Kisah dari Toga Majene: Ini Makna Lulusan ‘Revolusioner’ Menurut Gubernur Sulbar di Wisuda UT

Senyum berpadu haru tampak jelas di wajah ratusan wisudawan Universitas Terbuka (UT) Majene Periode I Tahun 2026, Senin (11/5/2026). Di balik toga yang mereka kenakan, tersimpan narasi tangguh tentang kegigihan menaklukkan keterbatasan demi merengkuh ijazah pendidikan tinggi.

Momen kelulusan program Diploma, Sarjana, hingga Pascasarjana ini menjadi pembuktian nyata atas komitmen UT dalam meruntuhkan batasan geografis. Kampus ini berhasil membuka keran akses pendidikan tinggi berkualitas dunia secara inklusif, menyentuh seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Barat, tanpa terkecuali.

Melalui tema yang diusung, “Mewujudkan Lulusan Universitas Terbuka Majene yang Revolusioner, Berintegritas, dan Adaptif di Era Transformasi Global”, perhelatan ini mengirimkan sinyal kuat tentang arah pembangunan SDM di wilayah tersebut.

Hadir di tengah-tengah kebahagiaan para lulusan, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Sulbar, Hidayat Yasin, yang datang mewakili Kakanwil Saefur Rochim. Hidayat mengingatkan bahwa tantangan pasca-kelulusan justru baru dimulai di tengah dinamika global yang serba cepat.

“Para lulusan harus mampu menjadi pribadi yang revolusioner, berintegritas, dan adaptif dalam menghadapi transformasi global. Pendidikan yang telah diperoleh hendaknya menjadi bekal untuk terus berkarya, menjaga nilai-nilai moral, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Hidayat secara lugas usai acara.

Ia pun secara terbuka memuji fleksibilitas sistem pendidikan jarak jauh milik UT. Menurutnya, konsep kuliah mandiri ini merupakan terobosan paling berkeadilan yang memberikan ruang luas bagi masyarakat lokal—termasuk para pekerja—untuk meningkatkan kapasitas diri tanpa harus menelantarkan kewajiban profesi sehari-hari.

Sejalan dengan atmosfer optimisme tersebut, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dalam pidatonya memberikan perspektif baru tentang arti perubahan. Bagi Suhardi, bersikap ‘revolusioner’ sama sekali bukan tentang mendobrak sistem secara anarkis, melainkan sebuah keberanian berpikir cerdas untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mengubah nasib keluarga.

Suhardi menekankan pentingnya integritas serta kelihaian mengadopsi teknologi digital agar para alumni tidak gagap menghadapi disrupsi zaman. Demi menjaga keberlanjutan pemetaan kualitas SDM ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen penuh untuk terus menggelontorkan program beasiswa yang menyasar mahasiswa berprestasi dan anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Langkah kolaboratif ini secara otomatis menyumbang kontribusi nyata terhadap agenda global Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama pada Poin ke-4 mengenai Pendidikan Berkualitas yang inklusif serta Poin ke-10 terkait Berkurangnya Kesenjangan, memastikan tidak ada lagi diskriminasi ekonomi maupun wilayah dalam mengejar cita-cita akademik.

Menutup prosesi wisuda dengan khidmat, Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menitipkan pesan penutup. Beliau menegaskan bahwa lembar ijazah yang kini berada di tangan para wisudawan adalah simbol dari muldimensinya tanggung jawab moral baru untuk segera turun tangan memajukan kehidupan bermasyarakat.