Lewat Kegiatan Kebersamaan, UT Tarakan Perluas Akses Pendidikan Tinggi di Kalimantan Utara

Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di halaman Kampus Universitas Terbuka (UT) Tarakan, Kalimantan Utara, pada Jumat (10/4/2026). Sejak pagi, puluhan peserta dari berbagai instansi berkumpul mengikuti kegiatan Olahraga Gabungan Instansi (OGASI), sebuah agenda rutin yang tidak hanya menghadirkan aktivitas fisik, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi lintas lembaga.

Kegiatan yang digelar di Jalan Mulawarman, Kota Tarakan ini diikuti lebih dari 80 peserta dari instansi vertikal maupun organisasi perangkat daerah (OPD). OGASI menjadi wadah bagi berbagai pihak untuk saling berinteraksi dalam suasana santai, sekaligus memperkuat koordinasi dalam mendukung pembangunan daerah.

Direktur UT Tarakan, Jeji Muhammad Najib, mengatakan kegiatan ini secara konsisten dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Menurutnya, OGASI dirancang sebagai sarana membangun hubungan yang lebih erat antarinstansi di Kota Tarakan. “Olahraga gabungan antar instansi rutin diselenggarakan setiap tiga bulan sekali. Kegiatan ini mengundang berbagai instansi di Tarakan, baik instansi vertikal maupun organisasi perangkat daerah (OPD),” katanya. Ia menambahkan, “Antusiasme peserta sangat tinggi, dengan dihadiri lebih dari 80 orang.”

Rangkaian kegiatan dimulai dengan senam pagi bersama yang berlangsung penuh semangat. Momen ini menjadi pembuka yang mencairkan suasana, sebelum dilanjutkan dengan sesi halal bihalal yang dimanfaatkan peserta untuk saling bermaafan dan mempererat hubungan personal. Kegiatan kemudian berlanjut dengan berbagai permainan interaktif yang menghadirkan suasana akrab dan penuh tawa. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan makan bersama sebagai simbol kebersamaan lintas instansi.

“Rangkaian kegiatan dimulai dengan olahraga bersama yang berlangsung penuh kebersamaan. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan berbagai permainan (game) yang menambah keakraban, dan diakhiri dengan makan bersama,” terang Jeji.

Lebih lanjut, Jeji menjelaskan bahwa OGASI tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi sarana memperkuat sinergi antarinstansi. Ia menilai hubungan yang harmonis menjadi kunci dalam mendukung program pemerintah dan pembangunan daerah yang berkelanjutan. “Dengan terjalinnya hubungan yang baik, diharapkan semua pihak dapat saling mendukung program pemerintah serta berkontribusi dalam pembangunan daerah,” jelasnya.

Sebagai bagian dari komitmen memperluas akses pendidikan, UT Tarakan juga berencana melibatkan pelajar dan guru dalam kegiatan serupa di masa mendatang. Langkah ini bertujuan memperkenalkan pendidikan tinggi yang fleksibel dan terjangkau kepada generasi muda di Kalimantan Utara. “Ini bertujuan untuk memperkenalkan layanan pendidikan tinggi kepada siswa, sekaligus memberikan alternatif pilihan melanjutkan pendidikan setelah lulus sekolah,” ungkap Jeji.

Kehadiran UT Tarakan sendiri menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan daerah. Dengan sistem pembelajaran yang fleksibel, mahasiswa tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk membantu keluarga, sembari menempuh pendidikan tinggi. “Disamping dapat menempuh pendidikan di universitas, juga tetap bisa membantu orang tua dan berkontribusi membangun daerahnya sendiri,” pungkas Jeji.

Melalui kegiatan OGASI, Universitas Terbuka secara konsisten menunjukkan perannya tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai penghubung berbagai elemen masyarakat. Upaya ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendorong pendidikan berkualitas yang inklusif serta memperkuat kemitraan. Dengan pendekatan yang terbuka dan fleksibel, UT terus menghadirkan akses pendidikan tanpa batas bagi seluruh kalangan, sekaligus mendukung pembangunan daerah dari tingkat lokal.