Jakarta, 13 Desember 2023 – Dalam rangka memenuhi kebutuhan guru di Indonesia seiring dengan gelombang pensiun guru dalam jumlah besar, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggandeng Universitas Terbuka (UT) sebagai salah satu lembaga penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan. Pertemuan audiensi antara Dirjen GTK dan Rektor Universitas Terbuka berlangsung pada Rabu, 13 Desember 2023, di Gedung D Kemendikbudristek, Jakarta.
Hadir dalam pertemuan tersebut Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., bersama jajaran pimpinan UT, termasuk Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor IV, Dekan FKIP (diwakili WD III FKIP), Direktur DPKS, Kepala Subdirektorat Humas dan Pemasaran, serta Tim Pendidikan Profesi Guru (PPG) UT. Sementara itu, Dirjen GTK Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., hadir bersama jajarannya.
Universitas Terbuka: Akselerasi Kompetensi Guru melalui Blended Learning
Dalam pertemuan tersebut, Rektor UT Prof. Ojat Darojat menyampaikan kesiapan UT dalam menyelenggarakan PPG Prajabatan secara masif dan berkualitas. Sejak tahun 2023, UT telah mengantongi izin untuk menyelenggarakan PPG untuk lima bidang studi, yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Pendidikan Fisika, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Ekonomi.
“UT telah melaksanakan amanah ini sesuai arahan Bu Dirjen dan berhasil meluluskan 82 wisudawan PPG. Saat ini, pelaksanaan PPG Prajabatan tengah berlangsung di empat daerah, yakni Serang, Majene, Bandung, dan Bogor dengan skema blended learning yang efektif dan fleksibel,” ujar Prof. Ojat.
Sebagai pelopor pendidikan jarak jauh (PJJ) di Indonesia, UT memastikan penyelenggaraan PPG dengan moda blended learning atau pembelajaran bauran yang mencakup metode sinkron dan asinkron. Hal ini dinilai sangat tepat untuk menjangkau calon guru di seluruh pelosok negeri, termasuk daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
Dukungan Dirjen GTK: PPG Berbasis Kebutuhan Nasional
Dirjen GTK Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., menyatakan apresiasi terhadap kesiapan UT dan keunggulan sistem pembelajaran yang diterapkan. “Saya sudah melihat langsung kualitas bahan ajar dan sistem pembelajaran UT yang sangat baik. Dengan sistem blended learning, UT memiliki kapasitas untuk melayani kebutuhan PPG secara lebih masif,” ungkap Prof. Nunuk.
Lebih lanjut, Prof. Nunuk menegaskan bahwa kebutuhan guru di Indonesia saat ini mencapai 100 ribu per tahun, sementara penyelenggaraan PPG baru dapat mencakup sekitar 16 ribu guru. Oleh karena itu, kolaborasi dengan UT diharapkan dapat menjadi akselerasi dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
Potensi Pengembangan Prodi dan Penyebaran Daerah
Dalam kesempatan tersebut, dibahas pula potensi pengembangan program studi PPG di UT, termasuk bidang Bimbingan Konseling (BK) dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang dinilai sangat diperlukan di lapangan. Dirjen GTK juga menyoroti kebutuhan peningkatan kualifikasi guru PAUD, mengingat 55% tenaga pendidik PAUD di Indonesia belum memiliki gelar sarjana (S1).
“Melalui metode blended learning yang diterapkan UT, kebutuhan guru di daerah 3T dan wilayah terisolasi dapat diakomodasi dengan lebih baik. Misalnya, di Papua dan wilayah pegunungan seperti Jayawijaya, kolaborasi ini dapat membuka akses pendidikan bagi guru-guru yang membutuhkan peningkatan kompetensi,” jelas Prof. Nunuk.
Langkah Selanjutnya: Payung Kerja Sama untuk PPG dan PAUD
Untuk memastikan keberlanjutan program, kedua pihak sepakat untuk menyusun payung kerja sama yang mencakup penyelenggaraan PPG Prajabatan, peningkatan kualifikasi guru PAUD, serta pengembangan program khusus bagi guru di daerah 3T. Dengan kerja sama ini, diharapkan UT dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung transformasi pendidikan guru di Indonesia.
“UT dengan jangkauan nasional dan sistem pembelajaran fleksibel memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kompetensi dan pemenuhan kualifikasi guru. Kami siap melanjutkan kolaborasi ini dengan skala yang lebih luas dan berkelanjutan,” tutup Prof. Ojat.
Melalui pertemuan ini, disepakati bahwa Universitas Terbuka akan terus memperluas cakupan penyelenggaraan PPG Prajabatan, serta berkontribusi aktif dalam menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan guru berkualitas di Indonesia.



