ICDE Sebut UT sebagai Mega Quality University, Soroti Mutu dan Layanan bagi 768 Ribu Mahasiswa 

TANGERANG SELATAN – Bukan hanya membaca laporan atau memeriksa dokumen. Selama hampir sepekan, tiga reviewer internasional dari International Council for Open and Distance Education (ICDE) memilih melihat langsung bagaimana Universitas Terbuka (UT) menjalankan pendidikan terbuka dan jarak jauh di Indonesia. Mereka berdiskusi dengan pimpinan universitas, bertemu mahasiswa dan alumni, hingga mengunjungi sejumlah UT Daerah. Dari rangkaian kunjungan itu, mereka sampai pada satu kesimpulan: Universitas Terbuka dinilai berhasil menjaga mutu di tengah besarnya skala layanan pendidikan dan layak mendapat dukungan yang lebih besar dari pemerintah. 

Penilaian tersebut disampaikan dalam pelaksanaan ICDE Quality Review 2026 yang berlangsung pada 6–10 Juli 2026. Review ini merupakan evaluasi internasional terhadap komitmen UT dalam memperkuat budaya mutu sekaligus menindaklanjuti rekomendasi ICDE Quality Review 2023. Selama lima hari, reviewer mengevaluasi enam aspek utama, mulai dari tata kelola, kurikulum, pembelajaran, layanan mahasiswa, hingga dukungan bagi tenaga pendidik dan kependidikan.. 

Reviewer ICDE, Prof. Li Kam Cheong, mengatakan kesan positif terhadap Universitas Terbuka sudah terlihat sejak awal. Menurutnya, UT mempersiapkan dokumen penjaminan mutu secara sangat komprehensif sehingga memudahkan tim reviewer memahami arah pengembangan universitas. 

Namun, baginya, penilaian tidak cukup dilakukan dari balik meja. 

Selama berada di Indonesia, tim reviewer mengunjungi UT Daerah, berdialog dengan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni untuk memastikan berbagai kebijakan benar-benar diterapkan di lapangan. Dari situlah mereka melihat keseriusan Universitas Terbuka dalam membangun mutu secara berkelanjutan. 

“Kami melihat Universitas Terbuka mampu melayani lebih dari 768.248 mahasiswa. Itu bukan pekerjaan yang mudah, terlebih universitas juga memberikan perhatian kepada mahasiswa berkebutuhan khusus. Karena itu, kami berharap pemerintah dapat memberikan dukungan yang lebih besar agar Universitas Terbuka terus mengembangkan layanan yang semakin baik,” ujar Li. 

Pandangan serupa disampaikan Dr. Sanjaya Mishra. Menurutnya, budaya mutu yang dibangun Universitas Terbuka tidak lahir dalam waktu singkat, melainkan melalui komitmen yang terus dijaga selama bertahun-tahun. Dampaknya pun nyata. Banyak alumni UT yang kini berkiprah di berbagai perusahaan dan institusi di Indonesia. 

“Universitas Terbuka telah berkembang menjadi mega quality university. Dukungan pemerintah perlu terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat,” katanya. 

Sementara itu, Prof. Linda Amrane Cooper menilai Universitas Terbuka tidak hanya berfokus pada kebutuhan hari ini, tetapi juga bersiap menghadapi perubahan masa depan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan perubahan dunia kerja, ia melihat UT terus berinovasi agar lulusannya mampu beradaptasi dengan tantangan global. 

“Indonesia sedang berada pada jalur pertumbuhan yang baik, dan Universitas Terbuka memainkan peran yang sangat penting di dalamnya. Komitmen terhadap mutu, pemanfaatan teknologi, riset, dan kolaborasi internasional menjadi modal besar untuk menyiapkan pembelajar menghadapi masa depan,” tutur Linda. 

Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., mengatakan penjaminan mutu oleh ICDE merupakan bagian dari komitmen UT untuk menjadikan mutu sebagai budaya organisasi. Menurutnya, pendidikan tinggi yang berkualitas harus tetap dapat diakses masyarakat dengan biaya yang terjangkau. 

Senada, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Terbuka, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., menegaskan bahwa seluruh sivitas akademika bekerja dengan kualitas sekaligus bekerja untuk menghasilkan kualitas yang lebih baik. Ia berharap dukungan pemerintah terhadap Universitas Terbuka semakin kuat agar kontribusi UT dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 dapat terus diperluas. 

Bagi Universitas Terbuka, ICDE Quality Review 2026 bukan sekadar proses evaluasi internasional. Hasil review tersebut menegaskan bahwa perluasan akses pendidikan harus berjalan seiring dengan penguatan mutu. Di tengah semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang fleksibel dan berkualitas, UT berkomitmen menjaga keduanya tetap tumbuh berdampingan.