Kebumen, 21 September 2025 – Dalam rangka memperkuat peran pendidikan dan kepedulian terhadap isu lingkungan, Ikatan Keluarga Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT) Kebumen kembali menggelar program Sosialisasi Promosi (Sosprom). Kegiatan yang dikemas dalam bentuk workshop ini mengusung tema “Mengolah Sampah Menata Masa Depan” dan berlangsung di Gedung Teater Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kebumen.
Acara ini dihadiri oleh sekitar 50 peserta dari berbagai latar belakang profesi dan usia. Suasana kegiatan berlangsung hangat, interaktif, dan penuh antusiasme. Tidak hanya menjadi ajang promosi pendidikan tinggi terbuka, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi publik tentang pentingnya pengelolaan sampah secara bijak dan berkelanjutan.
Workshop terselenggara atas kolaborasi antara IKA-UT Kebumen dan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Kebumen. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkenalkan Universitas Terbuka sebagai alternatif pendidikan tinggi yang fleksibel dan terjangkau, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan melalui edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Salah satu momen menarik dalam workshop ini adalah pemaparan dari Annisa Quraini, perwakilan Labtanya Tangerang Selatan yang hadir sebagai pembicara. Ia mengenalkan permainan edukatif bernama Kartu Rumah Minim Sampah (KMS), yang mengajak peserta untuk memahami keterkaitan antara pola konsumsi rumah tangga dan produksi sampah sehari-hari. Pendekatan ini menjadi sarana yang efektif dalam membangun kesadaran kritis masyarakat, sekaligus menghadirkan nuansa belajar yang menyenangkan.
Dalam sambutannya, Ketua IKA-UT Kebumen, Teguh Hindarto, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar sosialisasi akademik, tetapi juga merupakan bagian dari kontribusi alumni Universitas Terbuka dalam menjawab tantangan sosial dan lingkungan. Ia menyebut bahwa perubahan pola konsumsi dan peningkatan literasi masyarakat terhadap isu lingkungan merupakan langkah awal yang penting untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih sistematis.
Lebih lanjut, IKA-UT dan SALUT Kebumen menyampaikan harapan bahwa kegiatan ini mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Workshop ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap agenda global Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya tujuan ke-11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan, serta tujuan ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif seperti ini, IKA-UT Kebumen menunjukkan bahwa pendidikan dan kesadaran lingkungan dapat berjalan seiring sebagai bagian dari gerakan kolektif membangun masa depan yang lebih lestari.
Harapan ke depan, dengan semakin meningkatnya kesadaran dan partisipasi dari berbagai lapisan masyarakat, pengelolaan sampah yang berkelanjutan bukan lagi menjadi wacana semata, melainkan praktik nyata yang berkontribusi pada terciptanya lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.



