Belajar Tanpa Batas, Berkarya Tanpa Henti: Cerita Almas Putri, Mahasiswi UT Finalis Gus Jeng Kabupaten Blitar

Surabaya, 16 Oktober 2025 – Tak semua keberanian lahir dari rasa percaya diri. Bagi Almas Putri Prayitno, mahasiswi Universitas Terbuka (UT) Surabaya, langkah kecil yang ia ambil dengan penuh keraguan justru menjadi pintu menuju perubahan besar. Awalnya, ia hanya iseng membaca poster pendaftaran ajang Gus Jeng Blitar 2023. Tak pandai berdandan dan belum memahami dunia pariwisata membuatnya sempat ragu untuk mendaftar. Namun berkat dorongan keluarga, ia memberanikan diri mencoba dan keputusan itu menjadi titik balik hidupnya.

Setelah melewati masa seleksi dan karantina, Almas berhasil masuk 12 besar finalis Gus Jeng 2023. Dari sana, ia mulai aktif di paguyuban Gus Jeng Blitar, hingga kini dipercaya menjabat bidang Advokasi Seksi Inovasi dan Karya. Dalam perannya, Almas menggerakkan beragam program kreatif yang menyentuh langsung dunia pendidikan, UMKM, dan promosi pariwisata digital.

Salah satu program yang paling berkesan adalah Saba Sekolah, yakni kegiatan literasi dan sosialisasi budaya lokal bagi pelajar SD. Selain itu, ia bersama tim juga mengembangkan Podcast Gus Jeng, media digital yang bertujuan untuk menampung gagasan kreatif generasi muda sekaligus memperkenalkan potensi wisata dengan cara yang lebih segar dan kekinian.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, di tengah kesibukan tersebut, Almas tetap konsisten menempuh pendidikan S-1 Manajemen di Universitas Terbuka Surabaya dan bekerja sebagai freelance model. Baginya, sistem pembelajaran UT yang fleksibel menjadi kunci agar bisa tetap berprestasi tanpa meninggalkan aktivitas sosial. “Kuncinya disiplin dan tahu prioritas. Saya selalu membuat jadwal harian agar kuliah, kerja, dan kegiatan organisasi berjalan seimbang,” ujarnya.

Semangat belajar sepanjang hayat yang ditunjukkan Almas mencerminkan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui kegiatan edukatif dan pemberdayaan UMKM, Almas dan paguyubannya berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang kreatif, mandiri, dan berkelanjutan.

Namun lebih dari sekadar prestasi, Almas ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap daerah sendiri. Ia melihat masih banyak anak muda yang lebih mengenal wisata luar daerah dibanding potensi lokal Blitar. Maka dari itu, karena rasa ragu yang dulu sempat menahan langkahnya, kini Ia membuktikan bahwa belajar dan berkarya tak mengenal batas. Melalui pendidikan terbuka dan semangat kolaborasi, ia menjadi contoh nyata bahwa perubahan besar bisa dimulai dari satu langkah kecil dan dari cinta yang tulus terhadap tanah kelahiran.