400 Mahasiswa Baru Ikuti OSMB, UT Palembang Bekali Belajar Mandiri dan Literasi Digital

Sebanyak 400 mahasiswa baru program Diploma dan Sarjana mengikuti Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) tahap 5 di Aula Universitas Terbuka Palembang, Sabtu (21/2/2026). Kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi mereka yang memilih berkuliah di Universitas Terbuka (UT), perguruan tinggi negeri berbasis pembelajaran jarak jauh yang dikenal fleksibel, terjangkau, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Di tengah keterbatasan waktu, jarak, dan biaya yang kerap menjadi hambatan mengakses pendidikan tinggi, UT hadir menawarkan solusi. Sistem pembelajaran jarak jauh memungkinkan mahasiswa belajar dari mana saja tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau tanggung jawab keluarga. Inilah keunggulan utama UT: akses pendidikan berkualitas tanpa batas ruang dan waktu.

Direktur UT Palembang, Drs. Muhammad Tair A., M.M., menegaskan bahwa OSMB dan PKBJJ merupakan fondasi penting agar mahasiswa siap menjalani sistem belajar mandiri yang menjadi ciri khas UT.

“Selama ini mereka terbiasa dengan jadwal sekolah yang sudah ditentukan. Ketika masuk UT, ini menjadi hal baru karena sistemnya berbasis pembelajaran jarak jauh dan mandiri,” ujar pria yang akrab disapa Naim tersebut.

Ia menjelaskan, hari pertama difokuskan pada pengenalan sistem pembelajaran jarak jauh, mulai dari cara mengakses bahan ajar, mengikuti tutorial daring, hingga memahami alur akademik. Hari kedua melalui PKBJJ, mahasiswa dibekali strategi belajar efektif, manajemen waktu, serta pemanfaatan layanan digital UT secara optimal.

“Kami berharap saat mereka mulai praktik belajar mandiri sudah mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan, sehingga tidak mengalami kebingungan karena sudah diarahkan sejak awal,” tegasnya.

Keunggulan UT terletak pada fleksibilitas yang didukung oleh sistem pembelajaran terstruktur. Mahasiswa mendapatkan modul resmi, akses tutorial online, layanan bantuan akademik, serta jaringan Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) di berbagai daerah. Biaya pendidikan yang relatif terjangkau juga menjadi nilai tambah, sehingga membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk meraih gelar sarjana maupun diploma.

Selain fokus pada capaian akademik, UT Palembang juga memperkuat pembentukan karakter mahasiswa. Dalam OSMB kali ini, kampus menghadirkan narasumber dari Densus 88 Anti Teror Polri Satgaswil Sumatera Selatan, yakni Briptu Nicolas S., S.H., dan Briptu Al Farezi, S.H., yang memberikan materi tentang bahaya perundungan (bullying) dan pencegahan radikalisme di ruang digital.

Briptu Nicolas menjelaskan bahwa perundungan merupakan tindakan sengaja dan berulang dari pihak yang lebih kuat terhadap yang lebih lemah, baik secara fisik, sosial, maupun psikologis.

“Dampaknya sangat serius, mulai dari korban merasa lemah dan tidak berharga, mengalami isolasi sosial dan kesepian, kecemasan, depresi, trauma, hingga munculnya kemarahan dan keinginan balas dendam serta krisis identitas,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa tentang maraknya propaganda ekstrem melalui gim daring, situs, dan forum digital. Konten kekerasan ekstrem dan sadisme dinilai dapat memengaruhi pola pikir generasi muda jika tidak disaring secara kritis.

“Beberapa ciri anak yang terpapar konten radikal antara lain menyukai konten kekerasan dan sadistik, menarik diri dari pergaulan, marah berlebihan saat perangkatnya diperiksa, menyimpan simbol kekerasan, atau meniru tokoh pelaku kekerasan,” ujarnya.

Untuk mencegah radikalisasi, Densus 88 menerapkan strategi 6P, mulai dari deteksi dini hingga penyebaran konten positif di ruang digital, termasuk melalui akun “Sriwijaya Berdulur”, serta pendampingan terhadap mantan narapidana terorisme agar tetap terintegrasi di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, UT Palembang menegaskan perannya bukan sekadar penyelenggara pendidikan tinggi, tetapi juga agen pembangunan sumber daya manusia yang adaptif dan berintegritas. Model pendidikan yang inklusif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.

Dengan sistem yang fleksibel, biaya terjangkau, dukungan layanan digital, serta komitmen pada pembentukan karakter, Universitas Terbuka terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dari Palembang, pesan itu kembali ditegaskan: kuliah bisa di mana saja, kapan saja, dan untuk siapa saja.