Tangerang Selatan – Kuliah kini tidak selalu harus dimulai dengan meninggalkan kampung halaman. Bagi masyarakat Labuhanbatu, kesempatan menempuh pendidikan tinggi dapat tetap dijalani dari daerah sendiri, bahkan sambil bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Lewat sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ), Universitas Terbuka (UT) Medan terus membuka akses pendidikan tinggi yang fleksibel dan terjangkau bagi masyarakat.
Peluang itulah yang kembali dibicarakan dalam pertemuan antara Universitas Terbuka Medan dan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (29/7/2026). Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri, S.T., menerima audiensi jajaran UT Medan di ruang kerja Rumah Dinas Wakil Bupati Labuhanbatu. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membahas peluang kerja sama dalam memperluas akses pendidikan tinggi di Kabupaten Labuhanbatu.
Dari pertemuan tersebut, pembahasannya kemudian mengarah pada kebutuhan yang lebih besar: bagaimana memperluas kesempatan masyarakat Labuhanbatu untuk mengenyam pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
Direktur UT Medan Yasir Riady, S.S., M.Hum., bersama Irwan Nainggolan, S.H., M.H., dari Bagian Hukum dan Kerja Sama UT Medan, menyampaikan komitmen untuk membangun kolaborasi dan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Kerja sama tersebut diharapkan dapat semakin mendekatkan akses pendidikan tinggi kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu maupun kesempatan untuk mengikuti pendidikan secara konvensional.
Besarnya kebutuhan itu terlihat dari jumlah masyarakat Labuhanbatu yang telah memilih UT sebagai tempat melanjutkan pendidikan. Saat ini, sekitar 1.000 mahasiswa aktif asal Labuhanbatu tercatat sedang menempuh pendidikan di UT Medan. Tak hanya itu, lebih dari 3.000 alumni telah menyelesaikan pendidikan mereka.
Angka tersebut menjadi gambaran bahwa akses pendidikan tinggi yang fleksibel bukan sekadar pilihan, tetapi telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat yang ingin terus belajar tanpa harus meninggalkan aktivitas yang sudah dijalani.
Karena itu, UT Medan menawarkan pendekatan pendidikan yang memungkinkan mahasiswa tetap berkuliah dari daerah masing-masing. Melalui sistem PJJ dan biaya pendidikan yang terjangkau, mahasiswa dapat melanjutkan studi tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari.
Fleksibilitas inilah yang kemudian menjadi salah satu kekuatan UT dalam memperluas jangkauan pendidikan. Jarak geografis tidak lagi menjadi batas mutlak untuk memperoleh pendidikan tinggi. Masyarakat tetap dapat belajar, mengembangkan kompetensi, sekaligus menjalankan tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.
Yasir berharap kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dapat turut mendukung program Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan sinergi tersebut, semakin banyak putra-putri Labuhanbatu diharapkan memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui UT.
Harapan itu mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Wakil Bupati H. Jamri, S.T., menyambut baik rencana kerja sama yang ditawarkan UT Medan. Menurutnya, pemerintah daerah pada prinsipnya mendukung setiap program yang memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM, selama tetap sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Jika pendidikan adalah jalan menuju SDM yang lebih berkualitas, maka akses menjadi pintu pertamanya. Upaya memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi ini pun sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang mendorong terwujudnya pendidikan inklusif dan berkualitas bagi semua.
Pada akhirnya, kolaborasi UT Medan dan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu bukan sekadar membuka peluang kerja sama kelembagaan. Lebih dari itu, kolaborasi ini membuka harapan agar semakin banyak masyarakat dapat mengenyam pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan daerah, pekerjaan, maupun tanggung jawab sehari-hari. Sebab, di Universitas Terbuka, pendidikan tidak menunggu seseorang datang mendekat—justru pendidikanlah yang hadir lebih dekat kepada masyarakat.


