Kuliah Tanpa Drama? UT Kupang Bongkar Rahasia Kuliah Fleksibel di Era Modern

Kuliah sering dianggap identik dengan tugas menumpuk, begadang, dan tekanan akademik yang bikin kepala penuh. Tapi anggapan itu coba dipatahkan oleh Universitas Terbuka Kupang lewat Seminar Akademik bertema “Kuliah di Universitas Terbuka Tanpa Stres”. Di tengah tren mahasiswa yang dituntut serba cepat dan multitasking, UT justru menawarkan pengalaman kuliah yang lebih fleksibel, nyaman, dan tetap produktif.

Seminar yang digelar pada Kamis, 21 Mei 2026 di Aula UT Kupang itu diikuti para manajer dan staf di lingkungan UT Kupang. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dr. Chatarina P.S. Keraf yang juga merupakan alumni UT.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UT Kupang dalam memberikan motivasi sekaligus memperkuat pemahaman tentang sistem pembelajaran fleksibel yang diterapkan di Universitas Terbuka. Seminar juga terlaksana melalui kolaborasi bersama organisasi mahasiswa (Ormawa).

Direktur UT Kupang, Albert Gamot Malau, dalam sambutannya menegaskan bahwa sistem pembelajaran di Universitas Terbuka dirancang agar mahasiswa tetap nyaman menjalani proses kuliah tanpa harus terbebani tekanan berlebihan.

“Menurut saya, kalau kuliah di UT mau bilang stres tidak juga, namun dari pengalaman sangat nyaman kuliah di UT,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan bagaimana sistem pembelajaran fleksibel UT memberi ruang bagi mahasiswa untuk tetap berkembang sesuai ritme masing-masing. Pendekatan ini juga sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs poin 4 tentang pendidikan berkualitas, yakni menciptakan akses pendidikan yang inklusif, fleksibel, dan mendukung pembelajaran sepanjang hayat.

Albert juga menjelaskan bahwa narasumber yang hadir merupakan salah satu alumni UT yang telah merasakan langsung pengalaman belajar di kampus tersebut. Ia bahkan membagikan pengalaman anaknya yang merupakan alumni UT jurusan Akuntansi angkatan 2025.

“Anak saya alumni UT jurusan Akuntansi angkatan 2025, dan saya tekankan kepadanya bahwa portofolionya harus banyak. Di dalam portofolionya ada sertifikat kompetensi. Sekarang sedang lanjut S2 dan kuliah sambil kerja,” jelasnya.

Menurut Albert, salah satu keunggulan Universitas Terbuka terletak pada kesempatan mahasiswa untuk memperoleh berbagai sertifikat kompetensi sebagai nilai tambah saat memasuki dunia kerja. Tidak hanya fokus pada akademik, mahasiswa juga didorong memperkuat portofolio dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Lewat seminar ini, UT Kupang ingin menunjukkan bahwa kuliah tidak selalu harus identik dengan tekanan. Dengan sistem yang fleksibel dan dukungan pengembangan kompetensi, mahasiswa tetap bisa belajar, bekerja, hingga melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi secara seimbang.