MEDAN — Derasnya arus informasi di era digital membuat kemampuan berpikir kritis semakin penting, terutama bagi generasi muda. Hal itu menjadi perhatian dalam kegiatan “Parlemen Goes to Campus” yang digelar di Universitas Terbuka (UT) Medan, Selasa (11/8/2026), dengan mengusung tema “Membangun Peran Mahasiswa di Era Digital dan Keterbukaan Informasi.” mahasiswa UT Medan diharapkan semakin aktif, kritis, dan bijak dalam memanfaatkan informasi digital. Mereka juga diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat dan berdemokrasi.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan ketika informasi bergerak begitu cepat. Kemampuan memilah informasi,ngun Peran Mahasiswa di Era Digital dan Keterbukaan Informasi.”
Kegiatan ini menjadi ruang dialog bagi mahasiswa UT Medan untuk memperluas wawasan tentang peran generasi muda dalam demokrasi di era digital. Diskusi bersama Rudi Alfahri Rangkuti, S.H., M.H. berlangsung interaktif, dengan mahasiswa antusias membahas tantangan dan peluang generasi muda dalam menyikapi informasi secara kritis dan bijak.
Kegiatan “Parlemen Goes to Campus” dibuka oleh Direktur Universitas Terbuka Medan, Yasir Riady, S.S., M.Hum. Kehadiran pimpinan kampus sekaligus menandai pentingnya ruang dialog bagi mahasiswa untuk memahami isu demokrasi dan keterbukaan informasi yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Tak berhenti pada diskusi, rangkaian kegiatan juga diisi dengan sesi foto bersama dan pemberian apresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat. Momen tersebut membuat kegiatan terasa lebih dekat sekaligus memperkuat interaksi antara peserta dan penyelenggara.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UT Medan diharapkan semakin aktif, kritis, dan bijak dalam memanfaatkan informasi digital. Mereka juga diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat dan berdemokrasi.
Dari ruang kampus, “Parlemen Goes to Campus” bukan sekadar agenda diskusi. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa masa depan demokrasi juga ditentukan oleh bagaimana generasi muda memahami informasi, menggunakan teknologi, dan berani mengambil peran. Sebab, di tengah banjir informasi, menjadi kritis bukan lagi pilihan, melainkan bekal untuk menentukan arah masa depan.



