Semangat Transparansi Bergema! Forum SPI PTNBH XI Bahas Penguatan Tata Kelola Perguruan Tinggi

Tangerang Selatan, 09 Oktober 2025 – Pagi yang cerah di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, menjadi saksi berkumpulnya para penggiat tata kelola perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Suasana hangat dan penuh antusiasme menyelimuti ruang utama saat Universitas Terbuka (UT) resmi membuka Rapat Forum Satuan Pengawas Internal (SPI) Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) ke-XI Tahun 2025.

Sebagai tuan rumah, UT menyambut peserta dari 23 PTNBH di Indonesia yang hadir untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas pengawasan internal di lingkungan pendidikan tinggi negeri berbadan hukum. Forum ini menjadi wadah strategis bagi para pengawas internal untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan merumuskan langkah-langkah pengawasan yang adaptif terhadap perubahan global dan dinamika tata kelola. Acara ini dihadiri pula Ketua Forum SPI PTNBH, Dr. Ir. Wawan Oktariza, M.Si., Inspektur I Kemendiktisaintek Lindung Saut Maruli Sirait, S.E., Ak., M.Si., CFE., CFrA., CA., serta jajaran pimpinan UT, termasuk Ketua Majelis Wali Amanat yang mana diwakii oleh Sekretaris Majelis Wali Amanat, Komite Audit, dan para Wakil Rektor.

Rangkaian acara diawali oleh sambutan yang disampaikan oleh Kepala Kantor Pengawas Internal UT, Dr. Hendrian, S.E., M.Si. menyampaikan bahwa forum ini menjadi wadah strategis, khususnya dalam memperkuat pertumbuhan sinergi antar perguruan tinggi. “Di forum ini kita akan membahas isu-isu terkini, berbagi pengalaman dan praktik baik, serta berkolaborasi khusus terkait dengan tata kelola. Harapannya dari forum ini akan menghasilkan langkah dan strategi, serta kita tentunya berorientasi pada perbaikan yang berkelanjutan,” ungkap Hendrian.

Senada yang disampaikan oleh Hendrian, Ketua Forum SPI PTNBH, Dr. Ir. Wawan Oktariza, M.Si., QIA, juga menyampaikan pernyataan serupa dalam sambutannya. Wawan memandang bahwa forum ini memiliki arti lebih dari sekadar forum silaturahmi PTNBH, melainkan sebagai sarana memperdalam SPI dalam mendukung akuntabilitas, transparansi dan manajemen resiko di lingkungan perguruan tinggi. Wawan juga mengungkapkan bahwa SPI memiliki posisi dan peranan strategis di perguruan tinggi. “SPI memiliki peran yang strategis. Sebagai mitra strategis pimpinan masing-masing perguruan tinggi. Dan tentunya memastikan bahwa semua aktivitas yang terselenggara di perguruan tinggi sesuai dengan visi misi universitas dan berjalan dengan efisien, efektif, dan transparan,” pungkasnya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran SPI dalam menjaga integritas dan akuntabilitas publik di lingkungan PTNBH. Prof. Ali dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa UT yang saat ini sudah menjadi PTNBH semenjak tahun 2022 memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola sumber daya dengan efisien, efektif, dan transparan guna mencapai visi dan misinya. “Dalam hal ini pengawasan internal memegang peran vital dalam memastikan bahwa pengelolaan tersebut berjalan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik,” imbuhnya.

Prof. Ali juga menyampaikan bahwa tantangan pengawasan internal semakin kompleks seiring dengan perkembangan regulasi dan transformasi digital. Karena itu, peran SPI menjadi semakin vital sebagai organ strategis rektorat dalam memastikan tata kelola yang transparan, efisien, dan sesuai prinsip good university governance. Melalui forum ini, diharapkan lahir kolaborasi baru antaruniversitas untuk memperkuat peran SPI dalam membangun kepercayaan publik terhadap PTNBH di Indonesia.

Salah satu agenda penting acara ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Forum SPI PTNBH dan Yayasan Pendidikan Internal Audit. Adapun kerja sama ini memilki nilai strategis khususnya dalam hal Peningkatan Kualitas Human Capital di Bidang Audit Internal di Lingkungan Forum SPI PTNBH.

Penandatanganan MoU disaksikan langsung oleh para pimpinan PTNBH dan pejabat kementerian, menandai babak baru kolaborasi antaruniversitas dalam memperkuat sistem pengawasan nasional. Langkah ini menjadi manifestasi konkret dari semangat sinergi untuk menciptakan lembaga pendidikan tinggi yang lebih tangguh, adaptif, dan terpercaya.

Selain agenda MoU, forum juga diisi dengan sesi paparan dan diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari Kemendikbudristek dan perwakilan SPI PTNBH. Topik yang dibahas meliputi;

Business Continuity Management sebagai Pilar Resiliensi PTNBH dalam Menghadapi Ketidakpastian Global dengan narasumber Dr. Alim Setiawan Slamet, S.TP, M.Si. – Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur IPB

Peran SPI dalam Menguatkan Budaya Integritas Akademik di PTNBH dengan narasumber Lindung Saut Maruli Sirait, S.E., Ak., M.Si.,CFE.,CFrA.,CA.

Implementasi GIAS 2024: Penguatan Peran SPI dalam Tata Kelola PTNBH dengan narasumber Mohamad Hassan, MAFIS, QIA, CRMP, CRMA, CA, CACP, CPMA, QGIA, QHIA, IIAP, GRCE.

Sebagai perguruan tinggi berbasis pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT menunjukkan komitmen kuat dalam menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi di setiap lini. Semangat ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-16: “Peace, Justice, and Strong Institutions”, yang menekankan pentingnya membangun lembaga yang kuat dan berintegritas untuk keberlanjutan pembangunan.

Forum SPI PTNBH XI Tahun 2025 menjadi refleksi nyata komitmen UT dalam menjaga kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan tinggi negeri. Dari UTCC, semangat integritas itu bergaung — mempertemukan gagasan, memperkuat kolaborasi, dan menegaskan bahwa pengawasan internal bukan sekadar fungsi kontrol, tetapi wujud nyata tanggung jawab moral terhadap bangsa.