Lawan Bullying Sejak Dini, UT dan UM Hadirkan Buku Cerita Pendidikan Karakter untuk Anak SD

Tangerang Selatan, 12 Juni 2026 – Kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah masih menjadi bayang-bayang kelam bagi dunia pendidikan dasar di Indonesia. Merespons tantangan tersebut, Universitas Terbuka (UT) Jakarta membuktikan bahwa komitmennya dalam membangun moral bangsa tidak terbatas oleh jarak dan ruang kuliah daring.

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), UT Jakarta menggandeng Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (UM) untuk terjun langsung ke lapangan. Mereka berkolaborasi dengan SDN Sukoharjo 1 Kota Malang guna mengampanyekan gerakan anti-perundungan lewat media yang interaktif dan ramah anak pada Senin (8/6/2026).

Langkah inovatif yang diambil oleh kolaborasi lintas perguruan tinggi ini adalah dengan meracik dan menyusun buku cerita khusus bertema pendidikan karakter dan anti-bullying. Media belajar berbasis visual dan narasi ringan ini diciptakan agar anak-anak usia sekolah dasar lebih mudah memahami cara menghargai perasaan sesama teman.

Ketua PkM sekaligus Dosen Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) FKIP Universitas Terbuka, Siti Utami Dewi Ningrum, menjelaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari riset BIMA pada tahun 2025.

“Berdasarkan asesmen kami dan masukan dari Kepala Sekolah, ada kebutuhan mendesak terkait materi anti-bullying. Banyaknya kasus di Indonesia membuat anak-anak perlu diajarkan sejak dini bagaimana cara berteman dengan baik dan menghargai perbedaan. Oleh karena itu, kami menyusun materi ini dalam bentuk buku cerita,” ujar Siti Utami.

Selain menyosialisasikan buku cerita, tim UT yang beranggotakan Mutia Kamalia Mukhtar, Nisa Arafia Tri Wulandari, Kusnadi, Ary Purwanti Ningsih, dan Erna Risnawati, juga menyerahkan hibah barang operasional untuk mendukung kelancaran aktivitas belajar-mengajar di sekolah tersebut.

Langkah inklusif UT ini sejalan dengan agenda global pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs Nomor 4 terkait Pendidikan Berkualitas yang inklusif, serta SDGs Nomor 16 dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan bebas dari kekerasan bagi anak-anak. Melalui penguatan karakter dari bangku sekolah dasar, akses pendidikan yang aman dan berkualitas tanpa batasan latar belakang dapat terwujud secara nyata.

Pakar pendidikan dari UM, Dr. Siti Awaliyah, S.Pd., M.Hum., yang turut hadir juga memberikan penguatan materi karakter secara langsung kepada para siswa.

Kepala Sekolah SDN Sukoharjo 1 Kota Malang, Murthofiatis Zahrok, S.Pd., M.AB., menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi seperti UT dan UM memberikan dampak ganda, baik bagi pembentukan karakter siswa maupun peningkatan kompetensi guru dalam mengimplementasikan kurikulum yang sehat.

“Kolaborasi ini sangat bermanfaat agar nilai penguatan karakter benar-benar terintegrasi dalam diri anak dan proses pembelajaran guru. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut dan memicu kampus-kampus lain untuk ikut peduli pada masa depan anak didik di daerah,” tutur Zahrok.