Tak Cuma Kuliah, 100 Mahasiswa UT Ambon Kini Dapat Perlindungan Asuransi hingga Rp 15 Juta
AMBON – Bagi mahasiswa, perjalanan menuju kampus, mengikuti kegiatan akademik, hingga menjalani aktivitas sehari-hari merupakan bagian dari proses menempuh pendidikan. Namun, risiko kecelakaan bisa datang tanpa diduga. Karena itu, perlindungan menjadi salah satu hal penting agar mahasiswa dapat menjalani pendidikan dengan lebih tenang.
Universitas Terbuka (UT) Ambon bersama PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menjalin kerja sama dalam memberikan perlindungan asuransi kecelakaan kepada mahasiswa. Melalui kerja sama tersebut, sebanyak 100 mahasiswa UT Ambon mendapatkan perlindungan dengan nilai santunan hingga Rp 15 juta.
Kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk memberikan rasa aman bagi mahasiswa selama menjalani aktivitas yang berkaitan dengan pendidikan. Perlindungan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa maupun keluarga menghadapi risiko finansial yang mungkin muncul apabila terjadi kecelakaan.
Bagi mahasiswa yang tengah berjuang menyelesaikan pendidikan, dukungan semacam ini tentu memiliki arti lebih dari sekadar angka pertanggungan. Ketika risiko tak terduga datang, perlindungan asuransi dapat menjadi penyangga sehingga mahasiswa dan keluarganya tidak harus menanggung seluruh beban secara sendirian.
Kolaborasi UT Ambon dan Jasindo juga menunjukkan bahwa penyelenggaraan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan proses belajar-mengajar. Aspek keamanan dan kesejahteraan mahasiswa turut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung keberlanjutan studi.
Melalui kerja sama tersebut, UT Ambon memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga memberikan perhatian terhadap perlindungan mahasiswa. Sementara bagi Jasindo, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat asuransi kepada kalangan mahasiswa.
Perlindungan bagi 100 mahasiswa UT Ambon dengan santunan hingga Rp 15 juta itu juga sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Keduanya memiliki keterkaitan erat karena pendidikan yang berkelanjutan membutuhkan dukungan terhadap kondisi dan kesejahteraan peserta didiknya.
Pada akhirnya, kerja sama ini bukan hanya tentang polis dan besaran santunan. Di baliknya ada upaya sederhana untuk memastikan mahasiswa tetap memiliki ruang untuk fokus mengejar cita-cita tanpa sepenuhnya dibayangi kekhawatiran terhadap risiko yang bisa terjadi di tengah perjalanan.
Sebab, pendidikan bukan sekadar tentang seberapa jauh seseorang melangkah menuju gelar, tetapi juga tentang bagaimana perjalanan itu dapat berlangsung dengan rasa aman, terlindungi, dan penuh kesempatan untuk menatap masa depan.



