Rahasia Ribuan Anak Muda Sumsel Bisa Kuliah dengan Hanya Rp 10 Ribu Per Hari

Deru perahu ketek bersahutan dengan denyut nadi Kota Palembang, Kota yang megah dengan Jembatan Amperanya ini bukan hanya menjadi saksi bisu sejarahnya, tetapi juga menjadi tempat bagi ribuan mimpi anak muda Sumatera Selatan digantungkan. Di sinilah, Universitas Terbuka (UT) Palembang berdiri sebagai jembatan yang menghubungkan harapan dengan masa depan yang nyata.

Suasana di Aula UT Palembang pada Sabtu (24/1/2026) terasa begitu hangat dan penuh harapan. Sekitar 400 mahasiswa baru berkumpul dalam kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) Tahap I. Sebagian besar dari mereka adalah wajah-wajah muda Generasi Z, mereka yang memilih untuk tetap melangkah maju meski harus membagi waktu antara bekerja, membantu keluarga, atau menjalani kesibukan lainnya. Bagi mereka, pendidikan bukan lagi tentang seberapa sering mereka duduk di dalam kelas, melainkan tentang seberapa gigih mereka belajar secara mandiri.

Direktur UT Palembang, Drs. Tair Abunaim, MM, memahami betul transisi emosional yang dialami para mahasiswa ini. Baginya, mengubah kebiasaan dari belajar tatap muka yang terjadwal menuju sistem jarak jauh memerlukan kesiapan mental yang kuat. “Selama ini mahasiswa terbiasa dengan sistem sekolah tatap muka yang jadwalnya sudah ditentukan. Ketika masuk UT, sistem belajarnya berbeda dan ini menjadi hal baru. Karena itu, OSMB dan PKBJJ kami laksanakan selama dua hari sebagai bekal utama,” ungkap Tair dengan nada yang mengayomi.

Komitmen UT untuk menghadirkan pendidikan tanpa batas ini secara natural mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Di tengah tantangan ekonomi, UT hadir sebagai oase dengan biaya kuliah yang sangat terjangkau. Bayangkan, hanya dengan menyisihkan tabungan Rp 10 ribu per hari, siapa pun—dari pelosok desa di Sumsel hingga mereka yang berada di sudut kota—bisa mendapatkan pendidikan tinggi negeri berstatus PTNBH dengan akreditasi A. Tanpa batasan usia dan tanpa tes masuk, UT membuktikan bahwa ungkapan “semua orang bisa kuliah” bukan sekadar slogan, melainkan sebuah janji yang ditepati.

Dalam kegiatan tersebut, UT Palembang tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menghadirkan motivasi. Salah satu narasumber, Hipnoterapis Nova Nur Asih, membawakan materi dengan sentuhan emosional melalui konsep “Growth Mindset”, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga inspirasi untuk terus berkembang.

Materi yang disampaikan menyentuh sisi kemanusiaan mahasiswa, dan mengingatkan bahwa di era yang kompetitif ini, karakter dan kesehatan mental adalah fondasi yang utama. Hal ini sejalan dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), di mana lulusan UT ditempa untuk menjadi pribadi yang berkarakter, kreatif, dan memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik agar siap menjadi pemimpin di masa depan.

Kini, dengan total mahasiswa yang hampir menyentuh angka 42 ribu, UT Palembang telah menjadi rumah besar bagi pencari ilmu di 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Dari Bumi Sriwijaya, UT terus membuktikan bahwa pendidikan berkualitas tidak mengenal kasta dan jarak. Selama ada kemauan untuk belajar, pintu masa depan akan selalu terbuka lebar di Universitas Terbuka—tempat di mana setiap orang, tanpa memandang latar belakangnya, memiliki hak yang sama untuk bersinar.