, terstandar, serta didukung sarana dan prasarana yang jauh lebih representatif dibandingkan sebelumnya. Transformasi ini menjadi bukti nyata komitmen beliau dalam menghadirkan layanan pendidikan jarak jauh yang lebih inklusif, efisien, dan berkualitas. 

Di balik sikapnya yang tegas dan terukur, Prof. Paken dikenal sebagai sosok keluarga yang hangat. Ia menikah dengan Dumaria Simanullang, S.Kep., dan dikaruniai dua putra  yaitu anak pertama bernama Adriel Omarpadu yang mengikuti Pendidikan Sekolah Perwira semester terakhir di Fakultas Sains dan Teknologi Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia Program Studi Teknik Informatika Militer, kemudian anak kedua bernama Jeremiah Upgal,  yang mewarisi semangat juang serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. 

Kini, dengan tanggung jawabnya sebagai Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi, Layanan Jarak Jauh dan Alumni, Prof. Paken berkomitmen membawa UT melangkah lebih jauh sebagai Perguruan Tinggi Negeri berkelas dunia—institusi yang menghadirkan akses pendidikan tinggi jarak jauh yang berkualitas bagi siapa pun, di mana pun mereka berada. Melalui kepemimpinan yang inovatif, berbasis data, dan berorientasi pada mahasiswa, beliau terus mengukuhkan peran UT sebagai pionir pendidikan tinggi terbuka yang adaptif terhadap perubahan zaman dan kemajuan teknologi. 

Dr. Hendrian, S.E., M.Si.

Dikenal sebagai sosok yang visioner, berintegritas, dan berkomitmen tinggi terhadap pengembangan pendidikan tinggi terbuka, Dr. Hendrian, S.E., M.Si. kini mengemban amanah sebagai Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Bisnis Universitas Terbuka (UT). Pengangkatannya ditetapkan melalui Keputusan Rektor Universitas Terbuka Nomor 2720 Tahun 2025 tanggal 14 Oktober 2025. Dengan pengalaman panjang di bidang akademik dan manajerial, beliau diharapkan memperkuat arah strategis UT dalam membangun riset dan inovasi yang berdaya saing global, serta memperluas kolaborasi lintas sektor untuk mendukung keberlanjutan bisnis dan reputasi universitas. 

Lahir di Bukittinggi, 29 Januari 1969, Dr. Hendrian menempuh pendidikan tinggi di Universitas Pasundan Bandung, dan meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) dengan konsentrasi Akuntansi pada tahun 1993. Beliau kemudian melanjutkan studi ke jenjang Magister Sains (M.Si.), Jurusan Akuntansi Universitas Gadjah Mada pada tahun 2007, serta menamatkan pendidikan Doktor (S3) Ilmu Akuntansi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tahun 2020 di bawah bimbingan Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., Rektor UGM saat itu. Latar belakang pendidikan yang kuat di bidang akuntansi dan riset menjadi fondasi penting bagi kiprahnya dalam mengembangkan tata kelola universitas yang transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perubahan zaman. 

Dr. Hendrian bergabung dengan Universitas Terbuka pada tahun 2000 sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Seiring pengabdian dan prestasinya, beliau kemudian dipercaya memegang sejumlah posisi strategis: Ketua Program Studi Akuntansi (2010–2020), Ketua Jurusan Akuntansi (2020–2022), Ketua dan Kepala Satuan Pengawas Internal (2022–2023), serta Kepala Kantor Pengawas Internal (2023–2025) sebelum akhirnya diamanahkan sebagai Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis. 

Dalam kepemimpinannya, Dr. Hendrian menekankan pentingnya budaya riset yang produktif, inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta penguatan jejaring kerja sama di tingkat nasional dan internasional. Ia juga mendorong transformasi digital dalam tata kelola universitas agar lebih efisien dan berdampak luas. 

Atas dedikasinya, beliau telah menerima berbagai penghargaan bergengsi, antara lain Satyalancana Karya Satya 10 Tahun (2013), Satyalancana Karya Satya 20 Tahun (2022) 

dari Presiden Republik Indonesia, serta penghargaan Dosen Berprestasi Universitas Terbuka (2009). 

Di luar aktivitas akademik dan kepemimpinan, Dr. Hendrian dikenal sebagai pribadi yang disiplin, rendah hati, dan berorientasi pada pengembangan diri. Bersama istri tercinta, Nining Setianingsih, beliau membangun keluarga yang harmonis dan menjadi teladan dalam menjunjung nilai-nilai integritas serta semangat belajar sepanjang hayat. 

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di Universitas Terbuka, Dr. Hendrian berkomitmen menjadikan UT sebagai pusat unggulan riset dan inovasi pendidikan terbuka yang berkontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembangunan bangsa. 

Dr. Kurnia Endah Riana, S.E., M.Com.

Setiap kebijakan yang berjalan dan setiap keputusan pimpinan yang tersampaikan, terdapat koordinasi yang dirawat serta komunikasi kelembagaan yang dijaga. Peran tersebut diemban oleh Dr. Kurnia Endah Riana, S.E., M.Com. sebagai Sekretaris Universitas Terbuka untuk masa jabatan 30 Januari 2026 hingga 30 Januari 2031.

Sebagai simpul koordinasi, Sekretaris Universitas mengintegrasikan perencanaan strategis, urusan hukum dan advokasi, tata laksana dan keprotokolan, serta penyampaian pernyataan resmi pimpinan. Melalui peran ini, kebijakan Rektor, hubungan antarorgan universitas, serta laporan dan evaluasi kelembagaan berjalan tertib dan selaras sehingga arah pengembangan Universitas Terbuka tetap terjaga.

Lahir di Semarang pada 6 Mei 1973, Dr. Kurnia Endah Riana, S.E., M.Com. menempuh pendidikan Sarjana Manajemen di Universitas Sebelas Maret (1997). Ia melanjutkan studi ke Curtin University of Technology, Australia, dan meraih gelar Master of Commerce (Marketing) pada tahun 2006, kemudian menyelesaikan pendidikan doktoralnya di bidang Ilmu Manajemen Universitas Indonesia pada tahun 2022. Latar belakang akademik tersebut memperkuat pemahaman mengenai dinamika organisasi, perencanaan strategis, serta pengambilan keputusan di lingkungan pendidikan tinggi.

Sejak bergabung dengan Universitas Terbuka pada tahun 1999 sebagai dosen, ia mengemban berbagai peran kepemimpinan, antara lain Asisten Pembantu Rektor II, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Kepala Kantor Kebijakan Strategis. Rangkaian pengalaman tersebut membentuk perspektif menyeluruh terhadap proses akademik dan tata kelola kelembagaan, dari perumusan kebijakan hingga implementasinya dalam operasional universitas.

Dalam menjalankan amanah sebagai Sekretaris Universitas, Dr. Kurnia Endah Riana, S.E., M.Com. menekankan koordinasi yang tertata, kepastian aspek hukum, dan ketepatan komunikasi resmi kepada para pemangku kepentingan. Dengan pendekatan sistematis dan berorientasi pelayanan, ia memastikan perumusan dan pengawalan kebijakan strategis, harmonisasi hubungan antarorgan, serta kepastian aspek hukum, sehingga keputusan pimpinan terlaksana konsisten dan mendukung peningkatan layanan serta kepercayaan sivitas akademika dan mitra Universitas Terbuka.