Di era ketika sebuah destinasi wisata bisa viral hanya lewat satu video pendek, cara sebuah tempat “diceritakan” menjadi sama pentingnya dengan keindahan yang dimilikinya. Berangkat dari realitas itu, Universitas Terbuka Pangkalpinang mengambil peran lebih jauh dengan tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga turun langsung membantu masyarakat mengemas potensi daerah agar lebih dikenal luas. Salah satunya melalui Workshop Content Digital Marketing Branding Wisata Bukit Pinteir yang digelar di Kampus UT Pangkalpinang, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menjadi ruang pertemuan antara dunia akademik dan kebutuhan nyata di lapangan. Universitas Terbuka Pangkalpinang menghadirkan pelatihan pembuatan konten digital bagi pengelola Wisata Bukit Pinteir yang dikenal sebagai destinasi alam, olahraga, sekaligus edukasi di Bangka Belitung. Fokus utamanya sederhana namun krusial: bagaimana membuat video promosi yang mampu “berbicara” dan menarik perhatian publik di tengah derasnya konten media sosial.
Sejak awal kegiatan, pendekatan yang digunakan UT tidak bersifat satu arah. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi langsung diajak praktik membuat konten video. Mulai dari cara memegang kamera, menentukan angle pengambilan gambar, menyusun alur cerita atau storytelling, hingga bagaimana sebuah video dikemas agar relevan untuk platform digital seperti Instagram dan TikTok.
Direktur Universitas Terbuka Pangkalpinang, Unggul Utan Sufandi, menegaskan bahwa kehadiran UT di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata kampus berdampak. Ia mengatakan, “Melalui kegiatan pengabdian ini, UT Pangkalpinang berkomitmen untuk hadir sebagai kampus yang berdampak, tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam mendorong pengembangan potensi lokal melalui pemanfaatan teknologi digital dan desa binaan.”
Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana Universitas Terbuka menjalankan perannya sebagai perguruan tinggi dengan sistem pendidikan terbuka yang inklusif. Tidak hanya menjangkau mahasiswa secara formal, UT juga hadir di tengah masyarakat untuk memperkuat kapasitas lokal agar mampu bersaing di era digital.
Ketua Tim PkM, Yusuf, menambahkan bahwa promosi wisata saat ini sudah berubah drastis. Menurutnya, kekuatan visual menjadi faktor utama dalam menarik minat wisatawan. “Kami memberikan workshop singkat kepada pengelola wisata tentang cara membuat video yang menarik dan komunikatif, sehingga potensi Bukit Pinteir dapat dipasarkan lebih luas melalui media digital,” ujarnya.
Tidak berhenti pada pelatihan, UT juga memberikan dukungan nyata berupa peralatan videografi untuk membantu keberlanjutan produksi konten promosi Wisata Bukit Pinteir. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya memastikan transfer pengetahuan dapat terus diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.
Sekretaris Pokdarwis Bukit Pinteir Lestari, Depu, mengaku pelatihan ini menjawab kebutuhan yang selama ini mereka hadapi. “Pelatihan ini sangat membantu kami dalam memahami pembuatan video yang menarik. Selama ini kami belajar secara mandiri dari YouTube, kini mendapat pendampingan langsung dari ahlinya. Dukungan alat videografi juga sangat bermanfaat untuk promosi ke depan,” ungkapnya.
Dari kegiatan ini, terlihat jelas bagaimana perguruan tinggi seperti Universitas Terbuka tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan tujuan SDGs, khususnya pendidikan berkualitas, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, kegiatan ini memperlihatkan satu hal penting: bahwa pendidikan tidak selalu harus terjadi di ruang kelas. Melalui UT, pengetahuan justru hadir di tengah masyarakat, membantu mereka membangun cerita tentang daerahnya sendiri. Dari Pangkalpinang, UT kembali menegaskan perannya sebagai kampus tanpa batas yang tidak hanya membuka akses belajar, tetapi juga membuka peluang agar potensi lokal bisa tumbuh, dikenal, dan berdaya di era digital.



