Sulawesi Barat — Di tengah tantangan pembangunan daerah dan persaingan gagasan di era ekonomi berbasis pengetahuan, dua mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Majene membuktikan bahwa ide-ide besar dapat lahir dari ruang belajar yang fleksibel. Lewat karya ilmiah yang mengangkat potensi komoditas lokal Sulawesi Barat, keduanya sukses mendominasi podium Lomba Opini Ilmiah kategori Mahasiswa yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Barat.
Prestasi tersebut diraih Muhammad Agus Syam sebagai Juara I dan Achmad Ramadan Riasang sebagai Juara III dalam kompetisi yang diikuti sekitar 145 peserta dari Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah. Pengumuman pemenang dilakukan pada Senin (29/6/2026), bertepatan dengan rangkaian kegiatan Sandeq Business, Investment and Economic (SAQBE) Forum 2026 di Ballroom Hotel Maleo, Mamuju, Sulawesi Barat.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BI Sulawesi Barat, Eka Putra Budi Nugroho, sebagai bentuk apresiasi terhadap gagasan-gagasan inovatif yang dinilai mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi daerah.
Kedua mahasiswa berprestasi tersebut berasal dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UT Majene. Keberhasilan mereka menjadi bukti bahwa mahasiswa UT mampu bersaing dalam kompetisi ilmiah, sekaligus menghadirkan solusi yang relevan terhadap tantangan pembangunan di daerah.
Muhammad Agus Syam, mahasiswa PGSD semester enam, mengungkapkan bahwa karya ilmiah yang membawanya meraih Juara I mengangkat tema hilirisasi komoditas kelapa sebagai strategi memperkuat perekonomian Sulawesi Barat menuju daerah yang lebih maju dan sejahtera.
Ia juga menjelaskan bahwa proses kompetisi berlangsung sejak pertengahan Juni 2026 dengan melalui sejumlah tahapan seleksi.
“Lomba ini melalui beberapa tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi hingga presentasi karya ilmiah. Alhamdulillah hari ini kami ditetapkan sebagai pemenang lomba opini ilmiah,” ujar Agus Syam.
Menurutnya, potensi kelapa yang melimpah di Sulawesi Barat perlu dioptimalkan melalui proses hilirisasi agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar. Dengan demikian, komoditas lokal tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga mampu menjadi produk bernilai tinggi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Semangat yang sama juga ditunjukkan Achmad Ramadan Riasang, mahasiswa PGSD semester empat yang berhasil meraih Juara III melalui karya ilmiah berjudul Dari Kebun ke Panggung Dunia. Dalam tulisannya, ia menawarkan konsep penguatan ekonomi inklusif melalui hilirisasi komoditas unggulan Sulawesi Barat sebagai langkah meningkatkan daya saing daerah.
Achmad menilai, strategi tersebut dapat membuka peluang yang lebih luas bagi hasil pertanian Sulawesi Barat untuk menembus pasar internasional sekaligus memberikan nilai jual yang lebih tinggi bagi para petani.
“Kami berharap komoditas pertanian Sulawesi Barat memiliki daya saing di pasar dunia sehingga kesejahteraan petani juga meningkat,” katanya.
Kedua karya tersebut sama-sama menekankan pentingnya hilirisasi komoditas lokal sebagai strategi memperkuat ekonomi daerah, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta mendorong kesejahteraan masyarakat. Pendekatan tersebut juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam menciptakan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, memperkuat inovasi dan industri, serta mengurangi kesenjangan melalui pembangunan yang inklusif.
Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu bersaing dalam kompetisi ilmiah, tetapi juga menghadirkan gagasan yang relevan bagi pembangunan daerah. Dari ruang belajar di UT Majene, lahir optimisme bahwa pemikiran kritis generasi muda dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong masa depan Sulawesi Barat yang lebih berdaya saing.


