Di Tengah Lumpur Pidie Jaya, UT Aceh Hadir Bawa Bantuan dan Harapan

Warga Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, masih disibukkan dengan aktivitas membersihkan rumah mereka yang dipenuhi lumpur. Di sudut-sudut desa, terlihat warga saling membantu mengangkat perabotan yang rusak, menyapu sisa lumpur, hingga menata kembali tempat tinggal yang sempat porak-poranda akibat bencana beberapa waktu lalu.

Di tengah suasana pemulihan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kebencanaan Universitas Terbuka (UT) Aceh hadir menyapa warga, Rabu (11/3/2026). Kehadiran tim dari UT Aceh tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan semangat baru bagi masyarakat yang sedang berusaha bangkit dari situasi sulit.

Rombongan UT Aceh disambut langsung oleh Keuchik Gampong Manyang Cut, Camat Meureudu, serta perangkat desa setempat. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat kebersamaan antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, UT Aceh menyerahkan berbagai bantuan yang dibutuhkan warga, mulai dari AC, genset, sembako, hingga kebutuhan lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjalani proses pemulihan yang masih berlangsung.

Direktur UT Aceh, Windra Irawan S.IKom., MSi melalui Ketua Tim PKM Kebencanaan, Riyandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Universitas Terbuka terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan pascabencana.

“Kehadirannya menjadi penyemangat tersendiri bagi masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa alumni UT turut aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan,” ujar Riyandi.

Kegiatan pengabdian tersebut juga menghadirkan Putri Indonesia Aceh 2026 yang merupakan alumni Universitas Terbuka. Kehadirannya menarik perhatian warga sekaligus menjadi inspirasi tersendiri bagi masyarakat, terutama generasi muda di desa tersebut.

Bagi warga Manyang Cut, kunjungan ini terasa lebih dari sekadar penyerahan bantuan. Tim PKM Kebencanaan UT Aceh juga menyempatkan diri turun langsung ke lokasi terdampak untuk melihat kondisi masyarakat secara langsung.

Di lapangan, mereka menyaksikan bagaimana warga masih bergotong royong membersihkan rumah dan lingkungan sekitar. Beberapa rumah terlihat masih dipenuhi lumpur, sementara sebagian warga lainnya masih tinggal di hunian sementara (huntara) sambil menunggu proses perbaikan rumah mereka.

Meski kondisi belum sepenuhnya pulih, semangat kebersamaan warga terlihat begitu kuat. Mereka saling membantu membersihkan rumah, memperbaiki lingkungan, hingga memastikan tetangga di sekitarnya tetap mendapatkan dukungan.

“Melalui kegiatan ini, UT Aceh berharap dapat memberikan dukungan moral sekaligus bantuan nyata bagi masyarakat terdampak bencana,” ucap Riyandi.

Kegiatan PKM Kebencanaan ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Terbuka dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. UT tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut peduli terhadap persoalan sosial di berbagai daerah.

Sebagai perguruan tinggi negeri dengan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, Universitas Terbuka selama ini dikenal luas karena memberikan kesempatan belajar bagi siapa saja tanpa batasan usia, pekerjaan, maupun lokasi. Nilai keterbukaan inilah yang juga tercermin dalam berbagai kegiatan sosial yang dilakukan UT di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan pengabdian seperti ini, UT Aceh berharap hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta masyarakat dapat terus diperkuat, terutama dalam membantu percepatan pemulihan daerah yang terdampak bencana.

“UT Aceh juga berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak lainnya dapat terus diperkuat guna membantu percepatan pemulihan masyarakat di daerah terdampak bencana,” pungkas Riyandi.

Di tengah upaya warga Manyang Cut menata kembali kehidupan mereka, kehadiran Universitas Terbuka menjadi pengingat bahwa dukungan dan kepedulian dapat datang dari berbagai arah. Tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa harapan bahwa bersama-sama, masyarakat bisa kembali bangkit dan menatap masa depan dengan lebih optimistis.