Warga Belitung Timur Kini Punya Akses Kuliah Lebih Fleksibel, UT dan Pemkab Beltim Perkuat Sinergi

Bagi sebagian masyarakat daerah, keinginan untuk melanjutkan pendidikan tinggi kerap berhadapan dengan persoalan yang tidak sederhana: jarak, waktu, pekerjaan, hingga tanggung jawab keluarga. Di Belitung Timur, tantangan itu kini berupaya dijawab melalui penguatan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dan Universitas Terbuka (UT) Daerah Pangkalpinang.

Dukungan tersebut mengemuka saat jajaran UT Pangkalpinang melakukan kunjungan ke Kantor Bupati Belitung Timur. Pertemuan itu diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung Timur, Erna Kunondo, di ruang kerja Sekda, Kantor Bupati Belitung Timur.

Kunjungan ini tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi kelembagaan. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen bersama dalam membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Belitung Timur.

Direktur UT Pangkalpinang, Unggul Ufan Sufandi, mengatakan audiensi tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa kehadiran UT dapat berjalan searah dengan program pembangunan daerah. Menurut dia, pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM), terutama di tengah kebutuhan daerah terhadap masyarakat yang adaptif, terampil, dan terus berkembang.

“Tujuan audiensi kami adalah untuk memastikan bahwa UT mendukung program Pemerintah Kabupaten Belitung Timur,” ujar Unggul dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).

Unggul menjelaskan, UT ingin mengambil bagian dalam upaya peningkatan kualitas SDM lokal. Melalui sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT berupaya menghadirkan pilihan kuliah yang lebih mudah dijangkau masyarakat tanpa harus memaksa mereka meninggalkan pekerjaan, keluarga, maupun daerah asal.

Bagi banyak orang, fleksibilitas semacam ini menjadi penting. Kuliah tidak lagi dipahami sebagai pilihan yang hanya mungkin dijalani oleh mereka yang memiliki waktu penuh atau tinggal dekat dengan kampus. Melalui model pembelajaran yang lebih adaptif, pendidikan tinggi dapat hadir lebih dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Selama kerja sama berjalan, Unggul menyebut UT Pangkalpinang mendapat dukungan penuh dari jajaran Pemerintah Kabupaten Belitung Timur. Dukungan tersebut dinilai menjadi modal penting agar perluasan akses pendidikan tinggi dapat terus diperkuat dan menjangkau lebih banyak warga.

“Sejauh ini kami mendapat dukungan penuh dari Pemkab Belitung Timur dan kami mewakili Universitas Terbuka menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya,” katanya.

Sebagai langkah konkret, UT Pangkalpinang berencana melakukan pembaruan terhadap Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur. Pembaruan tersebut diperlukan agar sinergi kedua pihak tetap relevan, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah ke depan.

“MoU dan PKS sebenarnya sudah ada, tetapi sepertinya perlu kita perbarui kembali. Dalam waktu dekat akan segera kami sampaikan draf MoU dan PKS yang baru kepada pemerintah daerah,” ucap Unggul.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung Timur, Erna Kunondo, menyambut baik kehadiran jajaran UT Pangkalpinang. Ia menilai keberadaan UT selama ini telah memberikan kontribusi bagi pengembangan SDM di Belitung Timur, terutama melalui sistem perkuliahan yang tidak kaku dan mampu menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami mengapresiasi peran UT dalam mendukung pengembangan SDM di Belitung Timur dan berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan,” ucap Erna.

Menurut Erna, keunggulan UT terletak pada sistem perkuliahan jarak jauh yang memungkinkan masyarakat tetap dapat belajar tanpa harus selalu hadir secara fisik di kampus. Sistem ini menjadi peluang bagi pegawai, pekerja, maupun masyarakat umum yang ingin meningkatkan kualifikasi pendidikan, tetapi memiliki keterbatasan waktu dan mobilitas.

“Sistem perkuliahannya tidak harus selalu tatap muka dan datang langsung ke tempat kuliah, tetapi bisa juga dilaksanakan dari rumah secara daring. Jadi lebih mudah, efektif, dan fleksibel,” ungkapnya.

Erna pun mengajak masyarakat Belitung Timur yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi agar tidak ragu menjadikan UT sebagai salah satu pilihan. Menurut dia, kemudahan akses dan fleksibilitas pembelajaran dapat menjadi solusi bagi warga yang selama ini merasa pendidikan tinggi sulit dijangkau.

“Untuk masyarakat Kabupaten Beltim yang ingin melanjutkan kuliah ke jenjang lebih tinggi, bisa memilih kuliah di Universitas Terbuka sebagai salah satu opsi terbaik,” tutupnya.

Penguatan kerja sama ini juga sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam mendorong pendidikan berkualitas, kesempatan belajar sepanjang hayat, dan pengurangan kesenjangan akses pendidikan. Di tingkat daerah, kolaborasi seperti ini menjadi penting karena pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat memiliki ruang untuk tumbuh, belajar, dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Melalui dukungan Pemkab Belitung Timur dan sistem pembelajaran UT yang fleksibel, pendidikan tinggi diharapkan semakin dekat dengan masyarakat. Bukan lagi sekadar mimpi yang terhalang jarak dan waktu, melainkan kesempatan nyata untuk membangun masa depan yang lebih baik dari daerah sendiri.

TAGAR: