Palangkaraya, 27 September 2025 – Universitas Terbuka (UT) Palangka Raya bersama Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng) mengambil langkah berani untuk memperluas kesempatan bagi guru PAUD agar bisa menempuh pendidikan tinggi melalui program Kuliah Gratis 2025. Kolaborasi ini lahir dari keyakinan bahwa kualitas pendidikan usia dini tidak bisa dilepaskan dari kualitas guru yang membimbingnya.
Sejak diluncurkan, program Kuliah Gratis 2025 menjadi salah satu gebrakan Pemprov Kalteng untuk memberi akses kuliah khususnya bagi para pendidik PAUD di wilayah tersebut. “Alhamdulillah guru PAUD kita juga ada menerima, kalau tidak salah saat ini ada 27 atau 29 guru yang masuk program kuliah gratis dari Pak Gubernur,” ujar perwakilan Dinas Pendidikan Kalteng.
Meskipun jumlahnya belum besar, langkah awal ini disambut positif. UT Palangka Raya kemudian hadir sebagai mitra strategis untuk memperkuat jalannya program. Direktur UT Palangkaraya, Hariyani, SP., M.P., menyampaikan “UT siap menjadi mitra utama dalam menyediakan pendidikan tinggi fleksibel dan terjangkau bagi para guru PAUD yang tersebar di seluruh wilayah Kalteng”.
Kolaborasi ini menandai semangat berbagi peran antara pemerintah dan perguruan tinggi. Disdik memastikan regulasi, dukungan kabupaten/kota, serta koordinasi program berjalan baik. Sementara UT memperkuat dukungan akademis dan administrasi. Keduanya sepakat bahwa pendidikan tinggi harus bisa diakses tanpa memandang latar belakang atau lokasi tempat tinggal.
Upaya ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi SDGs, khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas yang menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan. Tak hanya itu, keberpihakan pada guru PAUD yang sebagian besar berada di pelosok juga sejalan dengan SDG 10: Mengurangi Kesenjangan, karena memberi ruang bagi mereka yang sebelumnya terhambat biaya dan jarak.
Lebih dari sekadar angka kuota, dampak program ini dirasakan langsung di ruang-ruang kelas PAUD. Dengan lebih banyak guru yang menempuh pendidikan tinggi, kualitas pembelajaran anak usia dini diyakini akan meningkat. Hal ini menjadi fondasi penting dalam membangun generasi muda yang tangguh, kreatif, dan siap menghadapi masa depan.
Meski tantangan masih terbentang — mulai dari keterbatasan anggaran hingga distribusi informasi ke daerah — komitmen yang ditunjukkan UT dan Disdik Kalteng memperlihatkan optimisme. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak kabupaten/kota untuk ikut aktif mendorong guru PAUD di wilayahnya agar memanfaatkan kesempatan emas ini.
Universitas Terbuka, dengan sistem pendidikan fleksibel dan aksesibel, kembali membuktikan perannya bukan hanya sebagai kampus jarak jauh terbesar di Indonesia, tetapi juga sebagai motor pemerataan pendidikan. Kehadiran UT Palangka Raya dalam mendukung program Kuliah Gratis menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi bukanlah privilege, melainkan hak setiap pendidik untuk meningkatkan kapasitas diri.
Kolaborasi yang lahir di Bumi Tambun Bungai ini memberi pesan kuat: membangun kualitas pendidikan tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan kerja sama erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan para pendidik itu sendiri. Dengan semangat gotong royong, akses pendidikan yang lebih inklusif bukan lagi sekadar mimpi, melainkan kenyataan yang perlahan terwujud di Kalimantan Tengah.



