Rakernas Anggaran UT 2026: Transformasi Besar Menuju Kampus Digital Unggul 

Tangerang Selatan, 23 Juni 2025 — Universitas Terbuka (UT) resmi menggelar agenda strategis tahunan bertajuk Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Anggaran Tahun Akademik 2026 dengan tema “Dari Input ke Dampak: Merancang Anggaran Strategis Berbasis Kinerja.” Bertempat di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, kegiatan ini berlangsung selama empat hari (23–26 Juni 2025), dengan kombinasi partisipasi luring dan daring dari seluruh pimpinan di UT Pusat dan  UT Daerah. 

Rakernas ini menjadi forum penting dalam menyusun arah kebijakan dan anggaran UT tahun 2026 yang akan ditandai oleh perubahan besar, khususnya implementasi kurikulum baru untuk program Diploma dan Sarjana hingga program penguatan digitalisasi untuk mendukung kinerja UT yang makin berdampak bagi seluruh stake holder UT. 

Arah Strategis dari Pimpinan 

Rektor UT, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., menegaskan pentingnya kesungguhan dalam menyusun anggaran yang tidak hanya administratif, tetapi juga berdampak langsung pada mutu pendidikan. 

“Anggaran 2026 harus menjawab kebutuhan kurikulum baru: bahan ajar baru, sistem asesmen baru, dukungan infrastruktur, pelatihan dosen, hingga integrasi ijazah-transkrip berbahasa Indonesia dan Inggris,” tegasnya saat membuka Rakernas. 

Kurikulum baru ini juga mengharuskan pembaruan besar pada sistem pembelajaran, pengadaan bahan ajar, dan sistem tutorial-praktik serta asesmen berbasis digital. 

Rektor juga mengangkat isu strategis lain seperti finalisasi online proctoring, penguatan sistem informasi terintegrasi, serta pengembangan infrastruktur fisik, misal gedung baru Gedung Sekolah Pascasarjana, Sekolah Vokasi, pengembangan Gedung UT Semarang, juga perluasan Gedung Fakultas, setelah di tahun ini telah melakukan peresmian pembangunan UT Surabaya, UT Purwokerto, UT Denpasar, dan nanti di akhir 2025 peresmian UT Samarinda. 

Selanjutnya Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UT, Prof. Ainun Na’im, Ph.D. menyoroti pentingnya konsolidasi sistem dan tata kelola anggaran berbasis akuntabilitas tinggi dan berorientasi mutu.  

“UT bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi lokomotif perubahan. Tahun 2026 adalah titik transformasi untuk melahirkan lulusan global-ready dengan sistem pendukung yang kuat,” tegas Prof. Ainun.  

Sementara itu, Ketua Senat UT, Prof. Dr. Chanif Nurcholis, M.Si. menekankan pentingnya penguatan Tridharma dan jati diri UT sebagai pelopor pendidikan tinggi fleksibel tapi berkualitas. “Kami mendukung penuh agar mutu akademik tidak hanya bertahan, tapi naik kelas. Maka, anggaran harus selaras dengan kebutuhan riil akademik dan kualitas Tridharma, ” ungkap Prof. Chanif. 

Dalam sesi kebijakan pimpinan yang dimoderatori oleh Bambang Hariyanto, keempat Wakil Rektor memaparkan prioritas kerja yang wajib menjadi dasar penganggaran unit kerja: 

  • Wakil Rektor I (Bidang Akademik), Prof. Rahmat Budiman, M.Hum., Ph.D. menyampaikan paparan berfokus pada finalisasi kurikulum baru, sertifikasi, digitalisasi asesmen, hingga penjaminan mutu program akademik. 

“Semua perencanaan harus menjawab kebutuhan penyelarasan kurikulum, peningkatan kualitas bahan ajar, dan sistem pembelajaran digital hybrid. Anggaran bukan hanya angka, tapi peta mutu,” papar Prof. Rahmat. 

  • Wakil Rektor II (Keuangan, SDM dan Umum), Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. dengan tema Dari Input ke Dampak, Merancang Anggaran Strategis Berbasis Kinerja.  Beliau menekankan efektivitas belanja dan optimalisasi kinerja anggaran. Intinya, UT mendorong penganggaran berbasis hasil dan dampak

“Kita harus menyusun anggaran dengan pendekatan value-based budgeting. Tahun 2026 adalah momentum untuk reformasi struktural yang lebih berdampak dan transparan,” ungkap Prof. Ali. 

Wakil Rektor III (Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan), Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si. memberikan penegasan pda penguatan tata kelola TIK dan pengembangan infarastruktur TIK untuk mendukung Digital Learning Ecosystem (DLE), sistem operasional efektif dari unit-unit pendukung (DAAK, PUSLABA,P3B, PUSJIAN), kebijakan kemahasiswaan untuk meningkatkan peran mahasiwa, daya saing dan kuaitas lulusan, juga tentang pembentukan unit pemberdayaan alumni, serta integrasi sistem karir dan tracer alumni.  

“Sistem informasi adalah tulang punggung UT. Rakernas ini jadi momentum untuk konsolidasi dan pembenahan total sistem digital UT yang adaptif dan aman,” tegas Prof. Paken. 

“Alumni bukan hanya hasil, mereka adalah aset strategis. Kita akan dorong pemberdayaan alumni agar jadi bagian dari kekuatan UT di masyarakat,” tambah beliau. 

  • Plt. Wakil Rektor IV (Bidang Riset Inovasi, Kerja Sama dan Bisnis), Prof. Rahmat Budiman, M.Hum., Ph.D. membahas pengembangan Peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak, sumber pendapatan dari selain biaya pendidikan, peningkatan brand image dan brand awaereness UT melalui digital campaign untuk peningkatan jumlah mahasiswa, peningkatan layanan “purna-jual” atau customer service kepada mahasiswa UT, serta prospeksi peningkatan mahasiswa/partisipan pada ICE Institute dan program MOOCs UT. 

“UT harus menggali potensi riset dan kerja sama sebagai sumber daya baru. Digital campaign dan pelayanan purna jual yang baik menjadi kunci memperluas jangkauan dan loyalitas mahasiswa”. 

Proses Rakernas: Kolaboratif, Terstruktur, dan Fokus 

Rangkaian kegiatan Rakernas UT TA 2026 Tahun 2025 ini terdiri dari sesi pleno dan kelompok kerja tematik. Peserta dibagi menjadi lima kelompok kerja sesuai dengan fungsi bidang: akademik, keuangan dan umum, SDM, sistem informasi dan teknologi, serta kemahasiswaan dan alumni. 

Setiap kelompok bekerja berdasarkan pembagian tugas dan topik strategis dengan jadwal diskusi sebagai berikut: 

  • Hari Pertama (23 Juni 2025): Pembukaan resmi oleh Rektor, pengarahan WR I–WR IV, serta pengarahan ketua MWA dan ketua Senat. 
  • Hari Kedua (24 Juni 2025): Diskusi intensif per kelompok kerja mengenai kebutuhan anggaran 2026 berdasarkan Renstra UT 2025–2029. 
  • Hari Ketiga (25 Juni 2025): Pemaparan hasil diskusi kelompok, finalisasi indikator kinerja, dan usulan strategi pembiayaan. 
  • Hari Keempat (26 Juni 2025): Rapat pleno penyamaan persepsi dan penutupan Rakernas. 

Peserta hadir secara luring dari perwakilan pimpinan unit kerja pusat, kepala direktorat, kepala pusat, serta ketua-ketua tim anggaran. Sementara itu, pejabat UT Daerah mengikuti Rakernas secara daring melalui Zoom Meeting, termasuk Direktur UT Daerah dan Kepala Tata Usaha se-Indonesia. 

Tujuan Rakernas: Satu Visi, Satu Langkah 

Rakernas ini menjadi momentum untuk membangun kesepahaman lintas unit kerja bahwa setiap rupiah dalam anggaran adalah bagian dari sistem mutu UT. Rektor menegaskan bahwa Rakernas bukan sekadar agenda rutin, tapi peta jalan untuk perubahan jangka panjang UT. 

“Rakernas ini harus menjawab satu pertanyaan penting: bagaimana UT tetap relevan, adaptif, dan unggul di tengah perubahan global?” tegasnya. 

Membangun Masa Depan UT dari Sekarang 

Rakernas Anggaran TA 2026 bukan sekadar menyusun RBA, tetapi menyusun arah baru UT menuju kampus digital unggul dunia. Dengan kurikulum baru, sistem pendukung mutakhir, dan semangat gotong royong akademik, UT siap menjadi pionir pendidikan tinggi jarak jauh yang lebih berdampak, relevan, dan membanggakan bagi Indonesia.