Tidak semua langkah awal dimulai dari ruang kelas. Sebagian justru dimulai dari keberanian menata waktu sendiri, mengatur ritme belajar, dan berkomitmen pada layar yang menyala di ruang pribadi. Di titik itulah ratusan mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Jambi memulai babak barunya melalui kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) Semester 2025/2026 Genap.
Mengusung tema “Langkah Awal Menuju Generasi Mandiri, Unggul, dan Inovatif”, kegiatan yang berlangsung pada 14–15 Februari 2026 ini menjadi fondasi penting bagi mahasiswa Program Sarjana dan Diploma dalam memahami sistem pendidikan jarak jauh yang menjadi ciri khas Universitas Terbuka. Bukan sekadar seremoni penyambutan, agenda ini dirancang sebagai ruang transisi, dari calon mahasiswa menjadi pembelajar mandiri yang siap menghadapi tantangan zaman.
Sejak hari pertama, peserta dibekali pemahaman menyeluruh mengenai mekanisme pembelajaran, strategi belajar efektif, hingga optimalisasi teknologi dalam proses akademik. Penjelasan disampaikan secara sistematis agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam praktik belajar sehari-hari. Di sinilah mentalitas belajar mandiri mulai dibentuk.
Direktur UT Jambi, Rahmaddian, SE., M.M., menegaskan bahwa fleksibilitas sistem pembelajaran jarak jauh harus diimbangi dengan kesiapan pribadi yang kuat. Menurut dia, keberhasilan studi di UT sangat ditentukan oleh kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab mahasiswa.
“Universitas Terbuka menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh yang memberi kesempatan luas kepada mahasiswa untuk belajar secara mandiri dengan dukungan teknologi dan layanan akademik yang terstruktur. Dengan pemahaman yang baik sejak awal, mahasiswa akan lebih siap meraih kesuksesan akademik,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kebebasan dalam belajar bukan berarti tanpa arah. Justru, semakin fleksibel sistemnya, semakin besar pula tanggung jawab yang harus diemban mahasiswa. Untuk itu, UT Jambi menghadirkan pemateri kompeten seperti Ceki Muttaqin, S.Hum., Denok Sih Utami, SE., M. Fadly, S.Ak., Esick Gren Dolly, S.ST., serta Achmad Syifqi, S.Kom., M.Kom.
Mereka membawakan materi seputar strategi belajar efektif, manajemen waktu, pemanfaatan platform pembelajaran daring, hingga pengenalan layanan akademik dan administrasi. Materi tidak berhenti pada teori. Diskusi interaktif dan praktik langsung penggunaan sistem pembelajaran menjadi bagian penting, sehingga mahasiswa dapat merasakan langsung pengalaman belajar jarak jauh yang akan mereka jalani.
Sepanjang dua hari pelaksanaan, antusiasme peserta terlihat jelas. Pertanyaan muncul dari berbagai sudut ruangan, diskusi berlangsung dinamis, dan suasana belajar terasa hidup. Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen UT Jambi dalam mendorong akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas serta poin ke-9 tentang Inovasi dan Infrastruktur.
Melalui OSMB dan PKBJJ, mahasiswa diperkenalkan pada sistem sekaligus membangun pola pikir adaptif dan inovatif. Bekal ini diharapkan menjadi pijakan kuat dalam perjalanan akademik mereka.
Pendidikan jarak jauh berfokus pada kemampuan mengelola diri. Dari dua hari orientasi tersebut terlihat bahwa perjalanan menuju generasi mandiri, unggul, dan inovatif bertumpu pada komitmen yang mulai tumbuh pada mahasiswa baru UT Jambi.

