Kota Cirebon yang hanya berjarak 258 KM dari Jakarta, dikenal sebagai kota Wali. Kota Cirebon ini terletak di lokasi yang strategis dan menjadi simpul pergerakan transportasi Pulau Jawa. Di kota inilah terdapat salah satu pusat pendidikan agama Islam yang bernama Pondok Pesantren (Ponpes) Buntet, yang termasuk Ponpes tertua di Indonesia karena didirikan pada tahun 1750 ketika kolonial Belanda masih bercokol di negeri ini. Saat ini Ponpes ini memiliki beberapa satuan pendidikan, di antaranya Akademi Perawat, SMK Mekanika Buntet Pesantren, Madrasah Aliyah Negeri (MAN), Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama Putera (MANU Putra), dan Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama Puteri (MANU Putri) serta satuan pendidikan lainnya. Maka, tak salah juga jika Cirebon menjadi target untuk menggelar acara silaturahmi dan edukasi Universitas Terbuka (UT).
Pada Sabtu pagi yang cerah, 25 Maret 2017, acara silaturahmi tersebut digelar di halaman Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Buntet Cirebon. Dengan dihadiri oleh sekitar 1000 orang yang terdiri dari santriwan dan santriwati kelas XII SMA/MA, ustadz/ustadzah, guru, pengasuh dan pimpinan Sembilan (9) pesantren, serta unsur Muspida Kota Cirebon, acara ini terselenggara lancar.

Acara diawali dengan sambutan Pimpinan Ponpes Buntet, yang disampaikan oleh Drs. KH. Aris Ni`matullah, yang menyambut baik acara ini dan berharap para santriwan/santriwati serta para guru dan pengurus Ponpes menjadi lebih tahu tentang keberadaan UT dan siap menjadi mitra UT di wilayah Cirebon.
Selanjutnya, Pembantu Rektor IV UT, Dr. H. Mohamad Yunus, M.A. dalam sambutannya menyemangati para santriwan dan santriwati untuk berani bermimpi dengan membangun cita-cita setinggi mungkin lalu berjuang mewujudkannya. Kuliah harus menjadi prioritas karena hanya dengan pendidikan masa depan cerah bisa diraih. Peluang peningkatan pendidikan saat ini terbuka sangat lebar. Dan UT sebagai fasilitas Pendidikan Tinggi dengan sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) siap membantu mewujudkan mimpi segenap anak bangsa untuk membangun hari esok yang lebih baik.
Dr. KH. Wawan Arwani Amin, MA, Ketua Bidang Pendidikan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Ponpes Buntet Cirebon dalam presentasinya memberikan motivasi kepada seluruh hadirin. Beliau menekankan dua hal: Pertama, masuknya UT ke wilayah Pesantren merupakan sebuah terobosan dalam rangka membangun karakter bangsa sebagai perpaduan antara konsep intelektual dan moralitas yang harus dimiliki oleh para pemuda/i yang memiliki masa depan bangsa. Kedua, karakteristik pendidikan di pesantren dengan pendekatan proses pembelajaran di UT sama-sama memiliki tuntutan kemandirian yang selama ini diajarkan di Ponpes, sehingga sangat sesuai jika dimanfaatkan oleh para santriwan dan santriwati, juga para pendidik dan pengasuh Ponpes.

Wakil Komisi Pendidikan DPRD Kabupaten Cirebon, Hj. Yuningsih, MM. menyambut dengan baik atas terselenggaranya “UT Goes to Pondok Pesantren Buntet”. Beliau mengatakan, “masuknya UT ke Pondok Pesantren merupakan suatu kepercayaan dan untuk menjawab tuntutan zaman bahwa SDM akan berkualitas jika ada upaya peningkatan pendidikan. DPRD Cirebon akan berupaya untuk membantu penyediaan beasiswa bagi santri yang menjadi mahasiswa UT yang berpestasi.”
Acara pagi hari itu semakin semarak ketika dialog interaktif yang menghadirkan tiga pembicara utama, yaitu Dra. Dina Thaib M.Ed. (Kepala UPBJJ UT Bandung), Dr. Wawan Arwani Amin, MA (Ketua YLPI Ponpes Buntet), dan Wakil Komisi Pendidikan DPRD Cirebon. Dalam dialog ini para peserta begitu antusias menanyakan seputar sistem perkuliahan di UT, program-program yang ditawarkan, sistem dan fasilitas pendidikan serta potensi beasiswa yang ada di UT.
Tepat sebelum adzan Dzuhur berkumandang, silaturahmi pun berakhir. Rasa ingin tahu tentang UT yang menawarkan pola belajar baru yang berbeda dengan pola tatap muka yang selama ini dikenal dan dialami oleh para santri, terpancar di wajah-wajah muda tersebut. Booth UT yang digelar di area acara pun, langsung diserbu oleh para santriwan dan santriwati yang hadir. Aneka pertanyaan gencar mereka sampaikan kepada teman-teman penjaga booth dari Sentra Layanan UT (SALUT) Cirebon dan UPBJJ-UT Bandung.



