Dunia Kerja Makin Fleksibel, UT Makassar Bekali Mahasiswa Skill Remote dan Freelance 

Bayangkan belum mengenakan toga, tetapi sudah memiliki CV yang siap dikirim, memahami cara menghadapi wawancara, mengenal berbagai platform pencarian kerja, bahkan mulai menjajaki peluang bekerja dari mana saja. Gambaran itu kini semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. 

Perubahan dunia kerja membuat persiapan karier tidak bisa lagi menunggu sampai wisuda. Peluang kerja kini hadir dalam beragam bentuk, termasuk pekerjaan freelance dan remote yang memungkinkan seseorang bekerja lebih fleksibel tanpa selalu terikat pada ruang kantor. 

Kondisi inilah yang menjadi perhatian Universitas Terbuka (UT) Makassar melalui Workshop Pusat Karier 2026 bertema “Membangun Karier Tanpa Batas” yang digelar di Kantor UT Makassar, Kamis (6/8/2026). 

Kegiatan yang diselenggarakan Unit Pemberdayaan Alumni, Sentra Karier, dan Penempatan Kerja Universitas Terbuka tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami perubahan dunia kerja sekaligus membekali diri dengan keterampilan yang dibutuhkan sebelum benar-benar masuk ke dunia profesional. 

Salah satu materi yang dibahas adalah “Freelance & Remote Working: Peluang, Tantangan, Skill, dan Platform Kerja”. Melalui materi ini, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada tren pekerjaan fleksibel, tetapi juga diajak melihat bagaimana peluang tersebut dapat menjadi bagian dari pilihan karier mereka. 

Workshop menghadirkan Dinda Angkotasan, Senior Customer Success Associate Kinobi, sebagai narasumber. Mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai pengenalan potensi diri, strategi memasuki dunia kerja, penyusunan curriculum vitae (CV), teknik menghadapi wawancara, hingga pemanfaatan berbagai platform karier. 

Menariknya, pembelajaran tidak berhenti pada sesi pemaparan. Peserta juga mengikuti praktik penyempurnaan CV, memanfaatkan UT Career Portal, serta menjalani simulasi wawancara kerja. Dengan cara tersebut, mahasiswa tidak hanya mengetahui apa yang harus dipersiapkan, tetapi juga berkesempatan mencoba secara langsung bagaimana menghadapi proses rekrutmen. 

Direktur UT Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, mengatakan perubahan dunia kerja menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki bekal yang lebih luas dari sekadar kemampuan akademik. Keterampilan, kemampuan beradaptasi, komunikasi, dan jejaring profesional menjadi bagian penting yang perlu dibangun sejak mahasiswa masih menempuh pendidikan. 

“Dunia kerja saat ini berkembang sangat dinamis. Karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga keterampilan, kemampuan berkomunikasi, membangun jejaring, serta memahami berbagai peluang kerja yang tersedia. Melalui kegiatan seperti workshop ini, kami berharap mahasiswa UT Makassar dapat memiliki wawasan yang lebih luas dan kesiapan yang lebih baik untuk membangun karier tanpa batas,” ujar Prof. Abdul Rahman Rahim. 

Menurut dia, mahasiswa juga perlu memanfaatkan berbagai layanan pengembangan karier yang disediakan UT sebagai bagian dari proses mempersiapkan diri memasuki dunia profesional. 

Hal senada disampaikan Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni UT Makassar, Andi Suci Anita. Ia menilai persiapan karier tidak semestinya baru dimulai ketika mahasiswa menyelesaikan perkuliahan. 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu mengenali potensi diri, mengembangkan keterampilan, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai peluang karier di masa depan. Dunia kerja terus berubah, sehingga mahasiswa perlu memiliki kemampuan adaptasi dan kesiapan yang baik,” ungkap Andi Suci Anita. 

Bagi UT Makassar, kesiapan kerja bukan sekadar tentang seberapa cepat lulusan mendapatkan pekerjaan. Lebih dari itu, mahasiswa perlu memiliki keberanian untuk mengenali kemampuan diri, terus belajar, beradaptasi dengan perubahan, dan membaca peluang yang muncul. 

Semangat tersebut sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendorong kesempatan belajar dan pengembangan kompetensi yang relevan sepanjang hayat. Pada saat yang sama, penguatan kesiapan kerja mahasiswa turut mendukung SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Pada akhirnya, “karier tanpa batas” bukan sekadar slogan. Batas itu dapat mulai hilang ketika mahasiswa tidak lagi menunggu dunia kerja datang menghampiri, melainkan mulai mempersiapkan diri untuk menjemputnya, bahkan sebelum pintu wisuda terbuka.