Bandung Utara — Di tengah rimbunnya hutan Bandung Utara, proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas atau layar gawai. Universitas Terbuka (UT) bersama Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara menjalin kolaborasi melalui program Praktik Kerja Lapang (PKL), membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja secara langsung.
Melalui kerja sama ini, mahasiswi Universitas Terbuka menjalani PKL selama satu bulan penuh di wilayah kerja KPH Bandung Utara. Program tersebut dirancang untuk menjembatani teori akademik dengan praktik lapangan, sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa agar lebih selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI).
Atas nama Administratur KPH Bandung Utara, Kepala Seksi Madya Keuangan, Sumber Daya Manusia (SDM), Umum, dan Teknologi Informasi, Rahmat Sungkawa, menegaskan komitmen Perum Perhutani dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa.
“Melalui pengalaman lapangan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami dunia kehutanan secara lebih utuh dan mengintegrasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan kondisi nyata di lapangan,” ujarnya.
Selama mengikuti PKL, mahasiswa tidak hanya bersentuhan dengan aspek teknis pengelolaan hutan. Mereka juga diperkenalkan pada budaya kerja, tata kelola organisasi, serta peran sumber daya manusia dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan hutan. Pengalaman ini menjadi bekal penting dalam membentuk lulusan yang adaptif dan siap menghadapi dinamika dunia kerja.
Bagi Universitas Terbuka, kolaborasi dengan mitra DUDI seperti Perum Perhutani merupakan bagian dari strategi memperkuat kualitas lulusan. Sebagai perguruan tinggi dengan sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh, UT tidak hanya membuka akses pendidikan tinggi yang inklusif, tetapi juga memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman praktis yang relevan dan aplikatif.
“Keterbatasan jarak dan waktu bukan alasan untuk membatasi pengalaman belajar mahasiswa,” menjadi semangat yang tercermin dalam kolaborasi ini. Dunia kerja, termasuk sektor kehutanan, tetap bisa dihadirkan sebagai ruang belajar nyata bagi mahasiswa UT.
Nada, mahasiswi Universitas Terbuka yang mengikuti PKL di KPH Bandung Utara, mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari keterlibatan langsung di lingkungan kerja. Menurutnya, pengalaman tersebut membantu mahasiswa memahami tantangan nyata di lapangan, sekaligus melatih keterampilan profesional dan membangun kepercayaan diri.
Lebih luas, sinergi antara UT dan Perum Perhutani juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pendidikan berkualitas dan inklusif sebagaimana tertuang dalam SDGs 4 berpadu dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kerja layak pada SDGs 8, serta pelestarian ekosistem daratan yang menjadi fokus SDGs 15.
Dari hutan Bandung Utara, kolaborasi ini menunjukkan bahwa pendidikan dan industri dapat berjalan beriringan. Bukan sekadar menjaga kelestarian alam, tetapi juga menyiapkan generasi muda yang siap bekerja, berdaya saing, dan berwawasan keberlanjutan.



