Sejak pukul 06.00 WIB, halaman SALUT Utama Purbalingga sudah dipenuhi oleh mahasiswa baru yang tampak antusias. Mereka datang dengan harapan besar memulai perjalanan akademik di Universitas Terbuka (UT), kampus yang dikenal memberi akses pendidikan tanpa batas bagi siapa saja, di mana saja. Suasana hangat dan semangat belajar langsung terasa saat panitia mempersiapkan daftar ulang, membagikan modul dan jas almamater sebagai penanda resmi dimulainya masa perkuliahan 2026.
Acara dibuka dengan prosesi khidmat: lagu Indonesia Raya dan Hymne UT mengalun, diikuti doa pembuka dan penayangan video profil UT. Kepala SALUT Utama Purbalingga menyambut mahasiswa baru dengan hangat, lalu Direktur UT Purwokerto memberikan arahan strategis. “Kunci sukses kuliah di UT adalah kemandirian yang terukur,” ujarnya. Ia memperkenalkan strategi belajar “CERDIK” yang terdiri dari Cerdik dalam strategi, Efektif mengatur waktu, Realistis menyusun jadwal, Dapat mencapai target, Islami dalam beretika, dan Komunikatif dalam interaksi.
Di sesi motivasi, mahasiswa diingatkan bahwa belajar di UT bukan hanya tentang membaca modul. Tutorial Online (Tuton) menjadi sahabat penting, dan menjaga integritas akademik adalah kunci agar lulus tepat waktu dengan hasil memuaskan. “Jangan pernah tergoda plagiarisme, karena keberhasilan sejati datang dari usaha sendiri,” tegas Direktur.
Momen penuh kebanggaan muncul saat prosesi penyematan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan pembagian beasiswa. Senyum mahasiswa menyiratkan kebahagiaan dan rasa dihargai. Di sela acara, tim tari menampilkan pertunjukan energik, memberi warna dan semangat sebelum materi inti dimulai. Sali Erawanti, S.Pd., membekali mahasiswa dengan profil SALUT, sementara Guruh Suksmono Aji, S.M., memandu mereka memahami MyUT dan sistem E-learning, yang memungkinkan belajar kapan saja dan di mana saja—ciri khas UT yang menjadikan pendidikan lebih inklusif.
Tak hanya akademik, mahasiswa juga belajar urusan keuangan. Bank BSI dan Bank BTN hadir memberikan sosialisasi untuk mempermudah administrasi. Kemeriahan semakin lengkap dengan doorprize dan konten kreatif dari tim sosprom, membuat suasana terasa hangat dan menyenangkan. Acara ditutup dengan sesi silaturahmi dan halal bihalal, menandai kesiapan mahasiswa memulai perjalanan akademik dengan penuh semangat.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ia menunjukkan UT menjalankan misinya mendukung SDGs, khususnya pendidikan berkualitas (SDGs 4), mengurangi kesenjangan sosial (SDGs 10), dan memperkuat kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan (SDGs 17). Lewat model pembelajaran terbuka, UT membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa saja untuk menimba ilmu, menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Bagi mahasiswa baru SALUT Utama Purbalingga, pengalaman pagi itu menjadi titik awal perjalanan akademik yang penuh semangat, mandiri, dan beretika—cerita mereka baru saja dimulai.


