Bagi mahasiswa, registrasi bukan sekadar urusan mengisi data atau mengikuti tahapan administrasi. Satu informasi yang kurang tepat dapat berpengaruh pada proses akademik berikutnya. Karena itu, Universitas Terbuka (UT) Bandar Lampung memperkuat jaringan layanannya agar mahasiswa dan calon mahasiswa bisa mendapatkan informasi yang tepat sejak awal.
Upaya tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi registrasi terintegrasi yang mempertemukan 52 Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) dari berbagai daerah di Lampung. Kegiatan yang diikuti ketua dan perwakilan staf SALUT ini menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman mengenai registrasi sekaligus memperkuat kualitas layanan UT di tengah masyarakat.
Mengusung tema “Sinergi Kuat SALUT UT Bandar Lampung: Mewujudkan Layanan Pendidikan Tinggi Terbuka yang Inklusif, Unggul, dan Terdepan di Era Digital”, forum tersebut menempatkan SALUT bukan hanya sebagai tempat pelayanan administrasi, tetapi sebagai penghubung antara UT dan masyarakat.
Ketua pelaksana Rica Wulandari, S.Ak mengatakan, registrasi terintegrasi merupakan bagian dari transformasi layanan pendidikan UT. Menurutnya, proses registrasi perlu dirancang agar mahasiswa maupun calon mahasiswa memperoleh pengalaman layanan yang mudah, cepat, dan jelas.
“Registrasi terintegrasi bukan hanya berkaitan dengan proses administrasi, tetapi merupakan bagian dari upaya kita menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang lebih mudah, cepat, akurat, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Rica secara tertulis, Selasa (11/8/2026).
Peran SALUT menjadi penting karena keberadaannya dekat dengan masyarakat di berbagai daerah. Kedekatan tersebut memungkinkan SALUT memberikan pendampingan secara langsung, terutama ketika mahasiswa membutuhkan informasi terkait registrasi maupun layanan akademik lainnya.
“SALUT harus hadir bukan hanya sebagai tempat layanan, tetapi sebagai mitra strategis UT yang mampu memberikan solusi dan pendampingan kepada masyarakat,” kata Rica.
Menurut dia, kekuatan UT dan SALUT saling melengkapi. UT memiliki sistem dan sumber daya, sementara SALUT memiliki kedekatan dengan masyarakat. Kolaborasi keduanya diharapkan mampu memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di tengah perkembangan teknologi.
Hal senada disampaikan Direktur UT Bandar Lampung Dra. Sri Ismulyaty, M.Si. Ia menilai komunikasi yang kuat dengan pengelola SALUT diperlukan untuk menjaga kualitas layanan di daerah. Melalui registrasi terintegrasi, layanan akademik diharapkan semakin mudah, cepat, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Penguatan kapasitas itu kemudian dilanjutkan melalui pembekalan bagi para pengelola SALUT. Firmansyah, S.Kom., M.M. dari Direktorat Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (DAAK) UT Pusat memberikan materi mengenai registrasi terintegrasi, mulai dari mekanisme dan tahapan registrasi hingga pentingnya ketelitian dalam administrasi akademik.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Inovasi, Produk, dan Layanan Digital Direktorat Teknologi Digital UT Pusat, Deni Rudiana Aprizal, S.Kom., membahas inovasi, produk, serta layanan digital UT. Materi tersebut memperkuat pemahaman peserta mengenai pemanfaatan teknologi untuk menghadirkan layanan yang efektif, efisien, dan mudah dijangkau.
Diskusi dan tanya jawab pun berlangsung aktif. Para pengelola SALUT menggali berbagai persoalan terkait registrasi serta pemanfaatan layanan digital yang dapat membantu mereka memberikan pelayanan kepada mahasiswa.
Bagi UT Bandar Lampung, penguatan 52 SALUT bukan sekadar membenahi proses registrasi atau memperbarui pemahaman tentang layanan digital. Lebih dari itu, langkah ini memastikan mahasiswa tidak merasa jauh dari kampus hanya karena menjalani pendidikan jarak jauh. Ketika informasi lebih mudah diperoleh, pendampingan hadir lebih dekat, dan persoalan akademik dapat ditangani dengan lebih cepat, perjalanan mahasiswa menempuh pendidikan tinggi pun menjadi lebih sederhana.
Langkah tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendorong akses pendidikan yang inklusif dan merata. Melalui sinergi UT dan SALUT, transformasi digital pendidikan tidak berhenti pada pengembangan sistem, tetapi diwujudkan melalui layanan yang mudah dipahami, mudah dijangkau, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Lampung.



