TANGERANG SELATAN – Mengelola lebih dari 700 ribu mahasiswa aktif tanpa mengesampingkan kualitas bukanlah perkara sederhana. Namun, Universitas Terbuka (UT) dinilai berhasil membuktikan bahwa skala besar dan mutu pendidikan dapat berjalan beriringan.
Pengakuan tersebut disampaikan International Council for Open and Distance Education (ICDE) setelah melakukan tinjauan eksternal terhadap penyelenggaraan pendidikan jarak jauh di UT pada 6–10 Juli 2026. ICDE menilai kualitas UT telah mencapai taraf dunia sekaligus mendorong Pemerintah Indonesia untuk memberikan dukungan penuh terhadap penguatan ekosistem pendidikan jarak jauh yang dikembangkan UT.
Reviewer ICDE sekaligus pakar pendidikan jarak jauh dari Guangdong Open University, Prof. Li Kam Cheong, mengatakan keberhasilan UT dalam mengelola lebih dari 700 ribu mahasiswa aktif dengan standar kualitas yang tetap terjaga merupakan pencapaian luar biasa.
“Sangat sulit untuk memiliki sistem yang begitu kuat, dan mereka telah mencapainya dengan kualitas. Kami sangat berharap Pemerintah Indonesia melihat pencapaian ini dan secara kuat mendukung penuh Universitas Terbuka,” ujar Prof. Li dalam konferensi pers di Kampus UT, Tangerang Selatan, Jumat.
Tak hanya menyoroti kekuatan sistem dan kualitas layanan, Prof. Li juga menilai UT memiliki kontribusi sosial dan ekonomi yang besar bagi Indonesia. Melalui pendidikan tinggi yang terjangkau dan fleksibel, UT membuka kesempatan belajar bagi pekerja, orang dewasa, hingga kelompok berkebutuhan khusus tanpa mengharuskan mereka meninggalkan pekerjaan maupun aktivitas produktif.
Model pendidikan tersebut memungkinkan mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi sekaligus tetap berkontribusi terhadap perputaran ekonomi. Peran ini sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui perluasan akses pendidikan tinggi yang inklusif dan merata, serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan mendukung masyarakat agar dapat terus belajar, bekerja, dan produktif secara berkelanjutan.
Menurut Prof. Li, ambisi UT untuk menjangkau satu juta mahasiswa juga berpotensi mendukung tujuan nasional dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi.
Menanggapi hasil tersebut, Rektor UT Prof. Ali Muktiyanto menegaskan bahwa kehadiran ICDE dalam melakukan tinjauan eksternal menjadi bagian fundamental dari upaya UT menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan.
Pengakuan dari organisasi pendidikan jarak jauh tingkat dunia tersebut juga menjadi bukti komitmen UT terhadap transparansi dan akuntabilitas institusi kepada publik. Bagi UT, kualitas layanan harus diterapkan secara konsisten kepada seluruh mahasiswa tanpa dibatasi wilayah maupun negara.
“Kami ingin memastikan bahwa kualitas layanan kami di mana pun berada, di belahan bumi mana pun itu memiliki standar yang sama. Kita harus pastikan bahwa mahasiswa kami yang puas dengan nilai ‘A’ di Jayapura sana, dengan mata kuliah yang sama, program studi yang sama, itu sama dengan kualitas nilai ‘A’ mahasiswa kami di Jeddah atau di Hong Kong sana,” ujar Prof. Ali.
Untuk mempertahankan perannya sebagai role model pendidikan jarak jauh yang berfokus pada kepuasan mahasiswa, UT berkomitmen meningkatkan intensitas evaluasi mutu secara berkelanjutan.
Meski tinjauan resmi ICDE dilakukan dalam siklus tiga tahunan, UT menargetkan proses komunikasi dan pendampingan dapat berlangsung setiap tahun. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan peningkatan kualitas berjalan konsisten dan berkesinambungan.
Proses penilaian ICDE dilakukan oleh tiga pakar internasional dengan menelaah laporan evaluasi mandiri UT serta melaksanakan visitasi lapangan. Peninjauan menyeluruh mencakup kantor pusat, fasilitas studio, sentra data, tiga kantor regional, hingga fasilitas Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT).
Dari rangkaian penilaian tersebut, tim ICDE merumuskan empat pujian tingkat tinggi atau high-level commendations bagi UT. Apresiasi tersebut meliputi skala operasional nasional yang tak tertandingi, komitmen kepemimpinan terhadap mutu, ketangguhan ekosistem infrastruktur teknologi, serta keandalan kantor regional sebagai ujung tombak dalam mendukung kesuksesan mahasiswa.



