Bagi banyak orang, melanjutkan pendidikan tinggi kerap menjadi mimpi yang tertunda. Tuntutan pekerjaan, keterbatasan waktu, hingga akses pendidikan yang belum merata masih menjadi tantangan nyata, terutama di daerah. Di tengah situasi itu, Universitas Terbuka (UT) Padang bersama Pemerintah Kota Pariaman mulai membuka jalan agar kesempatan kuliah tak lagi terasa jauh bagi masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan Direktur UT Padang, Mery Berlian, ke Pemerintah Kota Pariaman pada Senin (25/5/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat itu menjadi langkah lanjutan dalam membahas kerja sama strategis antara kedua pihak untuk memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Pariaman.
Rombongan UT Padang diterima langsung oleh Staf Ahli Pemerintah Kota Pariaman, Alfian Harun, bersama jajaran kepala bagian di lingkungan Pemko Pariaman. Meski berlangsung dalam suasana formal, diskusi berjalan cair dan penuh semangat kolaborasi. Kedua pihak tampak memiliki visi yang sama: menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Fokus pembahasan diarahkan pada penguatan sinergi di bidang pendidikan, terutama dalam membuka peluang kuliah yang lebih fleksibel bagi masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), pekerja, hingga warga yang selama ini harus mengubur keinginan melanjutkan studi karena terbentur aktivitas sehari-hari.
Direktur UT Padang, Mery Berlian, menegaskan bahwa sistem pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang diterapkan Universitas Terbuka menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun tanggung jawab lainnya.
“Universitas Terbuka hadir untuk memberikan kesempatan pendidikan tinggi yang lebih luas kepada masyarakat, termasuk bagi ASN, tenaga kerja, maupun masyarakat umum yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau aktivitas lainnya,” ujarnya.
Menurut Mery, kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemerataan pendidikan di daerah. Ia menilai peningkatan kualitas SDM tidak bisa hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga harus dibarengi dengan perluasan akses pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat saat ini.
Di tengah perubahan dunia kerja dan tuntutan kompetensi yang semakin tinggi, pendidikan fleksibel menjadi kebutuhan baru. Kehadiran sistem pembelajaran jarak jauh dinilai mampu menjawab tantangan tersebut, terutama bagi masyarakat yang selama ini berada di persimpangan antara melanjutkan pendidikan atau mempertahankan pekerjaan.
Pemerintah Kota Pariaman pun menyambut positif rencana kerja sama tersebut. Pemko berharap sinergi bersama UT Padang dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya menciptakan SDM unggul yang mampu bersaing di masa depan.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan komitmen mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas dan tujuan ke-17 mengenai kemitraan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.
Pertemuan kemudian ditutup dengan pembahasan lanjutan mengenai berbagai peluang program kerja sama yang nantinya akan dituangkan dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Terbuka dan Pemerintah Kota Pariaman.
Di balik agenda resmi tersebut, tersimpan harapan yang lebih besar: agar pendidikan tinggi tidak lagi menjadi hak bagi mereka yang memiliki banyak waktu dan kesempatan saja. Melalui kolaborasi ini, Universitas Terbuka Padang ingin memastikan bahwa siapa pun, dari latar belakang apa pun, tetap memiliki peluang yang sama untuk belajar, bertumbuh, dan mengubah masa depan.


