MALANG – Kegiatan benchmarking yang dilakukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka (FKIP UT) ke Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkembang menjadi langkah konkret melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1 Gedung Megawati itu tidak hanya mempertemukan kedua institusi untuk berbagi praktik. Kesepakatan yang dibuat membuka ruang kerja sama dalam sejumlah bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kurikulum, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Delegasi FKIP-UT dipimpin oleh Dr. Mukti Amini, M.Pd., selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Layanan Pembelajaran, dan Kerja Sama. Ia hadir bersama Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam, Ketua Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta perwakilan Universitas Terbuka Malang.
Rombongan tersebut diterima langsung oleh Dekan FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A., beserta jajaran wakil dekan. Muhammad Walid menyampaikan apresiasi atas kepercayaan FKIP-UT yang menjadikan FITK sebagai mitra benchmarking sekaligus mitra strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi.
Dari pertemuan tersebut, ruang kerja sama kedua institusi diarahkan pada sejumlah agenda yang lebih luas. Pengembangan kurikulum, penelitian, publikasi ilmiah, penjaminan mutu, internasionalisasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian dari bidang yang dapat dikembangkan melalui kemitraan tersebut.
Pelaksanaan kerja sama ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Di sisi lain, kemitraan antara kedua institusi turut mencerminkan SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi.
Bagi FKIP UT dan FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, benchmarking menjadi lebih dari sekadar forum berbagi pengalaman. Pertemuan tersebut menjadi titik awal kolaborasi yang diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kapasitas akademik secara berkelanjutan.


