Tangerang Selatan – Universitas Terbuka (UT) Banjarmasin resmi mengukuhkan 476 lulusan jenjang sarjana dan diploma dalam Wisuda Tahap I di Hotel Galaxy Banjarmasin, Selasa (7/4/2026). Ratusan wisudawan tersebut dipersiapkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Selatan melalui model pendidikan yang inklusif dan fleksibel.
Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menyatakan bahwa pelaksanaan wisuda ini merupakan bagian dari penguatan budaya akademik di wilayah Kalimantan Selatan. Ia menegaskan, UT berkomitmen menjamin layanan pendidikan tinggi tetap terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkendala jarak.
“Kami ingin memastikan layanan pendidikan tinggi dapat terus berjalan dengan baik melalui kontribusi UT bagi bangsa. Momentum ini membuktikan UT diterima dengan sangat baik oleh masyarakat Kalimantan Selatan,” ujar Ali saat memberikan sambutan di Banjarmasin.
Capaian akademik dalam wisuda kali ini menonjolkan keberhasilan sistem pembelajaran jarak jauh. Muhammad Hasyir dan Siti Marpuah dari Program Studi Akuntansi tercatat sebagai lulusan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan IPK 3.85.
Selain itu, predikat terbaik juga diraih oleh Nurkhalisha Wardani dari Prodi Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemah (IPK 3.82) dan Melda Rahmawati dari Prodi PGPAUD (IPK 3.59).
Kehadiran ribuan mahasiswa aktif di UT Banjarmasin—yang kini mencapai hampir 15.000 orang—secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 terkait: Pendidikan Berkualitas. Melalui akses yang merata hingga ke pelosok, UT berupaya meminimalkan kesenjangan pendidikan di daerah.
Direktur UT Banjarmasin, Ir. Mochamad Priono, M.Si., menjelaskan bahwa institusinya tidak hanya fokus pada kurikulum formal. Para mahasiswa juga dibekali pelatihan praktis seperti public speaking dan fotografi guna meningkatkan daya saing di pasar kerja. Hal ini berkaitan erat dengan poin SDGs ke-8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
“Tugas kami memperluas akses pendidikan tinggi. Kami terus menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah dan sektor swasta, terutama terkait penyediaan jaringan internet agar layanan pendidikan optimal hingga ke perdesaan,” kata Priono.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis, Dr. Hendrian, S.E., M.Si., mengharapkan para alumni mampu menjalin sinergi strategis dengan pemerintah daerah.
“Keberhasilan hari ini adalah langkah awal. Sistem jarak jauh menuntut kedisiplinan tinggi dalam membagi waktu antara pekerjaan dan perkuliahan,” pungkas Muhammad Hasyir, perwakilan wisudawan terbaik.


