Suasana berbeda terasa di Ruang Tutorial 2 UT Majene pada 27–28 November 2025. Di tengah rutinitas perkuliahan, puluhan mahasiswa berkumpul dengan satu harapan: menemukan keberanian baru untuk memulai usaha mereka sendiri. Dua hari berjalannya Seminar Akademik Mahasiswa Kewirausahaan bukan hanya menjadi agenda akademik biasa, tetapi ruang bagi mahasiswa untuk melihat masa depan dengan cara yang lebih optimistis dan mandiri.
Acara ini dibuka resmi pada pukul 09.00 WITA oleh Direktur UT Majene, Devi Ayuni, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, Devi menekankan bahwa dunia saat ini menuntut generasi muda untuk adaptif dan mampu menangkap peluang di tengah perubahan teknologi. “Saya berharap seminar ini tidak hanya meningkatkan semangat mahasiswa untuk berwirausaha, tetapi juga mendorong mereka mencari peluang dengan memanfaatkan platform yang ada,” ujarnya. Baginya, mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi—sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang menekankan inklusi ekonomi dan inovasi (SDG 8 & SDG 9).
Komitmen UT dalam memperkuat kompetensi mahasiswa terlihat dari hadirnya para pimpinan penting, seperti Manajer Pembelajaran dan Ujian, Fitriadi Nurdin, S.Kom., M.M.Si., Manajer Marketing dan Registrasi, Dr. Syahrinullah, S.E., M.M., serta Kepala Subbagian Tata Usaha, Surahmansyah, S.IP. Keberadaan mereka memberikan pesan jelas: UT serius menyiapkan generasi unggul yang bukan hanya siap kerja, tetapi juga siap berkarya dan membuka lapangan kerja baru.
Memperkuat sisi praktis acara, UT Majene menghadirkan Muh. Arman Yamin Pagala, SP., MP., akademisi dan praktisi yang telah banyak bergiat dalam pengembangan produk olahan di berbagai daerah. Melalui pemaparannya, Arman mengajak mahasiswa untuk berani membaca dinamika pasar, melihat celah bisnis yang kerap tidak disadari, serta memahami strategi pemasaran yang relevan di era kompetisi global. Pendekatannya tidak menggurui—lebih seperti seorang mentor yang membuka jendela baru bagi mahasiswa untuk melihat peluang di depan mata.
Nilai tambah dari seminar ini terlihat saat peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dibimbing langsung menyusun proposal bisnis. Tahap praktis ini menjadi momen penting: mahasiswa dilatih menerjemahkan ide menjadi rencana usaha yang terukur dan realistis. Banyak peserta yang awalnya ragu kini mulai berani memetakan rencana, memanfaatkan kekuatan platform digital seperti media sosial dan e-commerce untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Pendekatan ini selaras dengan visi UT untuk memperkuat literasi digital mahasiswa sebagai bagian dari upaya mencapai SDG 4 tentang pendidikan berkualitas.
Seiring seminar ditutup, para peserta meninggalkan ruangan dengan antusiasme yang berbeda—penuh energi dan membawa bekal nyata untuk memulai langkah pertama mereka sebagai calon wirausahawan muda. Bagi UT Majene, acara ini bukan sekadar rangkaian kegiatan, tetapi investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi unggul yang mandiri, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.



