Ratusan peserta memadati kawasan Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Minggu (19/4/2026), dalam kegiatan jalan sehat bertajuk “Funwalk Anti Mager”. Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan lintas kalangan yang tidak hanya mengusung gaya hidup sehat, tetapi juga menyisipkan pesan penting tentang akses pendidikan tinggi yang lebih terbuka melalui sistem pembelajaran fleksibel seperti yang dijalankan Universitas Terbuka (UT).
Sejak pagi, peserta dari berbagai unsur sudah terlihat berkumpul di titik kegiatan. Mereka terdiri dari siswa SMA di Sengkang, guru, kepala sekolah, aparatur pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat. Turut hadir pula mahasiswa dan alumni Universitas Terbuka (UT), serta komunitas pendidikan seperti SALUT Wajo, Pokjar Soppeng, dan Pokjar Bone. Kehadiran beragam unsur ini menunjukkan kuatnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan yang menggabungkan edukasi dan kesehatan.
Kegiatan ini secara resmi dilepas oleh Kepala Cabang Dinas Wilayah IV, Settaraming. Dalam sambutannya, ia menilai kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis karena mampu mempertemukan banyak elemen dalam satu ruang interaksi positif. “Kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya mendorong pola hidup sehat, tetapi juga mempererat kebersamaan antara pelajar, mahasiswa, dan masyarakat. Ini adalah bentuk kolaborasi yang patut terus didorong,” ujarnya.
Usai dilepas, peserta mengikuti rute jalan sehat dengan suasana yang tertib dan santai. Tidak hanya sekadar berjalan bersama, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang hangat. Peserta tampak saling berbincang dan berbaur tanpa sekat, mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.
Di balik kegiatan ini, Universitas Terbuka (UT) mengambil peran penting dalam memperluas pesan tentang akses pendidikan tinggi yang inklusif. Melalui kehadiran mahasiswa, alumni, serta jaringan SALUT Wajo sebagai mitra, UT memperkenalkan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang memungkinkan siapa saja untuk melanjutkan studi tanpa terikat ruang, waktu, usia, maupun status pekerjaan.
Peran UT dalam kegiatan ini menjadi semakin relevan karena disampaikan secara langsung di tengah masyarakat. Dalam suasana santai Funwalk Anti Mager, informasi tentang pendidikan fleksibel disampaikan dengan pendekatan yang lebih dekat dan mudah dipahami. Hal ini sekaligus memperkuat posisi UT sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang dapat diakses secara luas, termasuk di daerah.
Koordinator Wilayah Wajo Funwalk Anti Mager, Safruddin, mengatakan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mendekatkan Universitas Terbuka kepada masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mendekatkan Universitas Terbuka kepada masyarakat, khususnya di wilayah Wajo dan sekitarnya, bahwa kuliah bisa dilakukan secara fleksibel tanpa batasan usia maupun pekerjaan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang lebih adaptif.
Dari sisi pelaksanaan, kegiatan ini berlangsung lancar dengan dukungan berbagai pihak. Satuan Lalu Lintas Polres Wajo melakukan pengamanan jalur, Dinas Perhubungan membantu pengaturan lalu lintas, serta Puskesmas Kecamatan Tempe menyediakan layanan kesehatan selama kegiatan berlangsung. Kolaborasi ini memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh peserta.
Jika dikaitkan dengan agenda pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan, SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas, serta SDGs 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Dalam konteks ini, Universitas Terbuka berperan sebagai institusi pendidikan yang mendukung perluasan akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan Funwalk Anti Mager di Sengkang kemudian ditutup dengan kesan sederhana namun bermakna. Di balik langkah-langkah santai para peserta, tersimpan pesan bahwa akses pendidikan kini semakin terbuka lebar. Universitas Terbuka hadir sebagai salah satu jembatan yang memastikan siapa pun, di mana pun berada, tetap memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan meningkatkan masa depan tanpa batasan.



