Kuliah Sambil Kerja Bukan Lagi Mimpi, Universitas Terbuka Tawarkan Sistem Belajar Fleksibel

Kuliah sering kali dianggap sulit bagi mereka yang sudah bekerja. Jadwal kerja yang padat, mobilitas tinggi, hingga keterbatasan waktu kerap membuat banyak orang menunda keinginan melanjutkan pendidikan. Namun, perkembangan sistem pembelajaran jarak jauh kini membuka peluang baru. Melanjutkan pendidikan tinggi sambil bekerja bukan lagi hal yang mustahil.

Topik tersebut menjadi pembahasan dalam program “Ruang Karir” yang tayang di JTV pada Rabu (11/03/2026) dengan tema “Kuliah Sambil Kerja, Kenapa Tidak?”. Dalam program tersebut hadir Direktur Universitas Terbuka Surabaya, Suparti, serta Welin Kusuma, alumni sekaligus mahasiswa Universitas Terbuka yang dikenal memiliki puluhan gelar akademik.

Suparti menjelaskan bahwa sejak berdiri pada 1984, Universitas Terbuka memang dirancang sebagai perguruan tinggi yang menerapkan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh. Sistem ini memungkinkan masyarakat dari berbagai latar belakang untuk melanjutkan pendidikan tanpa batasan usia maupun pekerjaan.

“Universitas Terbuka itu memang sejak berdiri didesain sebagai pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh. Siapa saja boleh kuliah, tidak peduli sudah bekerja, usia berapa pun, bahkan yang hanya di rumah saja tetap bisa kuliah,” ujar Suparti.

Ia menuturkan bahwa keberagaman latar belakang mahasiswa menjadi salah satu ciri khas UT. Bahkan dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru, pernah terdapat mahasiswa berusia 16 tahun hingga mahasiswa yang berusia lebih dari 60 tahun yang tetap bersemangat menempuh pendidikan tinggi.

Salah satu keunggulan sistem pembelajaran di UT adalah fleksibilitasnya. Mahasiswa tidak diwajibkan datang ke kampus secara rutin karena proses belajar dilakukan secara mandiri dan didukung oleh berbagai platform pembelajaran daring.

“Mahasiswa tidak perlu datang ke kampus. Setelah registrasi, bahan ajar akan dikirim ke rumah. Belajar bisa dilakukan kapan saja sesuai waktu luang,” jelas Suparti.

Model pembelajaran ini membuat UT banyak diminati oleh kalangan pekerja. Bahkan sebagian besar mahasiswa UT memang telah memiliki pekerjaan sejak awal masa studi mereka.

Selain fleksibilitas belajar, UT juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memanfaatkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Melalui skema ini, pengalaman belajar maupun mata kuliah yang pernah ditempuh sebelumnya dapat diakui sehingga masa studi dapat diselesaikan lebih cepat.

Kisah nyata tentang kuliah sambil bekerja juga datang dari Welin Kusuma. Ia merupakan salah satu mahasiswa UT yang dikenal luas karena dedikasinya dalam menempuh pendidikan di berbagai bidang.

Saat ini, Welin telah mengoleksi 61 gelar akademik dan masih terus melanjutkan pendidikan baru. Baginya, belajar merupakan bagian dari perjalanan hidup yang tidak pernah berhenti.

“Motivasi saya memang dari kecil senang belajar. Orang tua saya mendorong untuk terus menuntut ilmu, sehingga sampai sekarang saya masih kuliah,” kata Welin.

Ia mengaku telah mempelajari berbagai disiplin ilmu, mulai dari ilmu perpustakaan, matematika, statistika, hingga administrasi.

Menurut Welin, sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan UT justru melatih kedisiplinan serta kemampuan mengelola waktu dengan baik. Meski belajar dilakukan secara fleksibel, mahasiswa tetap harus mematuhi berbagai tenggat waktu dalam penyelesaian tugas.

“Ada deadline tugas, biasanya diberi waktu satu minggu. Kalau lewat, nilainya bisa tidak keluar. Jadi walaupun belajar jarak jauh, kita tetap harus disiplin,” ujarnya.

Ia biasanya memanfaatkan waktu senggang seperti saat istirahat makan siang atau akhir pekan untuk belajar dan mengerjakan tugas kuliah.

Welin juga menekankan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sangat bermanfaat dalam dunia kerja. Dengan bekal teori yang tepat, seseorang dapat menganalisis dan menyelesaikan masalah secara lebih sistematis.

“Kalau kita tidak punya teori, kita hanya trial and error. Dengan teori, kita bisa menyelesaikan masalah secara sistematis,” jelasnya.

Menutup diskusi tersebut, Suparti menyampaikan pesan motivasi kepada generasi muda agar tidak ragu melanjutkan pendidikan meski harus sambil bekerja. Ia memperkenalkan konsep yang ia sebut sebagai “DUIT”, yakni singkatan dari Doa, Usaha, Ikhlas, dan Tawakal.

“Semua orang punya mimpi. Setelah punya mimpi, kita harus berdoa, berusaha sungguh-sungguh, menjalani dengan ikhlas, dan akhirnya bertawakal kepada Tuhan,” kata Suparti.

Melalui sistem pendidikan terbuka dan fleksibel, Universitas Terbuka terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di berbagai daerah. Upaya ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, yang menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan tanpa batas ruang, waktu, maupun latar belakang sosial.