Dalam sebuah pertemuan virtual penting yang mempertemukan para pemimpin dan pakar pendidikan dari seluruh dunia, UNESCO International Centre for Higher Education Innovation (UNESCO-ICHEI) mengadakan pertemuan kemitraan pada 6 Januari 2025. Acara ini, yang berfokus pada tema digitalisasi dalam pendidikan tinggi, menampilkan berbagai presentasi dan diskusi untuk mengevaluasi pencapaian tahun 2024 serta merumuskan inisiatif untuk masa depan.
Pertemuan kemitraan ini dibuka dengan sambutan dari dua tokoh terkemuka di bidang pendidikan: Prof. Jin Li, Direktur UNESCO-ICHEI, dan Prof. Kabiru Bala, Vice Chancellor dari Ahmadu Bello University di Nigeria, yang juga menjabat sebagai 2024 IIOE Rotating Presidency Unit. Prof. Jin menekankan pentingnya transformasi digital dalam pendidikan tinggi, sementara Prof. Bala menyoroti peran digitalisasi dalam mendorong kolaborasi antar institusi pendidikan di seluruh dunia.
Setelah sambutan pembuka, Mr. Sit Fung, Assistant Director UNESCO-ICHEI, menyampaikan tinjauan komprehensif tentang pencapaian organisasi selama tahun 2024. Presentasinya menyoroti tonggak penting, termasuk implementasi inisiatif pendidikan digital di berbagai negara anggota, pembentukan kemitraan dengan perusahaan teknologi, dan pengembangan sumber daya untuk meningkatkan literasi digital di kalangan pendidik dan pelajar.
Mr. Fung menyebutkan bahwa tahun 2024 menjadi tahun yang penting bagi UNESCO-ICHEI, dengan ekspansi jaringan International Institute of Online Education (IIOE) yang kini mencakup national centres di beberapa negara. “Upaya kami telah membangun fondasi yang kuat untuk masa depan, dan kami bersemangat untuk melanjutkan momentum ini pada tahun 2025,” ujarnya, sambil menguraikan rencana untuk kolaborasi dan inovasi lebih lanjut di tahun mendatang.

Sorotan dari National Centres IIOE
Sesi berikutnya didedikasikan untuk berbagi karya national Centres IIOE. Para direktur dari berbagai national centres menyampaikan inisiatif dan keberhasilan mereka dalam mempromosikan pendidikan digital di negara masing-masing.
- Mesir: Prof. Mona Abdel-Aal Elzahry dari IIOE Egypt National Centre di Ain Shams University memaparkan platform pembelajaran daring yang meningkatkan akses pendidikan bagi siswa di daerah terpencil.
- Nigeria: Prof. Muhammed Bashir Mu’azu dari IIOE Nigeria National Centre menyoroti pentingnya keterlibatan komunitas dalam mendorong inisiatif pendidikan digital.
- Indonesia: Prof. Dr. Paulina Pannen dan Ms. Rahayu Dwi Riyanti dari IIOE Indonesia National Centre mempresentasikan pendekatan inovatif untuk pelatihan guru dalam pedagogi digital.
- Uzbekistan: Dr. Normatov Sherbek dari IIOE Uzbekistan National Centre menjelaskan pengembangan sumber daya digital yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa di Asia Tengah.
Momen penting lainnya adalah peluncuran IIOE Higher Education Digitalisation Pioneer Case Award 2025 oleh Prof. Lim Cher Ping, Chief Expert IIOE sekaligus Chair Professor of Learning Technologies and Innovation di Education University of Hong Kong. Penghargaan ini bertujuan untuk mengakui dan merayakan inovasi digitalisasi dalam pendidikan tinggi yang menunjukkan dampak, keberlanjutan, dan inovasi.
Dalam sesi yang dinanti-nanti, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., Chairman of the Consortium of ICE Institute sekaligus Rector of Universitas Terbuka (UT), secara resmi ditunjuk sebagai 2025 IIOE Rotating Presidency Unit. Dalam pidatonya, Prof. Ojat menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan mengungkapkan harapan untuk kolaborasi anggota negara dalam mencapai visi tahun 2025. Fokus utama akan mencakup peningkatan infrastruktur digital, penelitian dalam teknologi pendidikan, dan penguatan kemitraan internasional.
Pertemuan ini diakhiri dengan sambutan penutup dari Prof. Li Ming, Secretary-General of IIOE Secretariat, yang menekankan pentingnya aksi kolektif dalam memajukan pendidikan digital. “Saat kita melangkah ke depan, mari kita tetap berkomitmen pada tujuan bersama untuk inklusivitas, inovasi, dan keunggulan dalam pendidikan tinggi,” ajaknya kepada para peserta.
Pertemuan kemitraan virtual ini menjadi pengingat kuat akan potensi digitalisasi dalam mengubah pendidikan tinggi dan pentingnya kolaborasi antar pemimpin pendidikan global. Inisiatif yang dibahas dalam pertemuan ini akan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan pendidikan bagi generasi mendatang.

