NUNUKAN — Di wilayah perbatasan, jarak sering kali bukan sekadar hitungan kilometer. Bagi sebagian masyarakat, jarak bisa berarti kesempatan yang tertunda, mimpi kuliah yang disimpan lama, atau keinginan meningkatkan pendidikan yang harus mengalah pada pekerjaan dan tanggung jawab harian.
Namun, harapan itu kini terasa lebih dekat bagi masyarakat dan perangkat desa di Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Melalui layanan pembelajaran terbuka dan jarak jauh, Universitas Terbuka (UT) Tarakan memperkenalkan akses pendidikan tinggi yang lebih fleksibel, mudah dijangkau, dan memungkinkan masyarakat tetap kuliah tanpa harus meninggalkan aktivitas utama mereka.
Peluang tersebut disampaikan dalam Sosialisasi dan Promosi Layanan Pendidikan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) UT Tarakan yang difasilitasi Pemerintah Kecamatan Sebatik Utara. Kegiatan ini berlangsung di Aula Pertemuan Garuda Perkasa Lantai II Kantor Kecamatan Sebatik Utara, sebagaimana diberitakan Simp4tik, Selasa (09/06/2026).
Bukan hanya mengenalkan kampus, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar memperluas akses pendidikan tinggi di Provinsi Kalimantan Utara, khususnya dalam mendorong peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi. Sasaran utamanya adalah masyarakat desa dan aparatur pemerintahan di wilayah perbatasan yang selama ini membutuhkan layanan pendidikan tinggi yang lebih dekat dengan realitas kehidupan mereka.
Narasumber UT Tarakan, Dicky Aditya Bahari, menjelaskan sejumlah layanan pendidikan yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Layanan tersebut mencakup sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh, pilihan program studi, mekanisme pendaftaran, hingga kemudahan kuliah bagi masyarakat yang bekerja atau memiliki keterbatasan waktu.
“Universitas Terbuka merupakan perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh, sehingga sangat cocok bagi masyarakat yang bekerja, perangkat desa, maupun siapa saja yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan aktivitas utamanya. Kami berharap masyarakat Kecamatan Sebatik Utara dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan dan kompetensi diri,” ungkap Dicky Aditya Bahari.
Melalui sistem yang fleksibel, UT Tarakan ingin menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak lagi menuntut masyarakat untuk pergi jauh dari tempat tinggalnya. Bagi perangkat desa, pegawai, pekerja, maupun masyarakat umum, kesempatan kuliah dapat dijalani berdampingan dengan tugas, pekerjaan, dan peran sosial mereka sehari-hari.
Dicky menegaskan, UT terus berkomitmen mendukung peningkatan APK perguruan tinggi di Kalimantan Utara melalui layanan pendidikan berkualitas yang dapat diakses hingga wilayah terluar dan perbatasan.
“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada lagi batasan jarak dan waktu untuk memperoleh pendidikan tinggi. Dengan berbagai kemudahan yang tersedia, masyarakat dapat tetap bekerja sambil melanjutkan kuliah dan meraih gelar pendidikan tinggi,” tambahnya.
Kehadiran layanan pendidikan tinggi jarak jauh ini juga sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Di wilayah seperti Sebatik Utara, akses pendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga tentang memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan pelayanan publik, dan membuka ruang mobilitas sosial yang lebih luas.
Camat Sebatik Utara Andi Calo menyambut baik sosialisasi tersebut. Menurutnya, kehadiran UT menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat perbatasan tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun aktivitas harian.
“Kami menyambut baik kegiatan sosialisasi ini karena memberikan informasi dan kesempatan yang luas bagi masyarakat serta perangkat desa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kecamatan Sebatik Utara,” ujar Andi Calo.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kecamatan Sebatik Utara Asnawi, para kepala seksi, kepala subbagian, staf Kecamatan Sebatik Utara, serta perwakilan Pemerintah Desa Sungai Pancang, Pemerintah Desa Seberang, dan Pemerintah Desa Lapri.
Dari ruang pertemuan di Kantor Kecamatan Sebatik Utara, pesan penting itu mengemuka: pendidikan tinggi tidak semestinya hanya dekat bagi mereka yang tinggal di pusat kota. Melalui UT Tarakan, masyarakat perbatasan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan membangun masa depan dari tempat mereka berpijak. Sebab, bagi warga Sebatik Utara, kuliah bukan lagi sekadar cita-cita yang jauh di seberang sana, melainkan peluang nyata yang mulai terbuka dari halaman sendiri.


