Universitas Terbuka (UT) Surakarta menggelar kegiatan konsolidasi dan sarasehan alumni pada Minggu (8/3/2026) sebagai upaya memperkuat jejaring lulusan sekaligus membangun kolaborasi antara kampus dan alumni. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah alumni UT dari berbagai daerah dan latar belakang profesi yang selama ini menjadi bagian dari jaringan lulusan Universitas Terbuka.
Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi bagi para alumni untuk kembali terhubung dengan almamaternya. Melalui forum ini, UT Surakarta ingin memastikan hubungan antara kampus dan alumni tetap terjaga serta dapat berkembang menjadi kolaborasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Direktur UT Surakarta, Agus Joko Purwanto, mengatakan kegiatan konsolidasi ini penting untuk memperkuat komunikasi antara kampus dan para lulusannya. Terlebih, karakter pendidikan jarak jauh yang diterapkan Universitas Terbuka membuat interaksi antara mahasiswa dan kampus tidak selalu seintens perguruan tinggi berbasis tatap muka.
“Selama ini karena sistem pendidikan jarak jauh, bonding atau kedekatan alumni dengan perguruan tinggi memang tidak sekuat seperti kampus tatap muka. Karena itu kami ingin mendorong agar para alumni bisa lebih berkolaborasi dengan UT Surakarta,” ujar Agus, Minggu (8/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa melalui sarasehan ini, UT Surakarta ingin membangun ruang kolaborasi yang lebih kuat antara alumni dan kampus. Para alumni diharapkan tidak hanya berkumpul dalam kegiatan seremonial, tetapi juga dapat saling terhubung, bertukar gagasan, dan merumuskan berbagai program yang memberi dampak positif bagi masyarakat.
“Kita sedang membangun kultur bersama. Alumni tidak hanya berkumpul, tetapi juga melakukan konsolidasi untuk berintegrasi dan kemudian menghasilkan program-program yang berdampak kepada masyarakat,” jelasnya.
Selain memperkuat jejaring alumni, UT Surakarta juga tengah melakukan pendataan lulusan secara lebih sistematis. Pendataan ini dilakukan melalui Sistem Informasi Kemahasiswaan dan Alumni yang dikembangkan oleh Ikatan Alumni Universitas Terbuka di tingkat pusat.
Melalui sistem tersebut, data alumni UT dari berbagai daerah dapat terintegrasi dengan lebih baik sehingga memudahkan koordinasi kegiatan alumni di seluruh Indonesia.
“Ikatan Alumni UT secara nasional telah memiliki struktur organisasi yang jelas serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang telah berjalan cukup lama,” terangnya.
Menurut Agus, keberadaan basis data alumni yang terintegrasi akan memperkuat jejaring lulusan UT yang tersebar di berbagai sektor. Jaringan ini diharapkan dapat menjadi kekuatan penting bagi kampus sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sebagai perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, Universitas Terbuka selama ini dikenal memberikan akses pendidikan tinggi yang fleksibel bagi berbagai kalangan, termasuk pekerja, guru, maupun masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu dan lokasi untuk mengikuti perkuliahan secara tatap muka.
Melalui konsolidasi alumni ini, UT Surakarta ingin memastikan bahwa peran pendidikan tersebut terus berlanjut melalui kontribusi para lulusannya di tengah masyarakat.
“Kami ingin alumni UT tidak hanya menjadi lulusan, tetapi juga menjadi mitra strategis kampus dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Agus.

