493 Langkah, 493 Cerita — UT Jambi Antar Mereka yang Tak Pernah Berhenti Melangkah Menggapai Mimpi

Harapan memenuhi Abadi Convention Center, Kota Jambi, Senin (17/11/2025). Di ruangan besar yang dipenuhi toga dan senyum bangga itu, 493 mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Jambi akhirnya merayakan pencapaian yang mereka kejar selama bertahun-tahun. Bagi sebagian besar dari mereka—87 persen yang merupakan pekerja—wisuda ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol ketekunan di tengah rutinitas dan tanggung jawab hidup.

Prosesi wisuda Periode II 2025 dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UT, Prof. Rahmat Budiman, didampingi Direktur UT Jambi Rahmaddian, serta dihadiri Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, dan jajaran Forkopimda. Hadirnya para pemimpin daerah membuat momen ini terasa semakin istimewa, khususnya bagi para lulusan yang datang dari berbagai kabupaten—termasuk dari daerah yang jauh seperti Batanghari dan Kerinci.

Dalam sambutannya, Prof. Rahmat Budiman menekankan kembali peran UT sebagai perguruan tinggi negeri milik pemerintah yang membuka akses pendidikan tanpa batas ruang dan jarak.

“UT hadir untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, memberi kesempatan bagi masyarakat di mana pun berada. Banyak mahasiswa kita berasal dari daerah jauh seperti Batanghari dan Kerinci. Tanpa UT, mereka tentu sulit melanjutkan kuliah,” ujarnya.

Kalimat itu disambut tepuk tangan panjang, seakan mewakili rasa syukur para wisudawan yang menemukan jalan belajar tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun keluarga.

Karena mayoritas mahasiswa UT adalah pekerja, perjalanan mereka menuju kelulusan diwarnai berbagai cerita pengorbanan—belajar di sela shift, mencuri waktu malam untuk mengerjakan tugas, atau mengikuti ujian setelah seharian bekerja. Bagi mereka, pendidikan bukan sekadar gelar, melainkan langkah untuk meningkatkan kompetensi dan membuka peluang karier yang lebih baik. UT memastikan hal itu terwujud dengan memantau perkembangan alumni hingga enam tahun setelah kelulusan, sebuah komitmen yang jarang dilakukan perguruan tinggi lain

Dalam acara tersebut, Prof. Rahmat juga menyampaikan kabar yang memperkuat optimisme. Tahun depan, UT membuka program vokasi baru seperti Akuntansi, Teknik Informatika, Manajemen Logistik, dan Sistem Akuntansi, dengan kurikulum 60 persen praktik dan 40 persen teori. Pendekatan ini dirancang agar lulusan benar-benar siap memasuki dunia kerja—selaras dengan semangat SDG Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Sementara itu, Direktur UT Jambi Rahmaddian memberikan apresiasi khusus bagi para lulusan yang menyelesaikan studi dari berbagai latar belakang. Ada guru honorer, tenaga kesehatan, pegawai swasta, ASN, hingga pelaku UMKM yang memilih tetap melanjutkan pendidikan meskipun kesibukan mereka tak ringan.

“Kami bangga karena para lulusan hari ini berasal dari berbagai latar belakang dan tetap berkomitmen menyelesaikan pendidikan meski banyak yang sudah bekerja,” katanya.

Wisuda kemudian ditutup dengan suasana hangat—pelukan orang tua, foto bersama, dan ucapan selamat dari para pimpinan UT. Di tengah sorotan lampu dan senyum bangga, satu hal terasa jelas: Universitas Terbuka kembali menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas bukan lagi hak eksklusif bagi mereka yang tinggal di kota besar, tetapi terbuka bagi siapa pun yang ingin terus melangkah. Melalui fleksibilitas dan komitmen untuk pemerataan pendidikan, UT menjadi jembatan bagi masyarakat untuk meraih pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan akar kehidupan mereka.