Transformasi pendidikan tinggi di era digital tidak bisa dijalankan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi, inovasi, dan kemitraan yang kuat agar perguruan tinggi mampu menjawab tantangan zaman yang terus bergerak cepat. Semangat itulah yang menjadi landasan Universitas Terbuka (UT) Purwokerto dan Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) saat resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi pada Jumat (5/6/2026).
Penandatanganan yang berlangsung di Gedung F Lantai 1 Fakultas Teknik Unsoed tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi penyelenggara Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) dengan salah satu fakultas teknik terbesar di Jawa Tengah.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan kedua institusi. Dari Fakultas Teknik Unsoed hadir Dekan Fakultas Teknik Prof. Dr. Eng. Ir. Agus Maryoto, S.T., M.T. bersama para wakil dekan dan pimpinan program studi. Sementara dari UT Purwokerto hadir Direktur UT Purwokerto Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., beserta jajaran manajemen.
Dalam sambutannya, Prof. Agus Maryoto memperkenalkan perkembangan Fakultas Teknik Unsoed yang saat ini memiliki sekitar 20 program studi dengan jumlah mahasiswa mencapai 3.200 orang dan didukung sekitar 160 dosen. Menurutnya, kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi kebutuhan penting untuk menghadapi dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompleks.
Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan UT Purwokerto diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Fakultas Teknik Unsoed siap berkolaborasi dalam berbagai program yang memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, maupun masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur UT Purwokerto Dr. Prasetyarti Utami mengungkapkan bahwa hubungan antara Universitas Terbuka dan Universitas Jenderal Soedirman sejatinya telah terjalin sejak lama. Ia menjelaskan bahwa sejak awal berdirinya Universitas Terbuka pada tahun 1984, keberadaan UT di Purwokerto mendapat pembinaan dari Unsoed sehingga kedua institusi memiliki ikatan historis yang kuat.
Menurutnya, penandatanganan kerja sama ini menjadi penguatan dari hubungan yang telah dibangun selama puluhan tahun sekaligus membuka peluang lahirnya berbagai program kolaboratif yang lebih luas di masa depan.
“Kerja sama ini merupakan penguatan dari hubungan yang telah terjalin sejak lama. Ke depan, kami berharap semakin banyak potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Dr. Prasetyarti juga menjelaskan bahwa saat ini Universitas Terbuka telah berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dan terus mengembangkan sistem pembelajaran berbasis teknologi. Bagi UT, teknologi bukan hanya menjadi tuntutan zaman, tetapi juga fondasi utama dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh.
Dengan jumlah mahasiswa aktif UT Purwokerto yang mendekati 30.000 orang serta dukungan sekitar 36.000 tutor eksternal di tingkat nasional, kualitas layanan akademik menjadi fokus utama yang terus diperkuat. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi mitra dinilai semakin penting untuk mendukung transformasi pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan.
Sejalan dengan semangat peningkatan akses dan mutu pendidikan yang inklusif, kerja sama ini juga mendukung upaya mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi, pengembangan kapasitas akademik, serta perluasan kolaborasi antarperguruan tinggi.
Melalui PKS yang telah ditandatangani, UT Purwokerto dan Fakultas Teknik Unsoed sepakat mengembangkan berbagai program bersama yang mencakup pendidikan dan pembelajaran, pemanfaatan dosen sebagai tutor dan narasumber akademik, penulisan bahan ajar, penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan kapasitas akademik lainnya.
Kerja sama ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya berbagai program konkret yang tidak hanya memberikan manfaat bagi sivitas akademika kedua perguruan tinggi, tetapi juga memperkuat kualitas pendidikan tinggi yang semakin relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.



