Tangerang Selatan, 21 Oktober 2025 – Pagi itu, Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) berubah jadi ruang penuh semangat. Alunan musik, tawa peserta, dan sambutan hangat dari panitia membuka acara “Cerdas Cuan Bersama Bale Solusi”, hasil kolaborasi antara Universitas Terbuka (UT) dan Bank Tabungan Negara (BTN). Bukan sekadar talkshow finansial, kegiatan ini menjadi wadah belajar bersama tentang bagaimana cara mengelola uang dengan cerdas, membangun masa depan dengan bijak, dan menyiapkan generasi muda yang melek finansial.
Acara yang digelar pada Selasa, 21 Oktober 2025 ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan BTN seperti Helmy Afrisa Nugroho (Direktur Corporate Banking), Erwinta Siswadi (EVP LIFD BTN), serta sejumlah kepala departemen seperti Annisa Prawita, Yulia Fitri Nurman, Nurkholis Wahyudi, Tiana Elma Hetty, Sawitri Cahyaningrum, Badai Samudera Djatmiko, Chairunnisa, dan Lely Strauspalia. Dari pihak UT, hadir Ketua Senat Akademik UT, Prof. Dr. Chanif Nurcholis, M.Si., Wakil Rektor II Universitas Terbuka, Bapak Adrian Sutawijaya, beserta jajaran pimpinan dan para pegawai UT.

Acara dibuka dengan tarian tradisional Dharma Karya yang memeriahkan suasana, diikuti lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum UT, Adrian Sutawijaya, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor antara UT dan Bank Tabungan Negara (BTN) bukan sekadar kerja sama program, melainkan langkah strategis untuk memperluas akses dan kualitas layanan bagi mahasiswa. Ia menegaskan, sinergi ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan inovasi layanan keuangan yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa UT yang tersebar di seluruh Indonesia. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat pentingnya literasi keuangan di kalangan pegawai UT sendiri, agar mampu mengelola keuangan keluarga secara bijak, menghindari jerat konsumtif, dan merancang masa depan finansial yang stabil. “Kerja sama UT dan BTN bukan hanya tentang layanan perbankan, tetapi juga tentang membangun kesadaran finansial, menciptakan peluang, dan menyiapkan generasi yang mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Helmy Afrisa Nugroho menyampaikan apresiasi atas kehormatan BTN menjadi mitra utama Universitas Terbuka dalam menghadirkan beragam solusi finansial dan layanan bagi mahasiswa, sivitas akademika, serta masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa kecerdasan dalam mengelola keuangan merupakan kunci menuju kemandirian dan kesejahteraan, sejalan dengan semangat kegiatan Cerdas Cuan Bersama Bale Solusi. “Melalui beragam program seperti Solusi Cerdas Cuan, Festival Kuliner, Pameran Properti, hingga promo tiket Jakim, BTN ingin hadir lebih dekat sebagai mitra yang memberi manfaat nyata,” ujarnya.
Helmy juga memperkenalkan produk inovatif KRING SARJANA (Kredit Ringan Sarjana), yakni fasilitas pinjaman biaya kuliah bagi mahasiswa S1 Universitas Terbuka, dengan keyakinan bahwa pendidikan adalah investasi terbaik untuk memperbaiki kehidupan. Ia menutup sambutannya dengan menegaskan peran UT sebagai lembaga pendidikan yang memastikan akses kuliah terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, dan BTN akan terus menjadi mitra strategis dalam mewujudkan visi tersebut.
Setelah peluncuran, suasana makin hidup saat sesi Talkshow “Cerdas Cuan” dimulai. Tiga narasumber dari BTN — Chairunnisa (Individual Business Solution Dept. Head), Badai Samudera Djatmiko (Retail Customer Engagement Dept. Head), dan Lely Strauspalia (Asset Sales Management Dept. Head) — mengupas tuntas cara sederhana mengatur keuangan, berinvestasi cerdas, hingga memahami risiko keuangan sehari-hari. Mereka tak hanya berbagi teori, tapi juga kisah nyata dan tips praktis yang bisa langsung diterapkan peserta.

Kegiatan “Cerdas Cuan Bersama Bale Solusi” menjadi bukti bahwa literasi finansial tidak hanya milik kalangan ekonomi, tapi hak setiap individu yang ingin tumbuh mandiri dan berdaya. Kolaborasi antara Universitas Terbuka dan BTN ini sekaligus memperkuat komitmen kedua institusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Melalui sinergi ini, UT menunjukkan bahwa pendidikan terbuka bukan hanya soal akses belajar tanpa batas, tapi juga ruang untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan menumbuhkan kemandirian finansial bagi generasi masa depan.



