UT dan Institut Halal Korea Selatan Jajaki Kerja Sama Pendidikan, Riset, dan Industri Halal Global

Korea Selatan mungkin lebih dikenal melalui kemajuan teknologinya, gelombang budaya populer, dan industri kreatif yang mendunia. Namun di balik itu, negara tersebut juga tengah mengembangkan ekosistem industri halal yang semakin mendapat perhatian global. Peluang inilah yang ditangkap Universitas Terbuka (UT) melalui penjajakan kerja sama dengan Halal Advancement Institute (HAI) di Seoul, Korea Selatan, untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan industri halal.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kunjungan resmi delegasi Universitas Terbuka ke kantor HAI yang berlokasi di kawasan Itaewon, Seoul, pada 27 April 2026. Delegasi dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., didampingi Dr. Halim Dedy Perdana, S.E., M.SM., selaku Kepala Laboratorium/Bengkel/Studio Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Krist Setyo Yulianto, S.E., M.Acc selaku dosen Program Studi Akuntansi Keuangan Publik Universitas Terbuka, serta Aditya Rahman, S.I.Kom selaku Sutradara Universitas Terbuka.

Kedatangan delegasi UT disambut Presiden HAI Hussein Kim Dong Eok bersama Vice President HAI H. Ahmad Cho Min Haeng, Secretary General HAI Dr. Abdullah Koh Hee Song, dan Deputy Secretary General Ms. Safiya Kang Nayeon. Pertemuan berlangsung hangat dan produktif, sekaligus menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan kedua institusi.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah pengembangan industri halal, khususnya inovasi produk kosmetik Korea yang memenuhi standar syariah global. Seiring meningkatnya kebutuhan pasar internasional terhadap produk halal, sektor ini dinilai memiliki prospek besar untuk terus berkembang dan membuka peluang kerja sama lintas negara.

Dalam diskusi tersebut, HAI yang merupakan bagian dari Korean Muslim Federation (KMF) menegaskan peran strategisnya dalam membangun ekosistem halal di Korea Selatan. Peran tersebut mencakup aspek sertifikasi, riset, hingga pengembangan industri. Bagi Universitas Terbuka, peluang ini membuka ruang kontribusi yang lebih luas dalam penguatan kapasitas akademik sekaligus praktik industri halal pada level internasional.

Tidak hanya berfokus pada sektor industri, kedua institusi juga menjajaki peluang kerja sama di bidang akademik. Pembahasan mencakup implementasi program pertukaran mahasiswa dan dosen, termasuk peluang internship dan magang pada program studi berbasis syariah. Program tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan bagi sivitas akademika Universitas Terbuka untuk memperoleh pengalaman global sekaligus memperkuat kompetensi di bidang ekonomi dan industri halal.

Komitmen tersebut turut ditandai dengan pertukaran cinderamata dan simbol kerja sama yang merepresentasikan keseriusan kedua belah pihak dalam membangun hubungan jangka panjang. Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan industri halal yang berkelanjutan.

Rektor Universitas Terbuka menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia, khususnya dalam merespons perkembangan industri halal global yang semakin dinamis. Sementara itu, pihak HAI menyambut positif kerja sama tersebut sebagai peluang untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan di bidang pendidikan serta ekonomi halal.

Lebih dari sekadar kunjungan kelembagaan, pertemuan ini mencerminkan semakin terbukanya ruang kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dalam menjawab kebutuhan global yang terus berkembang. Bagi Universitas Terbuka, langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring internasional sekaligus mempertegas perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, inklusif, dan berorientasi global. Sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya kerja sama yang semakin luas dan berdampak di masa mendatang.