UT dan ANRI Kuatkan Kolaborasi Kearsipan, Wujudkan Akses Pendidikan Magister Kearsipan Tanpa Batas hingga Pelatihan

Tangerang Selatan, 5 Desember 2025 – Universitas Terbuka (UT) dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) secara resmi memperkuat kemitraan strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), yang berfokus pada penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi di bidang kearsipan. Kolaborasi ini menjadi angin segar, khususnya bagi para arsiparis di berbagai penjuru Indonesia, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi kearsipan nasional. Sinergi kedua institusi ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) nomor 4, yakni Pendidikan Berkualitas, dengan menjamin akses pendidikan tinggi yang inklusif dan merata bagi semua kalangan.

Kolaborasi ini penting bagi UT untuk memperkuat tata kelola kearsipan dan mempercepat transformasi digital di lingkungan UT. Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mengandalkan ANRI sebagai mitra strategis, terutama untuk memfasilitasi praktik dan magang bagi 4.000 mahasiswa D4 Kearsipan, yang kini pengelolaannya ada pada Sekolah Vokasi agar lebih fokus pada sisi praktik. Jumlah mahasiswa D4 Kearsipan UT yang mencapai 4.000 orang ini menunjukkan besarnya kebutuhan dan animo masyarakat terhadap bidang tersebut, yang perlu dijaga kualitasnya.

Lebih lanjut, Rektor UT menyampaikan sejumlah harapan besar, termasuk pengembangan program studi (prodi) baru yang relevan dengan perkembangan teknologi, seperti prodi data sains untuk kearsipan. Permintaan yang paling mendesak dan berasal dari berbagai pihak adalah pembukaan prodi Magister Kearsipan. UT, sebagai pionir pendidikan jarak jauh, berharap dapat menjadi jembatan bagi para arsiparis di daerah yang kesulitan mengakses pendidikan lanjutan, sehingga bisa meningkatkan jenjang karier hingga posisi fungsional Madya atau Utama.

Kepala ANRI, Dr. Mego Pinandito, M.Eng., menyambut baik usulan Magister Kearsipan tersebut. Ia membenarkan adanya kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pendidikan arsiparis, seiring dengan rencana penetapan syarat minimal pendidikan Magister bagi arsiparis Madya/Utama di masa depan. Dr. Megoh menekankan bahwa jaringan luas UT dengan 39 kantor daerah se-Indonesia menjadi modal kuat untuk memastikan pemerataan akses pendidikan ini. ANRI sendiri harus menangani arsip dari hampir 100 kementerian/lembaga dan sekitar 600 pemerintah daerah (Provinsi, Kabupaten/Kota), yang meniscayakan perlunya tenaga arsiparis berkualitas.

Selain Magister Kearsipan, UT juga berharap kolaborasi ini meluas ke pelatihan, workshop, dan pendampingan teknis bagi arsip-arsip daerah, mengingat UT memiliki dukungan jaringan di 39 daerah. Rektor UT berharap agar MoU ini segera ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang spesifik di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kedua institusi berkomitmen untuk tidak hanya merawat arsip, tetapi juga mengkapitalisasinya menjadi nilai tambah untuk pemberdayaan masyarakat dan bangsa.