SEOUL, KOREA SELATAN — Sebuah video pembelajaran mungkin hanya berdurasi beberapa menit di layar mahasiswa. Namun, di balik setiap menitnya, ada proses yang tak sederhana: naskah yang dirancang dengan cermat, studio yang bekerja nyaris tanpa cela, hingga sentuhan editing yang menentukan apakah sebuah materi mampu dipahami atau justru dilewati begitu saja. Jejak proses yang selama ini tersembunyi dari pandangan mahasiswa itulah yang ditelusuri Universitas Terbuka (UT) saat belajar langsung di Korea National Open University (KNOU), Seoul, Korea Selatan.
Melalui program internship internasional, UT berkesempatan melihat dari dekat bagaimana salah satu institusi pendidikan terbuka terkemuka di Korea Selatan membangun kualitas pembelajaran digitalnya. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya UT memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperkaya wawasan dalam pengembangan sistem pembelajaran jarak jauh yang terus berkembang seiring pesatnya transformasi teknologi pendidikan.

Delegasi UT dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., didampingi Dr. Halim Dedy Perdana, S.E., M.SM selaku Kepala Laboratorium/Bengkel/Studio pada FEB, Krist Setyo Yulianto, S.E., M.Acc selaku dosen Program Studi Akuntansi Keuangan Publik Universitas Terbuka, serta Aditya Rahman, S.I.Kom selaku Sutradara Universitas Terbuka yang menjadi peserta utama dalam program internship tersebut.
Program ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan resmi delegasi UT ke KNOU pada 27 April 2026. Kunjungan tersebut mendapat respons positif dari Presiden KNOU, Prof. Dr. Jongoh Kim, yang kemudian memfasilitasi penyelenggaraan pelatihan intensif berfokus pada penguatan kapasitas produksi pembelajaran digital.
Kesempatan itu diwujudkan melalui program yang berlangsung pada 30 April 2026. Selama satu hari penuh, peserta diajak menyelami proses yang menjadi fondasi utama pembelajaran digital di KNOU. Kegiatan diawali dengan sesi orientasi mengenai proses produksi web-lecture KNOU yang berlangsung di Conference Room 307, DMC.
Di ruang tersebut, peserta memperoleh gambaran menyeluruh mengenai alur kerja dan standar produksi yang diterapkan KNOU dalam menghasilkan konten pembelajaran digital. Pembahasan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada bagaimana setiap tahapan dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang efektif dan mudah diakses oleh mahasiswa.
Pembelajaran kemudian berlanjut ke Wel8 Studio. Di sinilah peserta memperoleh pengalaman langsung melalui sesi hands-on experience yang memperlihatkan proses perekaman hingga editing konten pembelajaran digital. Dari balik kamera hingga ruang pascaproduksi, peserta dapat melihat bagaimana setiap detail dikelola untuk menghasilkan materi pembelajaran yang berkualitas.

Bagi Universitas Terbuka, pengalaman tersebut memberikan perspektif baru mengenai standar produksi pembelajaran digital yang telah diterapkan KNOU. Berbagai insight strategis yang diperoleh selama program ini menjadi bekal penting dalam pengembangan sistem pembelajaran jarak jauh yang lebih inovatif, interaktif, dan berkualitas tinggi.
Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menegaskan bahwa program internship ini merupakan langkah konkret dalam mempercepat transformasi digital pendidikan di Universitas Terbuka, khususnya dalam penguatan kualitas produksi konten pembelajaran.
“Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam strategi internasionalisasi UT, sekaligus upaya meningkatkan daya saing global melalui penguatan teknologi pembelajaran,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden KNOU, Prof. Dr. Jongoh Kim, menyampaikan komitmen KNOU untuk terus mendukung kerja sama akademik dan teknis dengan Universitas Terbuka. KNOU juga membuka peluang pengembangan program yang lebih komprehensif pada masa mendatang melalui perencanaan bersama yang lebih terstruktur.
Program ini sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi antara Universitas Terbuka dan Korea National Open University, khususnya dalam bidang pengembangan pembelajaran digital. Semangat tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan pendidikan berkualitas dan memperkuat kemitraan global sebagaimana tercermin dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Bagi mahasiswa, hasil dari seluruh proses itu mungkin hanya hadir dalam bentuk satu video pembelajaran yang muncul di layar. Namun bagi Universitas Terbuka, pengalaman di KNOU membuka pemahaman bahwa kualitas pendidikan jarak jauh dibangun jauh sebelum tombol “play” ditekan. Dari ruang studio di Seoul, UT membawa pulang lebih dari sekadar pengetahuan teknis—melainkan perspektif baru tentang bagaimana pengalaman belajar yang bermutu dirancang, diproduksi, dan dihadirkan bagi mahasiswa di era digital.



