Ikhtiar Pemkab Gunung Mas Cetak Guru PAUD Profesional Melalui Universitas Terbuka

Di balik rimbunnya hutan dan aliran sungai yang membelah Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau, tersimpan dedikasi tanpa pamrih dari para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di pelosok Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Setiap hari, para pahlawan tanpa tanda jasa ini menempuh jarak yang tidak dekat, melewati jalanan tanah yang terkadang menantang, demi menyapa wajah-wajah ceria generasi penerus Kalimantan Tengah. Namun, di balik semangat mengajar itu, terselip kerinduan mendalam untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi yang berkualitas guna meningkatkan derajat dan kompetensi mereka sebagai pendidik.

Mimpi itu kini bukan lagi sekadar angan yang menggantung di langit-langit ruang kelas kayu yang sederhana. Melalui sebuah sinergi positif antara Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gumas, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, dan Universitas Terbuka (UT) Palangka Raya, pintu masa depan yang lebih cerah resmi terbuka. Sebanyak 250 guru PAUD diundang untuk merajut harapan baru melalui sosialisasi program beasiswa kuliah gratis “Huma Betang: Satu Keluarga Satu Sarjana” yang digelar pada Selasa (6/1/2026).

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Universitas Terbuka hadir sebagai jembatan ilmu yang meruntuhkan sekat-sekat geografis. Dengan sistem belajar jarak jauh yang fleksibel, UT memungkinkan para guru di wilayah Gumas tetap bisa mendekap profesi mulianya sambil mengejar gelar sarjana tanpa harus meninggalkan anak didik mereka. Inisiatif ini secara natural selaras dengan cita-cita global dalam SDGs, khususnya SDG 4 dalam memberikan hak pendidikan berkualitas bagi siapa saja, di mana saja, tanpa terkecuali.

Kepala Disdikpora Kabupaten Gumas, Aprianto, menyampaikan pesan penuh harapan dalam pertemuan tersebut. Ia menekankan bahwa sosialisasi ini bertujuan agar para guru memahami secara utuh setiap proses yang akan mereka lalui. “Ada 250 calon penerima beasiswa kuliah gratis dari guru PAUD yang mengikuti sosialisasi. Ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang jelas maupun menyeluruh terkait program kuliah gratis pada tahun 2026,” tuturnya dengan nada optimis. Baginya, pemahaman yang seragam adalah fondasi agar bantuan ini tepat sasaran bagi mereka yang telah lama mengabdi di garis depan pendidikan.

Dalam suasana yang penuh kehangatan, para guru diberikan bekal informasi mengenai kebijakan, persyaratan, hingga mekanisme pendaftaran. Tidak hanya soal administrasi, program ini adalah bentuk apresiasi atas pengabdian mereka selama ini. “Seluruh informasi itu akan mendukung peningkatan kualifikasi akademik dan kompetensi guru PAUD sesuai standar nasional pendidikan,” tambah Aprianto. Melalui beasiswa ini, para guru akan dibimbing hingga meraih gelar Strata Satu (S1) dan dilanjutkan ke jenjang Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk meraih sertifikat pendidik profesional.

Program ini bukan sekadar angka atau seremonial belaka, melainkan investasi hati untuk masa depan anak-anak di pelosok Kalimantan Tengah. Dengan guru yang lebih berdaya dan terdidik, kualitas PAUD di wilayah ini diharapkan akan melesat lebih tinggi. “Kami berharap seluruh rangkaian sosialisasi akan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu dan kualitas dunia pendidikan PAUD di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau,” pungkas Aprianto, menutup pesan dengan harapan besar bagi kemajuan pendidikan yang inklusif di wilayahnya.