Tangerang Selatan, 06 Juni 2026 – Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) di Provinsi Sumatera Selatan kaya akan potensi daerah, namun tantangan geografis dan aksesibilitas sering kali menjadi dinding pembatas bagi warganya yang bermimpi mengenyam pendidikan tinggi. Jarak menuju pusat pendidikan serta tuntutan ekonomi membuat banyak lulusan sekolah menengah dan pekerja di pelosok Muratara menunda atau bahkan mengurungkan niat untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Melihat realitas tersebut, Universitas Terbuka (UT) hadir mengulurkan tangan guna meruntuhkan sekat-sekat pembatas itu. Melalui langkah nyata, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Muratara resmi menjalin kemitraan strategis dengan UT yang diresmikan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Rabu (3/6/2026). Sinergi ini lahir sebagai komitmen bersama untuk membawa kampus negeri berkualitas langsung ke depan pintu rumah masyarakat Muratara, tanpa batasan jarak, usia, maupun status sosial.
Kerja sama mulia ini bukan sekadar seremonial formalitas di atas kertas, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk masa depan anak bangsa di daerah. Melalui sistem kuliah jarak jauh yang inklusif, Disdik Muratara membidik peningkatan mutu pendidikan yang masif, perluasan kesempatan belajar, hingga mencetak tenaga pendidik lokal yang jauh lebih kompeten.
Langkah kolaboratif ini menjadi implementasi nyata di lapangan dalam mendukung agenda global Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata, sekaligus membuka kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua kalangan. Dengan bekal ilmu dari UT, para guru di pelosok daerah kini memiliki kesempatan setara untuk meningkatkan kapasitas akademis mereka.
Kepala Disdik Kabupaten Muratara, Andrian Fahursyah, menegaskan bahwa kehadiran UT adalah jawaban bagi keresahan masyarakat yang mendambakan kelanjutan studi namun terbentur biaya dan waktu.
“Mulai hari ini, MoU menjadi langkah strategis demi masa depan generasi bangsa,” ujar Andrian dengan nada optimis usai prosesi penandatanganan.
Ia menyadari, sistem pembelajaran digital dan mandiri yang ditawarkan UT sangat relevan dengan kebutuhan warganya, terutama bagi mereka yang harus bekerja demi menghidupi keluarga.
Oleh karena itu, Disdik Muratara bergerak cepat mengimbau masyarakat untuk mengambil peluang emas ini. “Sejalan dengan misi besar tersebut, Disdik Kabupaten Muratara mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari lulusan baru hingga para pekerja untuk tidak menunda impian kuliah dan segera mendaftarkan diri di Universitas Terbuka yang fleksibel dan berkualitas,” ajak Andrian retoris.
Lewat payung kerja sama ini, UT kian mengukuhkan posisinya sebagai pionir perguruan tinggi negeri yang inklusif dan ramah kantong. Kini, tidak ada lagi alasan bagi pemuda atau pekerja di bentangan bumi Muratara untuk berhenti bermimpi, karena pendidikan tinggi yang berkualitas telah hadir tanpa batas di tengah-tengah mereka.

