Apa Persamaan Atlet Nasional, Anggota DPRD, dan Lulusan Berusia 61 Tahun? Jawabannya Ada di Seminar Wisuda UT

TANGERANG SELATAN – Apa jadinya ketika seorang kiper Tim Nasional Futsal Indonesia duduk berdampingan dengan kepala badan perencanaan pembangunan daerah, anggota DPRD, calon doktor berusia 61 tahun, hingga tiga saudara kembar yang lulus bersama? Pemandangan itulah yang tersaji dalam Seminar Wisuda Universitas Terbuka (UT) Tahun Akademik 2025/2026 Genap Wilayah 2 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Senin (13/7). Di balik keberagaman latar belakang para calon wisudawan itu, tersimpan satu pesan yang sama: setiap orang memiliki kesempatan untuk terus belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia yang terus berubah.

Seminar bertema “Mencetak Generasi yang Inovatif, Berintegritas, dan Mendunia” tersebut tidak sekadar menjadi rangkaian menjelang prosesi wisuda. Forum ini dirancang sebagai ruang pembekalan sekaligus refleksi agar para lulusan mampu memaknai gelar akademik sebagai awal perjalanan baru. Sebab, tantangan masa depan tidak hanya menuntut kecerdasan intelektual, tetapi juga kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, menguasai teknologi, serta menjaga integritas dalam setiap langkah.

Pesan itulah yang ditekankan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Terbuka, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. Menurutnya, tema seminar mencerminkan harapan sekaligus tantangan yang kini dihadapi para lulusan di tengah derasnya transformasi global dan perkembangan teknologi. Karena itu, momentum wisuda seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni akademik, melainkan menjadi titik refleksi untuk terus meningkatkan kompetensi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Lulusan Universitas Terbuka telah terbiasa belajar secara mandiri, berpikir kritis, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki daya saing global. Namun, karakter yang paling utama adalah integritas. Itulah pembeda yang akan membawa lulusan mampu bersaing di tingkat dunia tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa. Teruslah berkarya, belajar, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” ujar Rahmat.

Pandangan tersebut sejalan dengan materi yang disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali, I Wayan Wiasthana Ika Putra, S.Sos., M.Si., yang hadir mewakili Gubernur Bali. Ia mengajak para lulusan untuk memiliki cara pandang global, namun tetap menjadikan kepentingan daerah dan bangsa sebagai pijakan dalam berkarya. Menurutnya, bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dijawab dengan sumber daya manusia yang unggul melalui sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri.

“Mari berpikir global, tetapi bertindak untuk daerah dan negara. Kita juga harus mampu menginterpretasikan nilai-nilai lokal dalam setiap langkah pembangunan. Karena itu, perlu ada mix and match antara lembaga pendidikan dengan dunia industri agar kualitas sumber daya manusia semakin kuat,” katanya.

Gagasan membangun sumber daya manusia tersebut tidak berhenti di ruang seminar. Pada kesempatan yang sama, Universitas Terbuka memperkuat komitmennya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan tentang penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi. Kesepakatan itu kemudian ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan bersama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka serta UT Pangkalpinang untuk mendukung berbagai program peningkatan kompetensi pendidik, pengembangan kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, magang mahasiswa, hingga penyelenggaraan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., mengatakan seminar wisuda diharapkan menjadi bekal berharga bagi para lulusan agar ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan mampu memberikan makna dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan juga menunjukkan komitmen kuat berbagai pihak dalam memperluas akses pendidikan sekaligus mempercepat peningkatan kompetensi sumber daya manusia, khususnya aparatur sipil negara (ASN).

Ali menambahkan, Universitas Terbuka terus berupaya memperkuat kualitas layanan pendidikannya. Setelah pelaksanaan ICDE Quality Review 2026, UT memperoleh berbagai masukan untuk terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang semakin berdampak bagi masyarakat dan mampu menjawab kebutuhan zaman.

Semangat memperluas dampak pendidikan tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Bisnis Universitas Terbuka, Dr. Hendrian, S.E., M.Si., menegaskan bahwa pendidikan yang inklusif tidak dapat diwujudkan oleh satu institusi saja. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci untuk menghadirkan akses pendidikan yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Saat ini Universitas Terbuka terus memperluas kerja sama dengan berbagai institusi. Pendidikan untuk semua hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi, sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan belajar dan meningkatkan kualitas hidupnya,” ujarnya.

Komitmen tersebut tercermin dari wajah para calon wisudawan yang memenuhi ruang seminar hari itu. Ada Muhammad Albagir, kiper Tim Nasional Futsal Indonesia yang berhasil menuntaskan studi Program Studi Manajemen di tengah padatnya jadwal membela Merah Putih. Ada pula I Wayan Wiasthana Ika Putra yang resmi meraih gelar doktor, sejumlah anggota DPRD dari berbagai daerah, I Nyoman Bontot yang menyelesaikan studi doktor pada usia 61 tahun, hingga tiga saudara kembar asal Palembang yang lulus bersama pada Program Magister PGSD In Service. Beragam kisah itu menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi benar-benar dapat diakses siapa saja, tanpa dibatasi usia, profesi, jabatan, maupun domisili.

Ketika seminar berakhir, para calon wisudawan pun bersiap menuju prosesi wisuda dengan cerita hidup yang berbeda-beda. Ada yang akan kembali ke lapangan pertandingan, ruang kelas, kantor pemerintahan, ruang sidang, maupun tengah masyarakat. Namun, mereka membawa bekal yang sama: keyakinan bahwa belajar adalah proses yang tidak pernah selesai. Melalui semangat itulah Universitas Terbuka terus memperkuat perannya dalam melahirkan lulusan yang adaptif, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi Indonesia sekaligus dunia—sejalan dengan komitmen mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui pendidikan berkualitas, kemitraan strategis, dan penguatan sumber daya manusia.