Tangerang Selatan, 6 Agustus 2025 – Universitas Terbuka (UT) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas akademik dan memperluas kontribusi keilmuan yang berdampak bagi masyarakat dengan menyelenggarakan Pengukuhan 10 Profesor baru. Pengukuhan ini menjadi bagian penting dari rangkaian Dies Natalis ke-41 UT yang mengusung tema “Inovasi Tanpa Batas, Wujudkan Pendidikan Berkualitas.” Tema ini merefleksikan semangat UT untuk terus berinovasi dalam mengembangkan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh (PTJJ) yang adaptif, inklusif dan mendorong pemerataan akses pendidikan hingga ke seluruh pelosok negeri dan luar negeri.
Prosesi pengukuhan dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu lima Profesor pada tanggal 5 Agustus 2025, dan lima Profesor lainnya pada tanggal 6 Agustus 2025, bertempat di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), serta disiarkan secara daring melalui Youtube UT TV Streaming dan Zoom Meeting. Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi manifestasi UT dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, bermutu, dan relevan dengan tantangan zaman.
Pada sesi pengukuhan tanggal 6 Agustus 2025, suasana penuh semangat terpancar dari seluruh sivitas akademika UT. Di hadapan para pimpinan UT, anggota Senat Akademik, mitra, mahasiswa, dan keluarga besar UT, kelima Profesor baru dari berbagai bidang keilmuan menyampaikan orasi ilmiah dengan memetakan perkembangan teori dan metodologi keilmuan masing-masing berbasis riset empiris sehingga diharapkan berdampak terhadap pembangunan. Mereka menawarkan sejumlah solusi inovatif dan komprehensif guna menjawab segala bentuk tantangan melalui penerapan berbagai pendekatan dalam bidang ilmu murni, khususnya ilmu statistika dan matematika, tata kelola perikanan berkelanjutan berbasis ekosistem, teknologi digital dalam pengajaran bahasa asing berkualitas melalui pendekatan pendidikan terbuka dan jarak jauh, hingga tata kelola digital berbasis governance networks.
Rektor UT, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. menyampaikan “Harapannya energi para guru besar yang ada di UT saat ini akan mewarnai seluruh sivitas akademika UT dan sehingga meningkatkan kehormatan dan kredibilitas akademik UT,” ungkap Rektor.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. menambahkan, UT berkomitmen meningkatkan kualitas SDM pendidikan Indonesia, di antaranya melalui akselerasi guru besar di UT. “Kita akan meminta para guru besar untuk memimpin pengembangan dan diseminasi ilmu pengetahuan sekaligus memimpin pengabdian kepada masyarakat berbasis ilmu-ilmu yang diampunya,” ujar Prof. Ali. Beliau menjelaskan, sebagai bagian dari strategi akselerasi mencapai target 10 guru besar per tahun, para guru besar UT akan diminta melakukan pendampingan 30 dosen lainnya guna menghasilan 15 artikel dipublikasi bereputasi, dan 5 artikel yang dapat dihilirisasi.
Pada kesempatan yang sama, UT juga meluncurkan buku “Dampak Positif Teori dan Model Ilmu Murni terhadap Pencapaian SDGs” yang memuat rangkuman orasi ilmiah dari kelima Profesor yang dikukuhkan hari ini. Melalui buku ini kelima profesor baru ini tidak hanya menyuguhkan berbagai bentuk inovasi, tetapi juga berupa antisipasi perkembangan zaman ke depan secara multidisipliner, integrated, dan holistic. Buku ini disusun di bawah tanggung jawab Ketua Dies Natalis ke-41 UT yang sekaligus Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UT, Prof. Dewi Artati Padmo Putri, M.A., Ph.D. dengan editor Prof. Dr. Karnedi, M.A. Buku ini menjadi wujud kontribusi keilmuan UT terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Kelima Profesor yang dikukuhkan pada 6 Agustus 2025 adalah sebagai berikut.

- Prof. Dr. Dewi Juliah Ratnaningsih, S.Si., M.Si. (Fakultas Sains dan Teknologi/FST, Ranting Ilmu/Kepakaran: Pemodelan Data).
Judul orasi: ANALISIS SURVIVAL: SEBUAH ALAT PEMODELAN STATISTIKA BERDAMPAK PADA BERBAGAI BIDANG
Beliau menyampaikan metode analisis survival untuk pengambilan keputusan berbasis data yang akurat dan efisien, utamanya dalam menganalisis data waktu untuk memperkirakan ketahanan, risiko, dan probabilitas di berbagai sektor. Keunggulan utama metode ini yaitu mampu mengolah data tersensor dalam dunia nyata berupa informasi yang sangat detail mengenai peluang hidup, risiko kejadian, dan faktor-faktor yang memengaruhinya.

- Prof. Dr. Ernik Yuliana, S.Pi., M.T. (Sekolah Pascasarjana (SPs)&FST, Ranting Ilmu/Kepakaran: Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan)
Judul orasi: PENGELOLAAN PERIKANAN BERBASIS EKOSISTEM MENUJU PERIKANAN BERKELANJUTAN
Beliau menyoroti perlunya pendekatan ecosystem approach for fisheries management (EAFM) guna menghindari degradasi sumber daya ikan dan habitatnya, serta dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para nelayan melalui sinergi antara ekologi dan ekonomi. Diharapkan otoritas pengelola dapat menerapkan kebijakan yang tepat sasaran dan efektif guna menyinergikan tujuan ekologi dan ekonomi berjalan selaras dan seimbang.

- Prof. Dr. Fatia Fatimah, S.Si. M.Pd. (FST pada UT Padang, Ranting Ilmu/Kepakaran: Matematika (N-Soft Sets)
Judul orasi: N-SOFT SETS: TEORI, IMPLEMENTASI, DAN INSPIRASI DARI LOKAL UNTUK GLOBAL
Beliau memaparkan potensi Teori N-soft set dalam menangani ketidakpastian data serta mengembangkan aplikasi untuk memetakan minat, bakat, serta kecerdasan mahasiswa secara tepat. Teori ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan ilmu, khususnya di bidang matematika, dan telah diadaptasi dalam sektor ekonomi digital serta tantangan keragaman mahasiswa dari segi geografis, usia, pekerjaan, dan kecerdasan. Dalam bidang akademik, aplikasi ini juga membantu mahasiswa mengoptimalkan pembelajaran dan mendukung fakultas dalam merancang layanan yang sesuai dengan jenis kecerdasan dominan. Secara non akademik, aplikasi ini juga mendukung kegiatan kemahasiswaan agar lebih selaras dengan karakteristik minat dan bakat tiap wilayah.

- Prof. Dr. Lidwina Sri Ardiasih, S.Pd., M.Ed. (SPs&FKIP, Ranting Ilmu/Kepakaran: Teaching English to Distance Learners)
Judul orasi: HARNESSING DIGITAL TECHNOLOGY FOR ENGLISH TEACHING IN HIGHER EDUCATION: AN OPEN AND DISTANCE LEARNING CONTEXT
Menawarkan model penguatan sistem pengajaran bahasa Inggris berbasis ODL (Open and Distance Learning) melalui kolaborasi strategis dan pemanfaatan teknologi digital. Prof. Lidwina raised teaching English as a foreign language (TEFL) through ODL systems for enhancing the quality and competitiveness of English language education in Indonesia. UT has both the challenge and opportunity to strengthen its network by collaborating with English education experts in developing learning materials, providing academic support, developing assessments, and engaging in collaborative research and community services.

- Prof. Dr. Susanti, M.Si. (SPs&Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), Ranting Ilmu/Kepakaran: Governansi dan Tata Kelola Sektor Publik)
Judul orasi: MEMBANGUN GOVERNANCE NETWORKS YANG ADAPTIF: SINERGI MULTIAKTOR DALAM TATA KELOLA DIGITAL
Beliau mengajak seluruh lini masyarakat membangun jejaring kolaborasi yang adaptif, inklusif, dan berbasis kepercayaan guna menghadirkan tata kelola publik digital yang bermakna. Melalui governance networks yang dinamis dan interoperabel, serta kepemimpinan partisipatif, maka layanan publik digital dapat diwujudkan secara efisien, transparan, dan berpihak kepada warga negara.
Gagasan strategis para Profesor baru UT ini mencerminkan pendekatan ilmiah yang kuat dan responsif terhadap dinamika transformasi sosial dan digital. Kontribusi mereka tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para akademisi, pembuat kebijakan, dan masyarakat luas untuk mewujudkan solusi inovatif yang inklusif dan berkelanjutan.
Peluncuran buku “Dampak Positif Teori dan Model Ilmu Murni terhadap Pencapaian SDGs” serta orasi ilmiah dari para Profesor baru menunjukkan konsistensi UT dalam mengintegrasikan kontribusi akademik terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Topik keilmuan yang mereka angkat secara langsung berkaitan dengan SDG 4 (pendidikan berkualitas), SDG 9 (industri, inovasi, dan infrastruktur), SDG 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab), serta SDG 14 (ekosistem laut berkelanjutan). UT memandang penting peran sains murni, teknologi digital, tata kelola publik, dan pendekatan multidisipliner dalam menjawab tantangan global. Ini sejalan dengan visi UT sebagai kampus digital terbuka yang mendukung pembangunan manusia berkelanjutan melalui pendidikan tinggi yang relevan, inklusif, dan berdampak.

Momentum pengukuhan ini menjadi bukti nyata UT terus memperkuat perannya sebagai kampus digital yang berkualitas, berdampak, dan inklusif. Dengan lebih dari 35 Profesor aktif, UT kini semakin kokoh sebagai pusat pembelajaran dan penelitian yang dapat diakses siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Kehadiran para Profesor baru ini akan memperluas cakrawala riset dan memperkuat kualitas kurikulum, serta menjadikan UT sebagai institusi pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, UT terus menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas yang menjangkau lebih luas dan berdampak lebih besar bagi kemajuan bangsa dan dunia.



