SAMARINDA – Pagi di halaman Gedung Universitas Terbuka (UT) Samarinda terasa berbeda. Tanah digemburkan, bibit-bibit disiapkan, dan sivitas akademika bergerak bersama dalam suasana hangat. Tidak ada panggung besar yang berjarak dengan kehidupan sehari-hari. Yang hadir justru sebuah tindakan sederhana: menanam pohon, merawat tanah, dan menyimpan harapan agar lingkungan kampus tumbuh semakin teduh dari waktu ke waktu.
Suasana itulah yang mewarnai partisipasi UT Samarinda dalam Aksi Penanaman Pohon Serentak yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi negeri anggota Konsorsium BKS PTN-Barat dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026. Kegiatan ini digelar secara serentak di berbagai perguruan tinggi anggota konsorsium, sementara pelaksanaan di UT Samarinda dipusatkan di halaman Gedung UT Samarinda.
Mengusung tema #NowForClimate, aksi ini menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup berhenti pada imbauan. Ia perlu dihadirkan dalam tindakan yang nyata, dekat, dan bisa dilakukan bersama. Melalui kegiatan ini, UT Samarinda ikut menunjukkan bahwa kampus memiliki peran penting dalam membangun kesadaran ekologis, mendukung pelestarian lingkungan, serta berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim.


Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang semakin terasa, langkah menanam pohon mungkin terlihat sederhana. Namun, dari kesederhanaan itulah pesan penting kegiatan ini tumbuh. Bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari halaman kampus. Bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung melalui ruang kelas, modul, atau pertemuan akademik, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab.
Pada kegiatan tersebut, UT Samarinda menanam sebanyak 35 bibit tanaman yang terdiri atas pohon produktif dan tanaman khas daerah Kalimantan Timur. Jenis tanaman yang ditanam antara lain pohon lai, mangga, alpukat, dan lengkeng. Seluruh bibit ditanam di area halaman Gedung UT Samarinda sebagai bagian dari upaya penghijauan dan penciptaan lingkungan kampus yang lebih asri, sehat, dan berkelanjutan.
Pemilihan tanaman produktif dan tanaman khas daerah memberi makna tersendiri. Pohon-pohon tersebut tidak hanya diharapkan memperindah halaman kampus, tetapi juga menghadirkan manfaat ekologis dan nilai kedekatan dengan karakter lokal Kalimantan Timur. Dalam jangka panjang, bibit yang ditanam hari ini diharapkan tumbuh menjadi ruang teduh, sumber kesegaran, sekaligus pengingat bahwa lingkungan yang baik selalu berawal dari kepedulian yang dirawat bersama.
Kegiatan berlangsung dengan semangat kebersamaan dan gotong royong. Unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh staf sivitas akademika UT Samarinda turut ambil bagian dalam proses penanaman pohon secara langsung. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan kecil yang menyatukan kepedulian, kerja bersama, dan harapan terhadap lingkungan yang lebih baik.
Dari satu bibit ke bibit lainnya, kegiatan ini memperlihatkan sisi lain dari kehidupan kampus. Kampus tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya layanan pendidikan, tetapi juga ruang untuk membangun kebiasaan baik. Di UT Samarinda, nilai keberlanjutan tidak dibiarkan menjadi istilah yang jauh dan abstrak. Nilai itu dibuat lebih dekat melalui aksi yang bisa dilihat, disentuh, dan dirasakan bersama oleh sivitas akademika.
Acara ini turut dihadiri oleh Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni UT Samarinda, Ernayanti Nur Widhi, yang mewakili Direktur UT Samarinda. Dalam sambutannya, Ernayanti menyampaikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian dan aksi nyata terhadap lingkungan. Melalui kegiatan penanaman pohon ini, kita tidak hanya menanam bibit, tetapi juga menanam kesadaran, harapan, dan tanggung jawab bersama untuk menjaga bumi bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi benang merah dari kegiatan penanaman pohon di UT Samarinda. Bibit yang ditanam bukan hanya dipandang sebagai tanaman yang kelak tumbuh dan rindang, tetapi juga sebagai simbol dari kesadaran yang perlu terus dipupuk. Sebab, perubahan besar dalam menjaga lingkungan kerap dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi sivitas akademika mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem serta mendorong penerapan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Melalui keterlibatan langsung, sivitas akademika tidak hanya diajak memahami pentingnya pelestarian lingkungan, tetapi juga mengalami sendiri bagaimana sebuah aksi sederhana dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas.
Pohon-pohon yang ditanam diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, baik dari aspek ekologis, estetika, maupun sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kampus yang hijau dan sehat. Dalam konteks ini, halaman kampus tidak hanya menjadi ruang fisik, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kesadaran baru tentang pentingnya menjaga alam.
Sebagai perguruan tinggi yang menjangkau mahasiswa di seluruh wilayah Kalimantan Timur, UT Samarinda terus berupaya mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik. Partisipasi dalam aksi penanaman pohon serentak ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap agenda pembangunan berkelanjutan sekaligus upaya kolektif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.
Peran tersebut terasa penting karena UT hadir dengan jangkauan yang luas dan dekat dengan masyarakat. Melalui berbagai aktivitasnya, UT Samarinda tidak hanya menghadirkan akses pendidikan tinggi, tetapi juga ikut membangun kesadaran bahwa ilmu pengetahuan seharusnya memberi dampak bagi kehidupan sekitar. Dalam kegiatan ini, dampak itu tampak dalam bentuk yang sederhana namun bermakna: kampus yang lebih hijau, sivitas akademika yang lebih peduli, dan lingkungan yang lebih terawat.
Melalui kegiatan ini, UT Samarinda ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak perlu menunggu momentum besar. Ia bisa dimulai dari halaman kampus, dari bibit yang ditanam bersama, dan dari kebiasaan kecil yang terus dijaga.
Bagi UT Samarinda, 35 bibit pohon yang ditanam hari itu bukan sekadar penanda partisipasi dalam aksi serentak. Ia menjadi pengingat bahwa kampus punya ruang untuk ikut merawat kehidupan di sekitarnya. Bukan dengan cara yang rumit, tetapi melalui langkah yang sederhana, dekat, dan bisa dirasakan langsung.
Dari halaman Gedung UT Samarinda, pesan itu dibuat nyata: bumi yang lebih baik tidak cukup hanya dibicarakan. Ia perlu dirawat, sedikit demi sedikit, mulai dari tempat paling dekat.


